![]() |
| Sejumlah P2WN dan Bamus di masing masing nagari masih berjibaku persiapan proses Pilwana selanjutnya. (Abg) |
Solsel, fajarsumbar.com - Antusiasme masyarakat untuk ikut bertarung dalam Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak 2026 di Kabupaten Solok Selatan cukup tinggi. Hingga pendaftaran ditutup, tercatat 170 orang bakal calon Wali Nagari (Bacawana) mendaftarkan diri untuk bersaing di 39 nagari.
Jumlah tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi di tingkat nagari yang akan digelar tahun ini.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Solok Selatan, drh. Nurhayati, mengatakan proses pendaftaran Bacawana telah berlangsung sejak 1 hingga 9 Agustus 2026.
“Pengumuman pendaftaran sudah dilakukan dan proses pendaftaran berlangsung pada awal Agustus. Dari seluruh nagari yang mengikuti Pilwana tahun ini, tercatat sebanyak 170 orang telah mendaftarkan diri,” ujar Nurhayati, Selasa (11/8/2026).
Dari 39 nagari yang mengikuti Pilwana Serentak 2026, jumlah Bacawana yang mendaftar tidak sama di setiap nagari. Nagari Bidar Alam menjadi salah satu yang paling banyak diminati, dengan total delapan orang yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Nagari.
Sementara itu, terdapat lima nagari yang masing-masing memiliki tujuh pendaftar. Sedangkan jumlah pendaftar paling sedikit tercatat di Nagari Sungai Kunyit, yakni hanya satu orang. Untuk nagari lainnya, jumlah pendaftar berada pada kisaran dua hingga empat orang.
Jika dilihat berdasarkan kecamatan, Sungai Pagu menjadi wilayah dengan jumlah Bacawana terbanyak, yakni mencapai 53 orang. Sebaliknya, Kecamatan Sangir Balai Janggo tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pendaftar paling sedikit, dengan hanya delapan orang yang mendaftarkan diri.
Setelah masa pendaftaran berakhir, tahapan Pilwana Serentak 2026 kini berlanjut pada proses verifikasi administrasi. Verifikasi dilakukan oleh Panitia Pemilihan Wali Nagari (P2WN) di masing-masing nagari untuk memastikan seluruh persyaratan yang diajukan para Bacawana telah terpenuhi.
Nurhayati menjelaskan, tahapan Pilwana masih cukup panjang sebelum masyarakat menentukan pilihan pada hari pemungutan suara. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, penetapan calon Wali Nagari sekaligus penentuan nomor urut dijadwalkan pada 25 September 2026.
Selanjutnya, pemungutan suara akan dilaksanakan pada 7 Oktober 2026, sedangkan pelantikan Wali Nagari terpilih dijadwalkan berlangsung pada 23 Desember 2026.
Dengan jumlah pendaftar mencapai 170 orang, persaingan menuju kursi Wali Nagari di 39 nagari diperkirakan akan berlangsung cukup ketat. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan berharap seluruh tahapan Pilwana tetap berjalan aman, tertib dan menjunjung tinggi persaudaraan.
Nurhayati mengingatkan agar semangat Pilwana Badunsanak tidak hanya menjadi slogan selama proses pemilihan, tetapi benar-benar diterapkan oleh seluruh calon, pendukung maupun masyarakat. “Banyak pihak berharap pelaksanaan Pilwana serentak ini berjalan sesuai harapan dengan simbol Pilwana Badunsanak. Setelah ada hasil, tidak ada riak-riak lagi,” harapnya.
Ia berharap siapapun yang nantinya terpilih dapat diterima seluruh masyarakat dan mampu membawa nagari masing-masing menjadi lebih baik. Tingginya jumlah Bacawana yang mendaftar menjadi gambaran bahwa masyarakat Solok Selatan memiliki perhatian besar terhadap kepemimpinan di tingkat nagari.
Kini, setelah tahapan pendaftaran ditutup, perhatian masyarakat beralih pada proses verifikasi hingga penetapan calon. Setelah nama-nama calon resmi ditetapkan, persaingan Pilwana Serentak 2026 dipastikan semakin menarik menjelang hari pencoblosan pada 7 Oktober mendatang.(Abg)

Komentar