4 Warga Dilaporkan Luka-luka dan 32 Jiwa Mengungsi Akibat Galodo di Kab. Solok -->

Iklan Atas

4 Warga Dilaporkan Luka-luka dan 32 Jiwa Mengungsi Akibat Galodo di Kab. Solok

Selasa, 22 September 2026
Warga mulai berbenah pascagalodo menghantam rumah mereka.


Laporan: Defni Kelana Putra


Solok, fajarsumbar.com - Galodo menerjang sejumlah kawasan di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (21/9/2026) malam, menimbulkan dampak cukup besar. Empat warga dilaporkan mengalami luka-luka, sementara 32 jiwa dari sembilan kepala keluarga harus mengungsi.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul, kepada wartawan mengatakan, empat warga yang menjadi korban luka telah mendapat penanganan medis. Tiga korban menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang.


“Data sementara ada empat orang yang mengalami luka-luka. Tiga dirawat di RSUD Arosuka dan satu dirujuk ke SPH Padang,” kata Khairul, Selasa (22/9/2026).


Selain korban luka, BPBD juga mencatat sembilan kepala keluarga atau sebanyak 32 jiwa terdampak langsung hingga harus meninggalkan rumah mereka. Pemerintah daerah telah menyiapkan dua lokasi pengungsian untuk menampung warga yang membutuhkan tempat aman.


Dampak galodo tidak hanya menyasar permukiman warga. Sebanyak 11 kantor pemerintahan turut terdampak. Di sisi lain, BPBD mencatat sedikitnya 21 unit mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang.


Sejumlah titik yang terdampak berada di kawasan Kompleks Kantor Bupati Solok di Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, serta Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang.


Sejak bencana terjadi, Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan bersama unsur terkait terus bergerak melakukan penyisiran. Petugas juga mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan sekaligus mengumpulkan data kerusakan dan dampak bencana di sejumlah lokasi.


“Penanganan dilakukan bersama unsur terkait di bawah koordinasi pemerintah daerah,” ujar Khairul.


Menurut BPBD, galodo tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak Sabtu (19/9/2026). 


Curah hujan yang tinggi menyebabkan peningkatan debit air hingga akhirnya memicu banjir bandang di sejumlah kawasan.


Hingga Selasa pagi, proses penanganan darurat, evakuasi dan pendataan masih berlangsung. BPBD Kabupaten Solok mengimbau masyarakat yang berada di kawasan terdampak agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan.(Def)