UMKM Padang Pariaman Didorong Bangkit Lewat Ekonomi Kreatif Digital -->

Iklan Atas

UMKM Padang Pariaman Didorong Bangkit Lewat Ekonomi Kreatif Digital

Rabu, 19 Agustus 2026
Sekda Hendra Aswara didampingi Kepala Dispapora Anton Wira Tanjung dan Direktorat Periklanan Kemenkraf/Bekraf RI Andy Ruswar, Rabu 19 Agustus 2026

Parik Malintang - Padang Pariaman tak ingin berlama-lama berkutat dengan luka pascabencana. Ketika ekonomi masyarakat masih membutuhkan dorongan untuk kembali bergerak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman menggandeng Direktorat Periklanan Deputi Bidang Kreativitas Media, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenkraf/Bekraf) RI, menggelar pelatihan Adcamp Skill Up Lap di Hall Inspektorat Padang Pariaman, Rabu (19/8/2026). 


Program dua hari ini diarahkan untuk membakar kembali daya hidup pelaku UMKM melalui kreativitas, teknologi, dan pemasaran digital.


Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Hendra Aswara, yang membuka kegiatan tersebut, menilai intervensi pemerintah pusat datang pada momentum penting.


Ia mengapresiasi dipilihnya Sumatra Barat sebagai wilayah pertama dari tiga provinsi terdampak bencana untuk menjalankan program rekonstruksi berbasis kreativitas, teknologi, dan media. Program itu dinilai sejalan dengan visi pembangunan Padang Pariaman dibawah kepemimpinan Bupati John Kenedy Azis - Wabup Rahmat Hodayat.


Namun, pemulihan ekonomi tidak cukup hanya dengan bantuan modal. Pelaku usaha juga harus dipersenjatai dengan kemampuan membaca perubahan pasar.


Hendra menyebut ada empat fokus yang tengah didorong Pemkab Padang Pariaman, yakni memperluas digital marketing, membuka jangkauan pasar, mempermudah akses pembiayaan, serta mempercepat sertifikasi halal.


Empat hal tersebut menjadi kunci agar produk lokal tidak hanya bertahan di tengah tekanan ekonomi, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas.


“Kami berharap pelatihan ini menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk bangkit kembali dan menggembleng daya saing produknya,” ujar Hendra.


Ia juga berharap kegiatan tersebut bukan sekadar menambah pengetahuan bisnis, tetapi ikut membantu memulihkan semangat dan kondisi psikis masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 lalu.


Direktur Periklanan Kemenkraf, Andy Ruswar, menegaskan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.


Peserta berasal dari beragam subsektor ekonomi kreatif, mulai kuliner, fesyen, kriya, desain hingga arsitektur. Mereka tidak hanya mendapat materi, tetapi diarahkan memahami kewirausahaan digital, membaca tren ekonomi kreatif global, hingga mempraktikkan cara mempublikasikan produk secara efektif.


“Peserta dipilih dari masyarakat Padang Pariaman yang memiliki tekad kuat untuk maju dan berkreativitas. Gunakan kesempatan dua hari ini sebaik-baiknya untuk mendalami kewirausahaan digital, memahami tren ekonomi kreatif global, serta mempraktikkan langsung cara mempublikasikan produk secara efektif,” kata Andy.


Program ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Indonesian Digital Association (IDA), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), dan IRPIL.


Dari Hall Inspektorat, harapan itu kini diuji: apakah pelatihan mampu berubah menjadi penjualan, pasar baru, legalitas yang lebih kuat, dan usaha yang benar-benar bangkit.


Jika pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti sebagai catatan pelatihan, Padang Pariaman berpeluang menjadi contoh bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya dilakukan dengan membangun kembali yang rusak. Tetapi juga dengan membangun kapasitas manusia agar lebih siap menghadapi ekonomi digital.


Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Anton Wira Tanjung, Ketua Badan Pengawas Periklanan P3I Dwi Hatmanto, Sekjen IRPIL Yudha Hari Radithe, Ketua Bidang Agensi IDA Yamra Prajna, serta Sekretaris Pengurus P3I Sumbar Yulviade.(saco).