PKM Inplementasi Instalasi Pengelolaan Air Limbah Industri Tahu Dapat Diaplikasikan Pada Lahan Terbatas Industri Tahu IKM Dapur Tahu Alami Kota Padang -->

Iklan Atas

PKM Inplementasi Instalasi Pengelolaan Air Limbah Industri Tahu Dapat Diaplikasikan Pada Lahan Terbatas Industri Tahu IKM Dapur Tahu Alami Kota Padang

Jumat, 18 September 2026

 

.
Padang, FajarSumbar.Com -
Poduksi tahu merupakan sejenis makanan yang kebanyakan disukai oleh manusia dan hampir semua menyenangi makanan tahu, baik anak-anak maupun orang dewasa. Seiring meningkatnya penggemar makanan tahu, maka meningkat pula jumlah industri tahu, termasuk, jumlah industri tahu di Kota Padang. Data terakhir diperoleh jumah industri tahu di kota Padang 15 unit usaha yang tersebar di beberapa kecamatan.

Industri tahu tergolong industri kecil menengah berproduksi dengan metode tradisional yang banyak tersebar dikota-kota besar dan kecil. Umumnya lokasi atau area tempat berproduksi industri tahu memiliki lahan yang sangat terbatas. Proses pembuatan tahu masih bersifat tradisional yang menghasilkan limbah padat dan berasal dari sisa ampas kacang kedelai serta air limbah.

Limbah padat dapat diolah menjadi makan ternak, sedangkan Air limbah tahu sebelum dibuang ke badan air perlu diproses pengolahan terlebih dahulu. Proses pengolahan air limbah tahu ini perlu dirancang instalasi pengolahan air limbah tahu yang portable dan dapat diaplikasikan pada lahan terbatas.

Menurut Drs.Raimon. Dipl.Sc.MT bersama tim penelitian di Politeknik ATI Padang tahun 2025 telah melakukan penelitian Rancang Bangun dan Pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri tahu yang dapat Diaplikasikan pada lahan terbatas.

"Hasil penelitian ini cukup sukses, IPAL yang dibuat dapat menurunkan polutan organik sekitar 60 % -80 % dan padatan tersuspensi sekitar 90 %. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dilanjutkan program uji coba IPAL tersebut di industri melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)," imbuh Raimon.

Program PKM Politeknik ATI Padang yang dilaksanakan, tanggal, 4 Agustus 2026 dengan tim PKM terdiri dari Drs.Raimon.Dipl.Sc.MT sebagai ketua tim dengan anggota sebagai berikut: (1) Ir. Fatmir Edwar. MP, (2) Ir .Fejri Subriadi. M.T, (3) Effendi. M.Kom, (4) Dr.Candrianto. ST. M.Pd, (5) Syafrinal. S.Pd. M.Si, (6) Pevi Riani. M.Si dan (7) Melysa Putri. M.Si. Sebagai mitra pada kegiatan PKM adalah IKM Dapur Tahu Alami beralamat di Jalan Adinegoro No.12 RT.01 RW.002 Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah.

Ia juga menyebutkan, Tim PKM Politeknik ATI Padang tahun 2026 ini, telah berhasil merekaya kembali alat IPAL untuk ditempatkan di lokasi pabrik tahu yang memiliki lahan terbatas. Setelah dilakukan uji coba alat IPAL tersebut di lokasi pabrik tahu IKM Dapur Tahu Alami yang beralamat di Jalan Adinegoro No. 12 Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah, diperoleh data sebagai beikut; Uji kinerja alat IPAL tersebut telah memberikan aktivitas yang efektif, dimana alat IPAL tersebut mampu bekerja dengan baik dan aliran air limbah tahu juga bersiklus dengan baik. Air limbah tahu mulai dari tanki awal terus ke tanki flokulator dan berakhir pada tanki penyaring pasir mampu mengalir dengan baik. 

Hasil uji laboratroium terhadap kualitas air limbah tahu setekah diolah dengan IPAL memberikan hasil yang baik dan memenuhi standar yang berlaku. Berdasarkan hasil perhitung Beban Pencemaran terhadap kualitas air limbah tahu setelah diolah dengan IPAL diperoleh nilai sebagai berikut: nilai Beban Pencemaran parameter BOD-5 diperloleh sekitar 0,14 - 0,44 Kg/Ton (Maks. 3 Kg/Ton), parameter COD sekitar 0,21 – 1,01 Kg/Ton (Maks. 6 Kg/Ton) dan parameter TSS berkisar 0,05 – 0,06 Kg/Ton (Maks. 4 Kg/Ton). Baku mutu yang digunakan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 tentang baku mutu air limbah tahu.

"Tim PKM Politeknik ATI Padang berharap, agar pabrik tahu yang berada di wilayah Kota Padang khususnya atau wilayah Sumatera Barat umumnya dapat meningkatkan peduli terhadap lingkungan, terutama lingkungan air, dengan merencanakan pengolahan air limbah tahu dari proses produksi. Disain alat IPAL ini dapat dikembangkan di setiap lokasi pabrik tahu yang memiliki lahan terbatas," ujarnya. ( Rilis Tim Pkm Atip  )