![]() |
| Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Hendra Aswara |
Parik Malintang - Perang melawan stunting tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. 206 kader dan perangkat nagari kini didorong menjadi ujung tombak untuk memastikan pelayanan dasar, kesehatan keluarga, hingga pencegahan stunting benar-benar menyentuh masyarakat.
Penguatan itu dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas dalam Mendukung Pemberdayaan Keluarga dan Pelayanan Masyarakat, Registrasi Posyandu serta Pelaporan Konvergensi Stunting di Hall Kantor Bupati, Parik Malintang, Rabu (30/9/2026). Kegiatan diikuti Kaur dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) se- Padang Pariaman.
Sekda Hendra Aswara, mewakili Bupati Padang Pariaman, menegaskan Posyandu memiliki posisi strategis karena menjadi layanan yang paling dekat dengan keluarga. Dari titik inilah berbagai persoalan kesehatan masyarakat diharapkan bisa dideteksi dan ditangani lebih cepat.
“Posyandu merupakan wadah pelayanan masyarakat yang berada dekat dengan masyarakat dan keluarga, serta menjadi salah satu ujung tombak pelayanan dasar di nagari,” tegas Hendra.
Dia menekankan, percepatan penurunan stunting bukan pekerjaan satu institusi, melainkan membutuhkan gerak bersama pemerintah nagari, kader, kecamatan hingga pemerintah kabupaten.
Tak berhenti pada persoalan stunting, Kader Pembangunan Manusia juga diminta ikut mengawal upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI).
Kader diharapkan aktif memberikan informasi, mengingatkan keluarga, sekaligus mendorong masyarakat segera mengakses layanan kesehatan ketika dibutuhkan.
Di sisi lain, Pemkab Padang Pariaman terus mendorong pemenuhan Universal Health Coverage (UHC) agar akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan semakin luas.
Penguatan kapasitas kader dinilai penting agar kebijakan kesehatan tidak berhenti di tingkat pemerintahan, tetapi diterjemahkan menjadi pelayanan nyata di tengah masyarakat.
Melalui Bimtek tersebut, para peserta dibekali penguatan pengetahuan terkait pemberdayaan keluarga, pelayanan masyarakat, registrasi
Posyandu dan pelaporan konvergensi stunting. Hendra meminta seluruh peserta tidak sekadar mengikuti kegiatan, tetapi membawa pulang pengetahuan yang bisa langsung diterapkan.
“Jadikan Bimtek hari ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita, agar dapat mengurangi dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di masyarakat,” tutup Hendra.
Kader bukan sekadar pelengkap program, tetapi garda depan yang menentukan seberapa cepat persoalan kesehatan keluarga terdeteksi dan ditangani di tingkat nagari.(saco)
Komentar