![]() |
| Latihan calon Paskibraka di Kecamatan Lima Kaum |
Tanah Datar, fajarsumbar.com - Salah seorang orang tua siswi protes atas keputusan pemberhentian seorang siswi SMP, yang namanya disamarkan, dari kegiatan latihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kecamatan Lima Kaum. Orang tua siswi menilai keputusan tersebut dilakukan secara mendadak tanpa adanya teguran maupun peringatan terlebih dahulu, sehingga berdampak pada kondisi psikologis anak.
Siswi tersebut diketahui telah mengikuti proses latihan sebagai calon anggota Paskibraka dalam rangka persiapan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, menurut keterangan orang tua siswi tersebut RN, ia diberhentikan dari latihan setelah melakukan satu kesalahan yang dinilai tidak seharusnya berujung pada pencoretan sebagai peserta.
"Anak saya belum pernah menerima teguran lisan maupun surat peringatan sebelum keputusan itu diambil. Dan saya menyampaikan keberatannya saat mendatangi Kantor Camat Lima Kaum, Kamis (6/8/2026)," ujar orang tua siswi berinisial RN.
Sementara itu, Camat Lima Kaum Beni Oriza saat di konfirmasi oleh fajarsumbar.com lewat panggilan telepon sampaikan, bahwa anak anak ini telah latihan calon Paskibraka dari hari Senin (3/8) kemarin dan hari Kamis ini yang latihan full satu hari, dan anak yang dipulangkan kembali ke sekolah dari latihan calon Paskibraka sebanyak 3 orang, karena tidak menguasai gerakan dan dipulangkan kembali ke sekolah.
"Sebelum latihan Paskibraka dimulai, seminggu yang lalu kita sudah mengadakan rapat dengan seluruh kepala sekolah tingkat SMP dan SMA se Kecamatan Lima Kaum, dan anak itu akan di seleksi dulu, kalau tidak menguasai akan dipulangkan kembali ke sekolah," ujar Camat.
Terakhir Camat sampaikan, bahwa pelatih Paskibraka ini dari Koramil dan Polsek Lima Kaum serta Purna Paskibraka. "Jadi 3 orang anak ini dipulangkan kembali ke sekolah dan sudah sesuai prosedur," katanya. (F12)

Komentar