Hari Keenam Galodo, Dinsos Solok Tetap Masak 2.000 Porsi Sehari -->

Iklan Atas

Hari Keenam Galodo, Dinsos Solok Tetap Masak 2.000 Porsi Sehari

Minggu, 27 September 2026
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, baju hitam saat ikut memasak (foto,Def)

Kab. Solok, fajarsumbar.com — Memasuki hari keenam pascabanjir bandang (galodo) yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Solok terus berjibaku memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak dan para pengungsi.


Dinsos Kabupaten Solok tetap mengoperasikan dapur umum dengan kapasitas hingga 2.000 porsi makanan setiap hari. Dapur umum tersebut disiapkan untuk memastikan kebutuhan makanan warga tetap terpenuhi selama proses penanganan pascabencana berlangsung.


Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Desmalia Ramadhanur, saat ditemui di Arosuka, Minggu (27/9/2026), mengatakan hingga hari keenam dapur umum masih mampu menyediakan sekitar 2.000 porsi makanan per hari.


Pegawai Dinas Sosial dan petugas lainnya ikut menyiapkan makanan di hari ke enam ini 


“Dapur umum sampai hari keenam ini masih kami siapkan dengan kapasitas sekitar 2.000 porsi setiap harinya,” kata Desmalia.


Menurutnya, makanan yang disiapkan diperuntukkan bagi warga terdampak bencana dan pengungsi yang masih membutuhkan bantuan konsumsi. Dinsos terus menyesuaikan distribusi makanan dengan kondisi dan kebutuhan di masing-masing lokasi pengungsian.


Selain mengoperasikan dapur umum, Dinsos juga menyalurkan bantuan bahan makanan kepada masyarakat yang secara swadaya mendirikan dapur umum. Bantuan serupa juga diberikan untuk mendukung personel TNI, Polri, dan unsur lainnya yang terlibat dalam penanganan bencana.


Bantuan bahan makanan tersebut antara lain berupa telur, mi instan serta berbagai kebutuhan dapur lainnya. Bantuan itu diharapkan dapat membantu keberlangsungan dapur umum yang didirikan secara mandiri oleh masyarakat maupun unsur relawan.


Desmalia menyebutkan, dapur umum tambahan juga dioperasikan oleh relawan masyarakat, TNI, Polri dan Kejaksaan. Keberadaan sejumlah dapur umum tersebut turut memperkuat pemenuhan kebutuhan makanan bagi warga terdampak dan pengungsi.


Hingga saat ini, kebutuhan konsumsi pengungsi masih dapat terpenuhi karena bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan. Warga terdampak mengungsi di sejumlah lokasi, di antaranya rumah dinas Wakil Bupati Solok, Gedung Pemuda, Mapolres Solok dan kawasan depan Kantor Bupati Solok. Jumlah pengungsi di rumah dinas Wakil Bupati bahkan meningkat dari sekitar 30 orang menjadi sekitar 50 orang.


Dinsos Kabupaten Solok terus memantau kondisi dan kebutuhan warga di seluruh lokasi pengungsian. Selain makanan dan logistik, Desmalia mengatakan kebutuhan yang juga mendesak saat ini adalah ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para pengungsi. (def)