![]() |
| Saat pertemuan Wali Nagari Mardi Handerson, bersama salah satu jorong nya, untuk mengklarifikasi bantuan yang di fasilitasi asisten dua Jefrizal |
Kab. Solok, fajarsumbar.com — Wali Nagari Koto Gaek Guguak, Mardi Handerson, mendatangi Posko Bencana Galodo Kabupaten Solok di depan Kantor Bupati Solok, Minggu (27/9/2026). Kedatangannya untuk mengklarifikasi informasi yang menyebut dirinya bersama salah seorang jorong mengambil bantuan beras sebanyak tiga ton.
Mardi mengaku keberatan dengan informasi tersebut karena menurutnya tidak pernah mengambil beras sebanyak tiga ton dari pos bantuan bencana. Ia kemudian membawa dua orang warga yang sebelumnya menyampaikan informasi tersebut untuk ikut memberikan penjelasan dan meluruskan persoalan.
Menurut Mardi, dirinya bersama pihak jorong tidak pernah mengambil bantuan beras tiga ton sebagaimana informasi yang beredar. Karena itu, ia meminta agar persoalan tersebut segera diklarifikasi sehingga tidak berkembang menjadi informasi yang keliru di tengah masyarakat.
Sementara itu, salah seorang warga yang dibawa Mardi menyampaikan bahwa informasi mengenai bantuan beras tersebut diperolehnya dari petugas BPBD yang bertugas sebagai penyalur bantuan di posko bencana.
Untuk meluruskan informasi tersebut, warga dan petugas BPBD kemudian dipertemukan dengan difasilitasi oleh Asisten II Pemerintah Kabupaten Solok, Jefrizal. Pertemuan tersebut dilakukan agar persoalan yang berkembang dapat dijelaskan berdasarkan informasi yang sebenarnya.
Mardi menegaskan, klarifikasi penting dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat menimbulkan persoalan baru. “Supaya informasi ini tidak berkembang dan menjadi hal yang kurang baik, maka harus segera diluruskan,” ujar Mardi.
Asisten II Kabupaten Solok, Jefrizal, menjelaskan bahwa persoalan tersebut lebih disebabkan oleh miskomunikasi antara warga dan petugas di posko bantuan bencana.
Menurut Jefrizal, Weli Annora, salah seorang petugas BPBD di posko, memang menyampaikan bahwa sebelumnya telah ada bantuan yang diberikan kepada salah satu nagari. Namun, petugas tersebut tidak menyebutkan nama nagari dan bantuan yang diberikan bukan tiga ton beras, melainkan sekitar 30 kilogram. Petugas juga tidak mengetahui bahwa warga yang meminta bantuan tersebut berasal dari Koto Gaek Guguak. (def)
Komentar