![]() |
| Sekda Hendra Aswara dan peserta Rakor P2P Padang Pariaman tahun 2026, Rabu 19 Agustus 2026 |
Katapiang - Sebanyak 90 peserta dari unsur OPD, kepala puskesmas, pemerintah nagari dan lintas sektor berkumpul dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2026.
Forum yang digelar di Hotel Grand Buana Lestari, Rabu-Kamis,19–21 Agustus 2026, bukan sekadar agenda rutin. Tetapi menjadi momentum untuk menguji seberapa kuat benteng kesehatan daerah menghadapi ancaman penyakit.
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Padang Pariaman, Hendra Aswara, yang membuka Rakor, Rabu (19/8/2026) menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan.
Namun, kata Sekda, bahwa komitmen itu dituntut tidak berhenti pada slogan dan rapat seremonial. Seluruh sektor diminta bergerak nyata agar berbagai program kesehatan benar-benar menyentuh masyarakat.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Program Cek Kesehatan Gratis. Hendra menyebut program tersebut terus digiatkan dan diintegrasikan dalam berbagai aktivitas pemerintah daerah, termasuk Car Free Day (CFD), Barefoot Running, serta kegiatan pelayanan publik lainnya.
"Langkah ini diarahkan agar akses pemeriksaan kesehatan semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat" tegasnya.
Di sisi lain, sebut Sekda Hendra Aswara, bahwa persoalan stunting masih menjadi pekerjaan rumah yang tak boleh dibiarkan berlarut.
Percepatan penurunan angka stunting, kata Hendra, harus dilakukan secara berkelanjutan karena menyangkut kualitas sumber daya manusia Padang Pariaman di masa depan.
Dia menyebut bahwa ancaman terhadap generasi mendatang tidak cukup dilawan dengan program yang berjalan sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kerja lintas sektor yang solid.
Menurutnya, masih banyak tantangan yang dihadapi di lapangan. Kami berharap seluruh sektor dapat terus memperkuat kerja sama, saling mendukung.
"Berkolaborasi dalam upaya pencegahan serta pengendalian penyakit demi mewujudkan masyarakat Padang Pariaman yang lebih sehat,” ujar Hendra.
Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman yang diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Efri Yeni, mengatakan rakor menjadi ruang untuk mengevaluasi capaian, membedah berbagai persoalan di lapangan, sekaligus merumuskan strategi yang lebih efektif.
Menurutnya, penyamaan persepsi dan penguatan koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar program P2P tidak berjalan parsial dan kehilangan daya gedornya.
Rakor tersebut turut dihadiri para kepala bidang Dinas Kesehatan, perwakilan OPD, Kepala Kantor Kementerian Agama Padang Pariaman, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta unsur lintas sektor lainnya.
Pemerintah daerah berharap pertemuan ini melahirkan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan dan pemerintahan nagari.
Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan terletak pada banyaknya rapat yang digelar, melainkan seberapa nyata masyarakat merasakan perlindungan dari ancaman penyakit dan meningkatnya kualitas kesehatan mereka.(saco).

Komentar