Ketua DPRD Kota Pariaman Sorot Jalan Sekolah Belasan Tahun Terlupakan -->

Iklan Atas

Ketua DPRD Kota Pariaman Sorot Jalan Sekolah Belasan Tahun Terlupakan

Rabu, 23 September 2026
Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim berikan pencerahan kepada siswa di SMPN 6 Pariaman (foto.dok.mm)

Kota Pariaman - Bertahun-tahun akses menuju sekolah dibiarkan dalam kondisi yang membutuhkan perhatian. Di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan, persoalan seperti jalan menuju sekolah, kondisi bangunan, hingga pemetaan potensi siswa justru menjadi pekerjaan yang tak kalah mendesak.


Kondisi itu menjadi perhatian Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, sepanjang tahun pertama masa jabatannya pada 2025.


Tak hanya bicara soal ruang kelas dan fasilitas belajar, Muhajir mendorong pembenahan dari sisi yang lebih mendasar. Yakni siswa dan guru bisa sampai ke sekolah dengan nyaman. Bangunan tetap aman digunakan. Potensi anak tidak berhenti hanya karena kemampuan akademik semata, dikutip blog pribadinya pada Selasa (22/9/20206).


Fokus tersebut diarahkan antara lain ke MAN Kota Pariaman, SMP Negeri 6 Pariaman, serta SD Negeri 04 Batang Tajongkek.


Sorotan paling tajam menggelitik tertuju pada akses menuju MAN Kota Pariaman. Menurut Muhajir, jalan menuju madrasah tersebut telah kurang mendapatkan perhatian selama belasan tahun. 


Jalan itu bukan sekadar lintasan kendaraan. Ini adalah menjadi akses harian siswa, guru, tenaga kependidikan, sekaligus masyarakat sekitar. Pengaspalan jalan dinilainya sebagai bagian dari dukungan terhadap aktivitas pendidikan.


Di sisi lain, kondisi atap SMP Negeri 6 Pariaman juga masuk dalam agenda pembenahan. Muhajir menilai bangunan sekolah yang aman merupakan kebutuhan dasar dalam proses belajar-mengajar. 


Siswa dan guru tidak seharusnya menjalankan aktivitas pendidikan dengan dibayangi persoalan fasilitas yang membutuhkan rehabilitasi.


Namun, perhatian terhadap pendidikan tak berhenti pada beton, aspal, dan bangunan sekolah.


Ia bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) pada 2025 juga mendorong pemetaan minat dan bakat siswa di Kecamatan Pariaman Timur dan Pariaman Selatan.


Program itu berangkat dari kenyataan bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dan tidak seluruhnya dapat diukur melalui prestasi akademik.


Pemetaan tersebut mencakup potensi di berbagai bidang, mulai dari olahraga, seni, kepemimpinan, teknologi, hingga kemampuan lainnya. "Hasil pemetaan dapat menjadi pijakan bagi sekolah, orang tua, dan pemerintah untuk memahami arah pengembangan seorang anak" kata Muhajir.


Pendidikan, dalam pandangannya, bukan sekadar mencetak nilai di atas kertas, tetapi membuka ruang agar setiap potensi anak dapat tumbuh.


Dari jalan sekolah yang perlu dibenahi hingga bakat siswa yang perlu dipetakan, perhatian terhadap pendidikan Pariaman akan menyentuh dua persoalan sekaligus. Yakni lingkungan belajar dan masa depan anak.


"Keduanya saling berkaitan. Infrastruktur yang layak memberi rasa aman dan nyaman, sementara pemetaan potensi memberi arah bagi generasi muda," sebut Muhajir. 


Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pendidikan Kota Pariaman agar tidak hanya memiliki sekolah yang berdiri kokoh. Tetapi juga anak-anak mendapat ruang untuk berkembang sesuai potensi dan bakatnya.(saco)