Tanpa Kehadiran Anggota DPRD di Acara Musrenbang, Wali Nagari Lawang Mandahiling Kecewa -->

Iklan Atas

Tanpa Kehadiran Anggota DPRD di Acara Musrenbang, Wali Nagari Lawang Mandahiling Kecewa

Kamis, 27 Agustus 2026

Musrenbang Nagari Lawang Mandahiling, Kecamatan Salimpaung

Tanah Datar, fajarsumbar.com - Wali Nagari Lawang Mandahiling, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar, Zulfirman, mengaku kecewa atas ketidakhadiran anggota DPRD yang telah diundang dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nagari, di Aula Nagari Lawang Mandahiling, Kamis (27/8/2026).


Musrenbang Nagari Lawang Mandahiling ini dibuka langsung Wali Nagari Zulfirman dan dihadiri Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) In Hendri Abas, Camat Salimpaung Kartoni, perwakilan UPT, pengurus BumNag, pengurus KDMP, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.


Zulfirman mengatakan, meski Nagari Lawang Mandahiling tidak memiliki anggota DPRD yang berasal dari nagari tersebut, wilayahnya merupakan salah satu basis suara anggota DPRD Dapil IV. Ia menilai, anggota dewan seharusnya hadir untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat, terlebih saat masa kampanye para calon legislatif kerap meminta dukungan masyarakat di nagari.


Menurut Zulfirman, keterbatasan anggaran membuat sejumlah rencana pembangunan, terutama pembangunan fisik, belum dapat direalisasikan secara maksimal. Karena itu, peran anggota DPRD melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) maupun program pembangunan dinilai penting, untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat di tingkat kabupaten.


Sebelumnya, tim ketua Musrenbang juga menyampaikan realisasi RKP Tahun 2027 dan DU RKP Tahun 2028, serta menjabarkan apa saja yang dibutuhkan untuk kegiatan yang telah diusulkan dalam Musyawarah Nagari.


Sementara itu, Kadis Parpora, In Hendri Abas menyampaikan, agar penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari diselaraskan dengan program Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.


Selain pembangunan fisik, In Hendri Abas mendorong Nagari Lawang Mandahiling, untuk bisa mengembangkan potensi pariwisata, termasuk membuka destinasi baru sebagai penggerak ekonomi masyarakat.


"Seandainya nagari bisa mengembangkan objek wisata atau membuka yang baru, kami dari Pemerintah Kabupaten akan mendukung dan mengusahakan bantuan dari kementerian terkait," tutupnya. (F12)