Padang, fajarsumbar.com - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, turun langsung memimpin proses evakuasi warga yang terjebak banjir di kawasan Parak Jambu, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (3/8) malam. Di tengah tingginya genangan yang mencapai dada orang dewasa, Vasko bersama tim penyelamat memastikan warga, terutama kelompok rentan, dapat dievakuasi dengan aman.
Banjir yang melanda kawasan tersebut membuat sejumlah rumah terendam hingga lantai dasar. Banyak warga memilih bertahan di lantai dua rumah sambil menunggu bantuan datang, sementara sebagian lainnya berusaha menyelamatkan diri dengan menembus derasnya arus menuju lokasi yang lebih tinggi.
Didampingi personel Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan, Vasko ikut menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi masyarakat. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki keterbatasan fisik menjadi prioritas utama dalam proses penyelamatan.
Evakuasi berlangsung hingga Selasa (4/8) dini hari. Para pengungsi kemudian dipindahkan ke sebuah masjid yang dijadikan tempat penampungan sementara karena berada di lokasi yang lebih aman dari ancaman banjir.
Vasko mengatakan kapasitas perahu yang terbatas membuat proses evakuasi harus dilakukan secara bergelombang. Meski demikian, ia menegaskan seluruh warga akan dipastikan keluar dari kawasan berbahaya sebelum tim beralih ke penanganan kebutuhan para pengungsi.
"Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Tidak boleh ada warga yang tertinggal di daerah berisiko. Setelah proses evakuasi selesai, kami juga memastikan kebutuhan dasar para pengungsi dapat segera dipenuhi," kata Vasko saat berada di lokasi.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta berbagai unsur relawan agar penanganan bencana berlangsung cepat, terpadu, dan efektif.
Sebelum menuju lokasi banjir, Vasko juga berkoordinasi dengan BMKG Minangkabau untuk memperoleh informasi mengenai penyebab hujan berintensitas tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera Barat. Berdasarkan analisis BMKG, cuaca ekstrem kali ini dipicu oleh terbentuknya pola awan memanjang di sepanjang pesisir barat Pulau Sumatera yang diperkuat fenomena konvergensi atau pertemuan massa udara, sehingga memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Karena itu, masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, bantaran sungai, maupun kawasan perbukitan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan dan tanah longsor.
Vasko mengimbau masyarakat agar segera mengungsi apabila ketinggian air terus meningkat atau muncul tanda-tanda bencana seperti retakan tanah maupun longsor. Menurutnya, keselamatan jiwa harus menjadi pertimbangan utama dibandingkan menyelamatkan harta benda.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan seluruh personel dan peralatan penanggulangan bencana tetap disiagakan. Pemantauan cuaca bersama BMKG juga terus dilakukan guna mengantisipasi perkembangan kondisi di lapangan dan mempercepat respons apabila terjadi keadaan darurat di wilayah terdampak.(adpsb/bud)

Komentar