![]() |
| Sekretaris Jendel Kementerian Kelautan dan Perikanan Andy Artha Donny Oktoputra, taburkan bibit ikan pada keramba milik warga di Padang Pariaman, Sabtu 1 Agustus 2026 |
Katapiang - Di balik semarak gelaran Barefoot Running Padang Pariaman 2026, langkah besar untuk membangkitkan ekonomi masyarakat pesisir langsung dijalankan pemerintah.
Usai mengikuti rangkaian kegiatan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih Pantai Katapiang, Barang Anai, Sabtu (1/8/2026), Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dr. Ir. Andy Artha Donny Oktopura, S.T., melanjutkan agenda dengan menyerahkan berbagai bantuan bagi pelaku usaha perikanan yang terdampak bencana hidrometeorologis di Kabupaten Padang Pariaman.
Pesannya jelas, pemulihan tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik, tetapi harus mampu menghidupkan kembali mata pencaharian masyarakat.
Didampingi Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Padang Pariaman Khairul Nizam, jajaran pemerintah daerah, camat, dan wali nagari, Sekjen KKP meninjau langsung kawasan budidaya yang sempat porak-poranda diterjang banjir.
Kehadiran pemerintah pusat di lokasi menjadi bukti bahwa pemulihan sektor perikanan tidak sekadar janji, melainkan diwujudkan melalui langkah konkret yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Salah satu bantuan strategis yang diserahkan adalah satu unit excavator untuk mempercepat rehabilitasi kolam budidaya, memperbaiki jaringan irigasi, serta membuka kembali akses jalan produksi yang rusak akibat bencana.
Alat berat tersebut menjadi bagian penting dari program rehabilitasi dan rekonstruksi sektor perikanan yang dijalankan KKP bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pemerintah kabupaten/kota terdampak agar aktivitas pembudi daya dapat kembali berjalan normal.
Tak hanya membangun infrastruktur, KKP juga menghidupkan kembali harapan para pembudi daya ikan. Sebanyak 15.000 ekor benih ikan mas ditebar, disertai bantuan 450 kilogram pakan ikan di Keramba Pondok Pesantren Madrasatul Ulum, Nagari Balah Aie Utara, yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi titik awal kebangkitan usaha perikanan masyarakat sekaligus mempercepat peningkatan produksi setelah sempat terhenti akibat bencana.
Andy Artha Donny Oktopura menegaskan bahwa rehabilitasi pascabencana harus berorientasi pada pemulihan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kolam dan tambak yang kembali beroperasi bukan hanya mengembalikan aktivitas budidaya, tetapi juga menghidupkan kembali sumber penghasilan keluarga serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Seluruh proses mulai dari perencanaan, rehabilitasi hingga dukungan operasional dilakukan secara terpadu antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Secara keseluruhan, KKP bersama Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Sumatera Barat menargetkan 174 hektare dari total 217 hektare kolam budidaya ikan air tawar yang terdampak bencana di Sumatera Barat kembali beroperasi hingga September 2026.
Khusus Kabupaten Padang Pariaman, seluruh 15,6 hektare kolam yang mengalami kerusakan ringan ditargetkan pulih 100 persen pada periode yang sama melalui dukungan alat berat, benih, pakan, serta kolaborasi lintas pemerintah.
Bagi masyarakat Padang Pariaman, bantuan ini bukan sekadar simbol perhatian pemerintah, melainkan suntikan harapan untuk bangkit setelah diterpa bencana.
Sinergi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menjadi fondasi penting dalam membangun sektor perikanan yang lebih tangguh. Memperkuat kesejahteraan pembudi daya ikan, serta mendukung visi Ekonomi Biru sebagai bagian dari langkah menuju Indonesia Emas.
Dari kolam-kolam yang kembali terisi air dan benih, harapan baru masyarakat pesisir perlahan kembali tumbuh.(saco).

Komentar