![]() |
| Saat rapat bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok, Masheri Yanda Boy, S.H bersama kepala OPD. (foto.Def) |
Kab. Solok, fajarsumbar.com - Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok, Masheri Yanda Boy, S.H., memimpin rapat koordinasi penanganan pascabanjir bandang (galodo) di Posko Bencana, halaman Kantor Bupati Solok, Rabu (23/9/2026).
Rapat diikuti para asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran terkait.
Rapat tersebut digelar untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak dengan membagi tugas secara jelas kepada masing-masing OPD.
Setiap perangkat daerah diminta mengetahui peran dan tanggung jawabnya agar penanganan di lapangan berjalan terarah, cepat, dan tidak tumpang tindih.
Salah satu fokus utama adalah percepatan distribusi bantuan logistik, makanan, pakaian, serta kebutuhan dasar lainnya kepada warga terdampak yang berada di posko pengungsian.
Pembagian tugas dilakukan untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara tepat dan merata kepada masyarakat yang membutuhkan.
Di bidang kesehatan, Dinas Kesehatan bersama jajaran terkait diarahkan melakukan pelayanan kesehatan, pembersihan fasilitas umum, serta langkah pencegahan terhadap potensi penyebaran penyakit setelah air banjir surut.
Sementara untuk infrastruktur dan kebersihan, OPD terkait akan mengerahkan personel dan alat berat guna membersihkan lumpur serta material sisa banjir dan melakukan normalisasi saluran air.
Selain penanganan fisik, pemerintah juga melakukan pendataan kerusakan dengan menginventarisasi rumah warga, fasilitas umum, lahan pertanian, serta sarana lainnya yang terdampak.
Data tersebut menjadi dasar dalam menghitung kerugian sekaligus menyusun langkah rehabilitasi dan pemulihan pascabencana.
Pemerintah Kabupaten Solok sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari sejak Selasa (22/9/2026), menyusul banjir bandang yang menerjang kawasan pusat pemerintahan di Arosuka dan permukiman warga pada Senin (21/9/2026) malam.
Penetapan status tersebut dilakukan untuk memfokuskan seluruh sumber daya pemerintah bersama Forkopimda dalam penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Masheri Yanda Boy menegaskan, pembagian tugas antar-OPD menjadi langkah penting dalam mempercepat penanganan pascagalodo.
“Hari ini harus kita bagi beberapa OPD untuk mempercepat penanganan pascabanjir galodo ini. Siapa mengerjakan apa harus jelas, sehingga seluruh upaya kita di lapangan bisa berjalan terarah dan masyarakat segera mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan,” jelasnya. (def)
Komentar