![]() |
| Bupati John Kenedy Azis didampingi Wabup Rahmat Hidayat serahkan bantuan kepada anggota Veteran sebagai Tali Asih, usai upacara HUT ke-81 RI, Senin 17 Agustus 2026 (foto.dok.ikp) |
Parik Malintang - Di tengah gegap gempita perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman diarahkan kepada mereka yang pernah mempertaruhkan hidup untuk kemerdekaan.
Sebanyak 70 anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) menerima tali asih dari Bupati John Kenedy Azis dalam temu ramah di IKK Padang Pariaman, Parik Malintang, Senin (17/8/2026). Setiap veteran menerima Rp400 ribu.
Bupati John Kenedy Azis hadir bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, camat se-Padang Pariaman, organisasi wanita, pimpinan BUMN/BUMD, insan pers, serta para veteran.
Pertemuan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus ruang untuk menegaskan bahwa jasa para pejuang tidak boleh larut ditelan pergantian zaman.
“Bapak dan Ibu veteran adalah bagian dari sejarah perjuangan bangsa,” kata John Kenedy Azis.
Ia mengingatkan, semangat perjuangan, persatuan, dan gotong royong harus diwariskan kepada generasi berikutnya. Sebab kemerdekaan yang dinikmati hari ini bukan hadiah, melainkan buah dari pengorbanan panjang para pendahulu.
Namun penghormatan kepada veteran tidak cukup berhenti pada kalimat pujian. Pemkab Padang Pariaman menyatakan tali asih diberikan dua kali dalam setahun. Yakni setiap HUT Kemerdekaan RI dan Hari Pahlawan. Untuk 2026, sebanyak 70 veteran menjadi penerima dengan nilai Rp400 ribu per orang.
Plh Kepala Dinas Sosial P3A Padang Pariaman Indra Utama menjelaskan, penyaluran tersebut merupakan tindak lanjut SK Bupati Padang Pariaman Nomor 225/KEP/BPP/2026 tertanggal 17 Juli 2026 tentang Penetapan Nama Penerima Tali Asih Veteran Tahun 2026.
Program tersebut mengacu pada UU Nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia serta DPA Dinas Sosial P3A Tahun Anggaran 2026.
Secara administratif, angka dan dasar hukumnya jelas. Tetapi bagi para veteran, penghargaan semestinya memiliki makna yang lebih dalam daripada nominal. Mereka adalah generasi yang berada di garis sejarah ketika kemerdekaan belum menjadi sesuatu yang pasti.
Perhatian terhadap kesejahteraan mereka seharusnya menjadi komitmen yang terus hidup, bukan sekadar muncul ketika kalender memasuki 17 Agustus atau Hari Pahlawan.
John Kenedy Azis mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah meneruskan perjuangan para pendahulu melalui kerja pemerintahan yang keras, ikhlas, tuntas, dan berkualitas.
Dengan semangat Saiyo Sakato dan gotong royong, ia menyerukan pembangunan Padang Pariaman yang maju dan sejahtera.
Pada akhirnya, cara terbaik menghormati veteran bukan hanya menyerahkan tali asih, tetapi memastikan perjuangan mereka berujung pada daerah yang benar-benar lebih adil, sejahtera, dan layak diwariskan kepada generasi berikutnya.(saco).
Komentar