Basnas Targetkan Mustahik Jadi Muzaki, Program Balai Ternak Digencarkan di Padang Pariaman -->

Iklan Atas

Basnas Targetkan Mustahik Jadi Muzaki, Program Balai Ternak Digencarkan di Padang Pariaman

Jumat, 02 Oktober 2026
Pengurus Baznas Padang Pariaman ketemu peternak pada salah satu kandang

Parik Malintang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman bersama BAZNAS RI dan BAZNAS Padang Pariaman menggeber Program Balai Ternak sebagai strategi mengubah zakat dari sekadar bantuan menjadi modal produktif bagi mustahik.


Penguatan program dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Implementasi dan Kolaborasi Program Balai Ternak, Selasa (29/9/2026), di Ruang Pertemuan Sekretaris Daerah Padang Pariaman.


Bupati Padang Pariaman diwakili Asisten III, Sri Nelis, menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap program tersebut.


Menurutnya, kolaborasi BAZNAS, pemerintah dan stakeholder harus bermuara pada hasil nyata. Meningkatnya pendapatan, tumbuhnya usaha, dan semakin kuatnya kemandirian ekonomi keluarga mustahik.


Program ini tak cukup berhenti pada penyerahan ternak. Pengelolaan, pendampingan, penguatan kelompok, kesehatan hewan hingga dukungan teknis menjadi penentu agar bantuan tidak habis tanpa hasil. Pemerintah daerah mendorong keterlibatan seluruh pihak secara berkelanjutan.


Ketua BAZNAS Padang Pariaman M. Defriadi Dt. Rangkayo Basa menegaskan, Balai Ternak dirancang untuk membangun usaha yang terus berkembang. Target akhirnya bukan sekadar membuat mustahik memiliki ternak. Tetapi menciptakan sumber pendapatan hingga mereka mampu naik kelas dari penerima zakat menjadi muzaki.


Ketua BAZNAS RI diwakili Kepala Divisi Usaha Peternakan, Kurban, DAM dan Aqiqah, Ajat Sudrajat, menekankan bahwa bantuan ternak harus dibarengi pembangunan ekosistem peternakan.


Komitmen mustahik, pendampingan, dukungan pemerintah daerah dan sinergi BAZNAS menjadi mata rantai yang menentukan keberlanjutan program.


Dukungan teknis juga disiapkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Padang Pariaman, terutama untuk kesehatan hewan, pemeliharaan, manajemen ternak dan pendampingan kelompok.


Setelah FGD, tim turun melakukan asesmen kandang dan pemeriksaan sampel ternak di Lurah Parik, Nagari Koto Dalam, untuk memastikan kesiapan calon penerima, kondisi kandang, lingkungan serta kelayakan ternak.


Program Balai Ternak kini diuji pada satu pertanyaan besar: apakah zakat mampu benar-benar mengubah kehidupan mustahik? 


Kolaborasi BAZNAS RI, BAZNAS Padang Pariaman, pemerintah daerah dan stakeholder diarahkan untuk menjawabnya dengan hasil konkret. Bantuan menjadi usaha, usaha menjadi pendapatan, dan pendapatan menjadi kemandirian.(saco)