Padang - Malam di Padang Pariaman tak boleh lagi identik dengan jalan gelap, kecelakaan yang mengintai, atau rasa waswas warga ketika harus pulang larut.
Lantas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman mengambil langkah tegas dengan menggandeng PT PLN (Persero) UID Sumatera Barat untuk membenahi tata kelola Penerangan Jalan Umum (PJU) melalui program “Padang Pariaman Terang”.
Bukan sekadar proyek lampu jalan, kerja sama ini menyentuh langsung soal keselamatan, keamanan, dan denyut ekonomi masyarakat setelah matahari tenggelam.
Kesepakatan itu dikunci lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berdurasi lima tahun. Kepala Dinas Perhubungan Padang Pariaman, Zahirman, bersama Manajer PLN UP3 Padang, Rudi Hamiri, menandatangani kerja sama tersebut di Kantor UP3 Padang, Jumat (11/9/2026).
Durasi lima tahun menjadi sinyal bahwa persoalan penerangan jalan tidak ingin lagi ditangani secara tambal sulam, melainkan melalui tata kelola yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Namun, pekerjaan besar justru dimulai setelah tinta perjanjian mengering. Dinas Perhubungan Padang Pariaman akan melakukan survei dan pendataan ulang terhadap titik PJU yang rusak serta kawasan yang masih gelap gulita.
Pemerintah nagari didorong aktif melaporkan kondisi lapangan, sebab merekalah yang paling mengetahui titik-titik yang setiap malam menjadi ruang rawan bagi pengendara dan warga.
.
Lampu jalan yang menyala bukan sekadar soal terang atau gelap. Di balik satu titik penerangan, ada pengendara yang ingin pulang dengan selamat.
Pedagang yang berharap dagangannya tetap bergerak, serta warga yang tak ingin rasa takut menjadi teman perjalanan setiap malam. Apalagi pergi berjalan maqhangkak untuk beribadah ke Masjid, Surau, ataupun Mushalla.
Pembenahan PJU ditargetkan mampu menekan risiko kecelakaan sekaligus mengurangi kerawanan kriminalitas di jalan raya.
Yang membuat kerja sama ini tak berhenti pada urusan PJU, manfaatnya juga diarahkan menyentuh persoalan akses energi masyarakat di nagari.
Zahirman menyebut kemitraan dengan PLN dapat membuka ruang percepatan program sosial, termasuk Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi keluarga kurang mampu serta perluasan jaringan Listrik Desa (Lisdes).
Artinya, agenda “Padang Pariaman Terang” berpotensi membawa misi yang lebih besar. Memastikan terang tidak hanya hadir di ruas jalan, tetapi juga masuk ke rumah-rumah warga yang selama ini belum menikmati listrik secara layak.
PLN UP3 Padang bersama unit layanan di Pariaman, Lubuk Alung, dan Sicincin pun menyatakan kesiapannya turun langsung ke lapangan.
Tantangannya kini kian jelas. Memastikan setiap laporan tidak berhenti di meja administrasi dan setiap titik gelap benar-benar mendapat perhatian.
Sebab, program sebesar apa pun akan kehilangan makna, jika warga masih harus melewati jalan tanpa penerangan ketika malam tiba.
Padang Pariaman kini mempertaruhkan satu janji sederhana, tetapi dampaknya besar. Jalan harus terang, warga harus aman.
Jika program lima tahun ini berjalan serius, penerangan dapat menjadi pemantik aktivitas ekonomi malam. Memperkuat mobilitas warga, dan menciptakan lingkungan nagari yang lebih aman.
Tetapi jika pengawasan lemah dan pendataan tidak akurat, “Padang Pariaman Terang” hanya akan menjadi slogan.
Masyarakat kini menunggu pembuktian. Bukan sekadar lampu yang menyala, tetapi perubahan yang benar-benar terasa ketika malam turun.(saco).
Komentar