Pantai Katapiang Bergemuruh! Barefoot Running Pecahkan Tradisi, Padang Pariaman Kirim Pesan ke Indonesia -->

Iklan Atas

Pantai Katapiang Bergemuruh! Barefoot Running Pecahkan Tradisi, Padang Pariaman Kirim Pesan ke Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026
Ribuan pelari pada acara Barefoot Runing Padang Pariaman, Sabtu 1 Agustus 2026


Katapiang - Ratusan pasang kaki menghentak pasir Pantai Katapiang, Kecamtan Batang Anai, Padang Pariaman, Sabtu (1/8/2026). Tanpa sepatu, tanpa alas kaki, para pelari dari berbagai penjuru Indonesia menantang panasnya pasir, kerasnya lintasan, dan batas kemampuan diri.


Di sinilah sejarah baru sport tourism di Pulau Sumatera ditorehkan. Barefoot Running Padang Pariaman 2026 bukan sekadar lomba lari. Melainkan panggung yang mempertemukan semangat olahraga, keberanian, dan pesona alam dalam satu perhelatan yang sukses mencuri perhatian nasional.


Lintasan sepanjang lima kilometer berubah menjadi arena pertarungan penuh gengsi. Setiap langkah di atas pasir menguras tenaga lebih cepat dibanding lintasan biasa, memaksa para peserta bertarung bukan hanya melawan lawan, tetapi juga melawan rasa lelah dan batas fisik mereka sendiri.


Sorak-sorai penonton yang memenuhi bibir Pantai Katapiang menambah panas atmosfer persaingan hingga detik-detik terakhir menuju garis finis.


Di kategori Championship 5 Kilometer Putri, Jelita Optiani Laoli dari Universitas Negeri Medan tampil luar biasa. Dengan catatan waktu 25 menit 40 detik, ia melesat meninggalkan para pesaingnya dan memastikan diri berdiri di podium tertinggi.


Tarisya Mulyana asal Bukittinggi menyusul di posisi kedua, sementara kebanggaan tuan rumah, Siska Helmiranita, berhasil mengamankan peringkat ketiga di tengah ketatnya persaingan. 


Posisi berikutnya ditempati Juni Ramayani, Geby Gerinaaa, dan Syarifah Tuddin, yang sama-sama menunjukkan daya juang hingga garis akhir.


Drama yang lebih menegangkan tersaji pada nomor Championship 5 Kilometer Putra. Luhut Manik asal Dumai keluar sebagai pelari tercepat dengan catatan 21 menit 47,12 detik setelah tampil konsisten sejak awal lomba. Perebutan posisi berikutnya berlangsung nyaris tanpa jarak. 


Zamzami dari Bukittinggi finis kedua dengan waktu 22 menit 06,95 detik, hanya unggul lima per seratus detik dari Asael Ginting asal Yonif TP 897 Singgalang yang mencatatkan 22 menit 07,00 detik. Selisih tipis itu menjadi bukti bahwa setiap detik, bahkan setiap langkah, menentukan siapa yang layak berdiri di podium.


Keberhasilan menghadirkan atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi menjadi sinyal kuat bahwa Barefoot Running Padang Pariaman telah melampaui status sebagai event lokal. Ajang ini menjelma menjadi magnet baru olahraga wisata nasional.


Keunikan berlari tanpa alas kaki di sepanjang garis pantai menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menguji fisik, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi setiap peserta.


Pantai Katapiang pun membuktikan diri mampu menjadi panggung olahraga yang berbeda, berkelas, dan memiliki daya tarik kuat di tingkat nasional.


Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menilai keberhasilan penyelenggaraan event perdana ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, mulai dari panitia, relawan, aparat keamanan, tenaga kesehatan, sponsor hingga masyarakat yang ikut menyambut para peserta dengan antusias.


Menurutnya, semangat kebersamaan itulah yang menjadi fondasi lahirnya sebuah agenda besar yang tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.


"Selamat kepada seluruh pemenang yang telah memperlihatkan semangat juang dan sportivitas luar biasa. Kehadiran pelari dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa Padang Pariaman memiliki potensi besar sebagai destinasi sport tourism nasional" ucapnya.


Ia menyatakan berkomitmen menjadikan Barefoot Running sebagai agenda tahunan yang terus berkembang, semakin berkualitas, dan semakin dikenal luas.


"Harapan kami sederhana, semakin banyak orang datang menikmati keindahan Pantai Katapiang, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat," tegas John Kenedy Azis.(saco).