Anton Saputra (Wartawan Madya Sertifikasi Dewan Pers)
MENTARI pagi di Kota Sawahlunto kini menyinari pemandangan yang berbeda. Dari balik dinding-dinding kelas yang dahulunya rapuh, terdengar gelak tawa anak-anak sekolah yang menyambut hari dengan penuh semangat. Senyum yang sama juga terlihat di sepanjang jalan-jalan kota, di mana roda kendaraan meluncur mulus tanpa lagi harus berhadapan dengan lubang dan debu yang mengganggu perjalanan. Sebuah pergeseran nyata sedang berlangsung di kota bersejarah ini, mempertemukan harapan masyarakat dengan komitmen nyata pembangunan.
Perubahan besar ini berawal dari kebijakan terarah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang mengucurkan alokasi anggaran hampir Rp20 miliar untuk membenahi satuan pendidikan di Sawahlunto. Berlandaskan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan, sentuhan pembenahan itu hadir secara bertahap dan terukur.
Pada tahap awal, anggaran Rp10,9 miliar disalurkan untuk memperbaiki 19 sekolah dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SPNF-SKB. Laju perbaikan itu tidak berhenti di sana, melainkan berlanjut di tahun 2026 dengan alokasi sekitar Rp8,8 miliar bagi 10 sekolah dasar lainnya.
Di balik deretan angka dan lembaran dokumen kebijakan tersebut, terdapat cerita tentang kebersamaan warga yang menghidupkan kembali semangat gotong royong. Pelaksanaan proyek ini diserahkan langsung kepada Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan yang melibatkan pihak sekolah, komite, dan masyarakat sekitar secara swakelola.
Para orang tua, guru, dan warga bahu-membahu mengawasi serta memoles setiap sudut bangunan sekolah anak-anak mereka. Penentuan sekolah penerima bantuan pun berdiri di atas fondasi data Dapodik yang valid serta hasil verifikasi langsung oleh Perguruan Tinggi Negeri yang ditunjuk kementerian, memastikan setiap rupiah dana publik bekerja secara tepat sasaran.
Semangat perbaikan sarana belajar ini berkelindan rapat dengan pembenahan infrastruktur fisik yang sedang dipacu Pemerintah Kota Sawahlunto. Di saat bangunan-bangunan sekolah mulai berdiri kokoh dan rapi, pengerjaan serta pengaspalan jalan di 16 titik kota turut berjalan beriringan.
Akses jalan yang baik memudahkan langkah para siswa menuju sekolah, memangkas waktu tempuh para petani dan pedagang, serta menggerakkan urat nadi perekonomian lokal secara keseluruhan. Infrastruktur jalan dan fasilitas pendidikan yang layak hadir sebagai dua pilar utama yang saling menguatkan demi pemerataan akses sosial warga.
Kini, wajah Sawahlunto kian memancarkan optimisme baru. Rasa syukur bergema di tengah warga ketika menyaksikan perubahan nyata di sekitar tempat tinggal mereka: jalan-jalan kota makin mulus dan sekolah-sekolah tempat menuntut ilmu kini tampil makin rancak.
Sinergi antara arahan Presiden Prabowo Subianto, kerja keras Kemendikdasmen, serta partisipasi aktif masyarakat dan pemerintah daerah telah membuka lembaran anyar—menatap era baru Sawahlunto yang terus bergerak maju. (*_*)
Komentar