![]() |
| Pupuk ada, tapi sulit di beli, harus pakai kelompok. (Abg) |
Program tersebut sangat bagus dan membantu ketersediaan baik itu pangan, sandang dan papan.
Dalam hal ini pemerintah pun menyediakan kebutuhan petani dengan memberikan subsidi pupuk untuk petani dengan sarat petani itu harus ada kelompok tani
Namun masyarakat petani di Solok Selatan kecewa dengan langkahnya pupuk untuk kebutuhan petani, sementara pemerintah mengatur penyaluran pupuk melalui kelompok tani.
Apakah semua warga petani harus masuk kelompok tani, untuk mendapatkan segenggam. pupuk.
Salah seorang petani Rahman mengatakan, sejak setahun ini kami sangat kesulitan mendapatkan pupuk, apalgi pupuk bersubsidi yang hanya bisa di dapatkan di kios kios pupuk dengan sarat pakai kelompok tani, bagaimana kami petani yang tidak ada kelompok.
Menurut pedagang kios, pupuk ini sudah ada pemilikinya sudah ada dan sudah terdaftar di aplikasi, jadi tidak bisa kami jual sembarangan, dan kami hanya membantu pemerintah untuk menyalurkanya.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Perikanan Admi Zulkhairi saat di wawancarai Media ini. Senin (21/9/2026) membensrkan hal ini dan mengakui bahwa permasalahan kelangkahan. pupuk subsidi ini hanya di berikan kepada petani yang sudah memiliki kelompok tani dan sudah terdaftar di aplikasi RDKK (Rencana Dasar Kebutuhan Kelompok).
"Subsidi hanya di berikan kepada kelompok tani yang aktif, tujuan untuk membuat kelompok memudahkan apa kebutuhan para petani," terang Admi.
Pupuk yang di subsidi oleh pemeri tah melalui kios kios ada dua jenis Urea dan NPK Poska, dan pengambilanya itu pun pakai aplikasi, bawa ktp dan langsung di foto.
Lebih jauh Kadis didampingi Ketua Tim Kerja Penyuluh pertanian Wardoyo menambahkan, petani Solok Selatan satu petani itu harus memiliki lahan sekurangnya dua hektar baru bisa mendapatkan pupuk subsidi, dan di akui juga masih banyak petani yang di dalam kelompok itu yang tidak. mengambil jatah, katena tidak memiliki lahan, artinya bisa di berikan kepada yang lain dalam kelompok itu.
Masyarakat petani Solsel tiga kali. MT (musim tanam) namun di bulan Nofember separoh lagi menerima karena musim tanam sudah habis.
Jumlah kelompok tani se Solok Selatan sampai saat ini termasuk. kelompok. tani sawit sebanyak 1824 kelompok, dan memang ada yang sudah tidak aktif lagi, namun kami tidak berani mencoretnya, karena data ini sudah sejak tahun 2010 kalau dak salah.
Julhendri Kabid Prasarana Sarana dan Penyuluhan juga menambahkan, jumlah pengiriman pupuk bersubsidi u tuk Solok Selatan selama masa tanam itu adalah kenis pupuk Urea 4.555 ton, NPK 6915 ton dan pupuk organik sebanyak 307 ton permusim tanam.
"Namun untuk pupuk Organik ini, petani Solok Selatan jarang yang memakai, mereka lebih cendrung pada pupuk subsidi ini,"sebut Juhendri. (Abg)
Komentar