Pemkab Padang Pariaman Keluarkan Peringatan Waspada Bencana -->

Iklan Atas

Pemkab Padang Pariaman Keluarkan Peringatan Waspada Bencana

Selasa, 04 Agustus 2026
Pj Sekda Padang Pariaman Hendra Aswara

Padang Pariaman - Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Padang Pariaman sejak Senin (3/8/2026) membuat pemerintah daerah meningkatkan status kewaspadaan.


Ancaman banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga bencana hidrometeorologi lainnya dinilai berpotensi terjadi jika kondisi cuaca ekstrem terus berlanjut. Pemerintah pun mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh situasi yang sedang berlangsung.


Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.


Ia meminta warga, terutama yang tinggal di bantaran sungai, lereng perbukitan, dan kawasan rawan bencana, untuk terus memantau perkembangan kondisi di sekitar tempat tinggalnya.


Jika muncul tanda-tanda yang membahayakan, masyarakat diminta segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman tanpa menunggu keadaan semakin buruk.


Menurut Hendra, kewaspadaan juga harus diterapkan saat beraktivitas di luar rumah. Warga diimbau menghindari daerah rawan longsor, tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang, serta tidak memaksakan diri melintasi jalan atau aliran sungai yang tergenang apabila arus dan kedalamannya tidak dapat dipastikan.


Langkah sederhana tersebut dinilai dapat mencegah terjadinya korban jiwa di tengah cuaca yang sulit diprediksi.


Tidak hanya mengingatkan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga mengaktifkan kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah.


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), para camat, hingga pemerintah nagari diminta meningkatkan pemantauan di wilayah masing-masing dan siap memberikan respons cepat apabila terjadi keadaan darurat.


Seluruh jajaran juga diinstruksikan memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik, memeriksa titik-titik yang selama ini menjadi langganan banjir dan longsor, serta mempercepat penanganan apabila ditemukan potensi yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.


Pemerintah daerah menilai kecepatan bertindak di lapangan menjadi faktor penting untuk menekan risiko yang ditimbulkan cuaca ekstrem.


Hendra Aswara menekankan pentingnya koordinasi dan pelaporan secara berkala dari seluruh kecamatan serta instansi terkait. Dengan informasi yang terus diperbarui, pemerintah dapat memantau perkembangan situasi secara menyeluruh, mengambil keputusan dengan cepat, dan mengerahkan sumber daya ke lokasi yang membutuhkan penanganan secepat mungkin.


Di akhir imbauannya, Hendra mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya menjaga keselamatan diri dan keluarga, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekitar.


Warga diminta segera melaporkan kepada pemerintah nagari, kecamatan, BPBD, atau pihak berwenang apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan.


"Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan informasi cuaca dari instansi berwenang dan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat. Kewaspadaan dan gotong royong adalah kunci agar kita mampu melewati situasi ini dengan selamat," tegasnya.(saco).