![]() |
| . |
Kota Solok, fajarsumbar.com - Pemerintah Kota Solok terus mempercepat upaya pemulihan ekonomi masyarakat setelah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda daerah tersebut pada akhir 2025 lalu.
Salah satu langkah yang disiapkan ialah mengembangkan kawasan Pasar Kuliner di Jalan Cengkeh sebagai pusat aktivitas ekonomi sekaligus fasilitas sosial yang memiliki fungsi strategis dalam kondisi darurat.
Pengembangan kawasan tersebut mendapat dukungan melalui Dana Transfer ke Daerah (TKD). Pemerintah Kota Solok tidak hanya menargetkan Pasar Kuliner sebagai pusat perdagangan makanan, tetapi juga menjadikannya kawasan multifungsi yang mampu mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), hingga penyediaan dapur umum ketika terjadi bencana.
Konsep pengembangan kawasan itu mengusung semangat “Dari Kuliner, Menggerakkan Ekonomi; Dari Dapur, Menguatkan Kepedulian.” Gagasan tersebut memadukan kegiatan ekonomi dengan fungsi sosial, sehingga kawasan Pasar Kuliner diharapkan tidak hanya hidup sebagai pusat perdagangan, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan pelayanan bagi masyarakat.
![]() |
| . |
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Solok, Afrizal, M.Eng, mengatakan pembangunan Pasar Kuliner Jalan Cengkeh merupakan bagian dari program strategis Pemerintah Kota Solok yang didukung pembiayaan melalui TKD.
“Ini pasar kuliner yang akan menjadi ikon Kota Solok,” ujar Afrizal saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, pembangunan tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Selain mempercantik dan menata kawasan perkotaan, keberadaan pasar kuliner juga akan membuka ruang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha, memperluas pemasaran, serta memperkenalkan produk-produk lokal kepada masyarakat.
Dengan penataan yang lebih baik, aktivitas perdagangan dan produksi makanan di kawasan tersebut diharapkan berlangsung lebih nyaman, tertib, dan menarik. Kondisi itu diyakini dapat meningkatkan daya tarik Pasar Kuliner Jalan Cengkeh sebagai salah satu tujuan kuliner masyarakat di Kota Solok.
Afrizal menjelaskan, kawasan tersebut juga dirancang memiliki fungsi sosial. Selain menjadi tempat berjualan dan berinteraksi, fasilitas yang tersedia nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk penyediaan makanan dalam kegiatan sosial maupun kondisi tertentu yang membutuhkan pelayanan terpadu.
Salah satu bagian penting dari konsep itu ialah fasilitas dapur umum. Fasilitas tersebut dapat diaktifkan sewaktu-waktu apabila terjadi bencana atau keadaan darurat yang membutuhkan penyediaan makanan dalam jumlah besar bagi masyarakat terdampak.
![]() |
| . |
Keberadaan dapur umum di kawasan Pasar Kuliner diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan Pemerintah Kota Solok. Dengan fasilitas yang telah dipersiapkan, proses penyediaan makanan bagi warga terdampak bencana dapat dilakukan secara lebih cepat, terorganisasi, dan efisien.
Pengelolaan kawasan ke depan juga diharapkan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, pelaku UMKM, organisasi kemasyarakatan, komunitas, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem kawasan yang tidak hanya berorientasi pada perdagangan, tetapi juga memberikan manfaat sosial secara berkelanjutan.
Dengan konsep tersebut, Pasar Kuliner Jalan Cengkeh diharapkan tidak berhenti sebagai proyek pembangunan infrastruktur semata. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas masyarakat yang mengintegrasikan kuliner, pengembangan UMKM, interaksi sosial, serta dukungan terhadap penanganan kondisi kedaruratan.
Selain pengembangan Pasar Kuliner, Pemerintah Kota Solok juga merencanakan pembangunan Posko Tim Reaksi Cepat (TRC) Terpadu, Satpol PP dan Damkar, BPBD, serta tenaga kesehatan di depan Kantor Satpol PP dan Damkar Kota Solok. Fasilitas ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat mitigasi bencana dan mempercepat penanganan kondisi darurat.
Posko TRC Terpadu tersebut dirancang untuk mendukung pelaksanaan tugas personel di lapangan, terutama dalam melakukan kaji cepat atau fast assessment terhadap kejadian bencana. Melalui fungsi ini, petugas dapat segera mengidentifikasi jumlah korban, cakupan wilayah terdampak, tingkat kerusakan infrastruktur, serta kebutuhan penanganan awal.
Selain itu, posko tersebut akan berfungsi sebagai pusat komando dan informasi terpadu yang mendukung koordinasi layanan kedaruratan, termasuk integrasi dengan layanan Call Center 112 dan 119 serta aplikasi penanganan keadaan darurat.
Fasilitas itu juga diproyeksikan menjadi pusat mobilisasi logistik dan personel, sekaligus tempat penyediaan sarana penyelamatan yang dibutuhkan dalam penanganan bencana. Dengan adanya posko terpadu, koordinasi antarinstansi diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
Dari sisi pembiayaan, pembangunan infrastruktur pendukung pemulihan dan penanggulangan bencana dilaksanakan melalui mekanisme penganggaran resmi pemerintah daerah. Dukungan TKD dapat diarahkan untuk pembangunan fisik dan penguatan sarana prasarana, sementara kebutuhan operasional kedaruratan dapat menggunakan mekanisme Dana Siap Pakai (DSP) BNPB atau Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui pembangunan Pasar Kuliner dan Posko TRC Terpadu tersebut, Pemko Solok berupaya menjalankan dua agenda sekaligus, yakni mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana serta memperkuat sistem kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (DDP/Adv)
Komentar

