![]() |
| TRC BPBD Padang Pariaman bersama Tim Gabungan sedang mengusung jenazah korban galodo banjir bandang di Kayu Aro, Kabupaten Solok (foto.dok.bpbdpdgprm) |
Padang Pariaman - Empat hari berjibaku di tengah medan bencana akhirnya berbuah kepastian. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Padang Pariaman bersama tim gabungan lainnya berhasil menemukan satu jenazah korban yang sebelumnya dinyatakan hilang sejak banjir bandang dan galodo menerjang, Kayu Aro, Kabupaten Solok pada 21 September 2026.
Misi kemanusiaan itu berangkat setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman di bawah komando Kalaksa BPBD Emri Nurman, sesuai instruksi Bupati Padang Pariaman pada 22 September 2026, mengerahkan kekuatan untuk membantu penanganan bencana.
Emri Nurman yang dihubungi Wartawan fajarsumbar.com, Sabtu sore (26/9/2026) menyebut bahwa sebanyak 11 personel TRC Padang Pariaman yang diturunkan tersebut dengan satu tujuan yakni mencari, menolong, dan memastikan korban tidak dibiarkan tanpa kepastian.
"Mereka datang bukan sekadar sebagai petugas, tetapi tugas kemanusian," kata dia. Di balik seragam dan perlengkapan penyelamatan, ada misi kemanusiaan untuk membantu saudara sendiri yang sedang menghadapi kehilangan.
Lumpur, material bencana, medan berat, dan ancaman keselamatan tidak menghentikan langkah para personel dalam menjalankan tugas di wilayah terdampak.
Hari demi hari pencarian dilakukan bersama tim gabungan. Hingga memasuki hari keempat, titik terang akhirnya muncul. Satu korban yang sejak hari pertama bencana dinyatakan hilang, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Penemuan korban itu, mengakhiri penantian panjang keluarga sekaligus menutup salah satu bagian paling kelam dari tragedi tersebut.
Penemuan jenazah itu menjadi penanda bahwa operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan selesai. Tidak ada sorak kemenangan dalam misi tersebut. Hanya kelegaan karena satu korban akhirnya ditemukan, dan dapat dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak.
Setelah menyelesaikan tugas kemanusiaan selama empat hari, 11 personel TRC BPBD Padang Pariaman diperbolehkan kembali ke daerah asal pada Jumat.
"Mereka dipulangkan untuk memulihkan kondisi fisik setelah berhari-hari berada di tengah medan bencana dan menjalankan operasi pencarian bersama tim gabungan," tutur Emri Nurman.
Bencana boleh meninggalkan lumpur, kerusakan, dan duka mendalam. Namun di tengah kepungan tragedi, kepedulian tidak boleh ikut terkubur.
Empat hari pengabdian TRC BPBD Padang Pariaman di Solok menjadi bukti bahwa ketika bencana memisahkan seseorang dari keluarganya, masih ada tangan-tangan kemanusiaan yang terus mencari hingga kepastian ditemukan.(saco)
Komentar