Politeknik ATI Padang Dampingi Kelompok Tani Hutan Kasiak Tingkatkan Daya Simpan dan Higienitas Jamur Tiram -->

Iklan Atas

Politeknik ATI Padang Dampingi Kelompok Tani Hutan Kasiak Tingkatkan Daya Simpan dan Higienitas Jamur Tiram

Jumat, 21 Agustus 2026

.
Payakumbuh, FajarSumbar.Com - Politeknik ATI Padang melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) memberikan pendampingan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Kasiak di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah (Payolinyam), Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, pada 12 Agustus 2026.

Kegiatan bertajuk “Pendampingan Pengembangan Usaha Jamur Tiram untuk Meningkatkan Daya Simpan Produk pada Kelompok Tani Hutan Kasiak Payakumbuh” ini bertujuan meningkatkan daya simpan produk jamur tiram sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah serta peluang pemasaran produk.

Kegiatan dilaksanakan oleh tim pengabdian dari Program Studi Manajemen Logistik Industri Agro, Politeknik ATI Padang, yang diketuai Musdirwan, S.E., M.Si., bersama anggota tim Dr. Lisa Nesti, M.Si., Firdaus Jamsan, M.T., Dr. Ester Edwar, M.Pd., Radna Ningsih, S.E., M.M., Ridha Luthvina, M.T., dan Rahmi Elviana, M.T. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Penyuluh BPSDMP Kementerian Pertanian, Aryo Mangkuto, 

KTH Kasiak merupakan kelompok yang bergerak dalam budidaya dan pengembangan produk jamur tiram.  Namun, salah satu tantangan yang dihadapi adalah daya simpan jamur tiram segar yang relatif singkat. 

Salah satu kegiatan utama dalam pendampingan adalah pelatihan penggunaan mesin vacuum sealer untuk membantu proses pengemasan produk dan memperkenalkan penggunaan cooler box dan ice gel pack sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi produk selama proses penyimpanan maupun distribusi. Selain pelatihan penggunaan peralatan, tim Politeknik ATI Padang juga memberikan sosialisasi mengenai Good Manufacturing Practice (GMP) untuk meningkatkan pemahaman mitra mengenai pentingnya proses produksi yang higienis dan terkontrol. 

Selain itu sosialisasi mengenai Kaizen, dan 5S juga diarahkan untuk membangun budaya perbaikan berkelanjutan serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih tertata, bersih, efektif, dan efisien.

Kombinasi antara teknik pengemasan dan penanganan suhu, yang didukung dengan pemahaman mengenai GMP, Kaizen, dan 5S, menjadi satu kesatuan pendekatan diharapkan dapat membantu kelompok dalam mengurangi risiko penurunan kualitas produk selama proses distribusi.

Ke depan, peningkatan kualitas penanganan dan pengemasan diharapkan dapat membuka peluang pemasaran jamur tiram KTH Kasiak ke wilayah yang lebih luas. 

Dengan demikian, komoditas jamur tiram tidak hanya menjadi produk pertanian lokal, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah dan peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat.(R.Dz)