![]() |
| Asmel peserta JKN BPJS Kesehatan saat dirawat di RSUD Achmad Darwis Payakumbuh |
Lima Puluh Kota, fajarsumbar.com - Cedera serius saat berkebun mengharuskan Asmel Firdaus, petani asal Nagari Maek, Kabupaten Lima Puluh Kota, menjalani operasi akibat putusnya pembuluh darah di tangan kiri. Di tengah kekhawatiran akan biaya pengobatan yang besar, status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang masih aktif, membuatnya dapat menjalani perawatan tanpa terbebani biaya.
Peristiwa itu bermula ketika Asmel memotong kayu di kebunnya. Parang yang digunakannya justru mengenai tangan kiri, hingga menyebabkan cedera serius dan pendarahan hebat. Ia segera dibawa ke puskesmas oleh rekannya sebelum dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Achmad Darwis Payakumbuh, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Setibanya di rumah sakit, saya langsung mendapatkan penanganan dari tim medis. Setelah menjalani pemeriksaan, diketahui pembuluh darah di tangan kiri saya putus sehingga harus segera dioperasi," ujar Asmel.
Tim medis melakukan tindakan untuk menghentikan pendarahan dan melanjutkan pemeriksaan sesuai kebutuhan medis. Asmel kemudian menjalani operasi selama sekitar satu jam dengan anestesi umum atau bius total.
Sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu, Asmel mengaku sempat cemas ketika mengetahui dirinya harus menjalani operasi. Namun, kekhawatiran itu sirna setelah mengetahui kepesertaan JKN-nya pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) masih aktif.
"Awalnya saya khawatir memikirkan biaya operasi dan perawatan. Penghasilan sebagai petani tidak selalu pasti. Alhamdulillah, kepesertaan JKN saya masih aktif sehingga saya bisa menjalani pengobatan dengan lebih tenang dan fokus pada pemulihan," katanya.
Selama menjalani perawatan, Asmel mengaku mendapatkan pelayanan yang baik dari petugas rumah sakit. Ia juga merasa terbantu karena penanganan di IGD berlangsung sigap, tanpa harus disibukkan oleh urusan administrasi.
"Petugas dan dokter melayani dengan ramah dan sigap. Ketika masuk IGD, saya langsung mendapatkan pertolongan. Bagi saya, yang terpenting saat kondisi darurat adalah segera ditangani agar keselamatan pasien menjadi prioritas," tuturnya.
Asmel menambahkan, selama menjalani rawat inap lebih dari tiga hari, ia tidak merasakan perbedaan pelayanan dibandingkan pasien lainnya. Ia juga menyampaikan bahwa obat-obatan yang dibutuhkan tersedia selama perawatan.
Asmel meyakini bahwa Program JKN memiliki peran penting, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu. Semangat gotong royong dalam Program JKN memungkinkan peserta mengakses pelayanan medis sesuai indikasi dan ketentuan yang berlaku, tanpa harus menanggung sendiri seluruh risiko biaya pengobatan.
"Kalau tidak ada JKN, saya akan kesulitan memikirkan biaya pengobatannya. Kita tidak pernah tahu kapan musibah datang. Oleh karena itu, perlindungan kesehatan sangat berarti bagi saya dan keluarga," ucapnya.
Asmel berharap, Program JKN terus berjalan dan semakin banyak masyarakat memahami manfaat serta alur pelayanannya. Ia mengimbau masyarakat memastikan status kepesertaan tetap aktif dan mencari informasi melalui kanal resmi BPJS Kesehatan agar tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
"Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya. Kalau ingin mengetahui manfaat, prosedur, atau status kepesertaan JKN, tanyakan langsung melalui kanal resmi BPJS Kesehatan. Program JKN ini perlu kita dukung bersama agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat," imbau Asmel. (Humas BPJS Cabang Payakumbuh, Jum'at, 31/10/2026)
Komentar