![]() |
| Muhammad Adis Abiyu, pahlawan panahan Sawahlunto, berpose usai raihan emas heroiknya di Porprov XVI Sumbar. (Foto: Fajar Marsiswanto/Humas KONI Sawahlunto) |
Padang, fajarsumbar.com - Gemuruh Hujan deras yang membasahi Lapangan Panahan Semen Padang, Jumat (2/10/2026), menjadi panggung pertarungan hidup-mati bagi kontingen Kota Sawahlunto pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat.
Di tengah gempuran cuaca ekstrem dan jarak pandang yang meredup, sang ksatria panah andalan Kota Arang, Muhammad Adis Abiyu, berdiri kokoh berdiri menantang badai. Tanpa gentar sedikit pun, ia kembali menorehkan tinta emas dengan merebut medali emas keduanya di nomor eliminasi perorangan cabang olahraga panahan.
Pertarungan sengit di nomor eliminasi ini menguji batas kemampuan fisik dan mental para pemanah dari seluruh penjuru Sumatera Barat. Ketika sengatan angin dan gemericik air hujan berusaha meruntuhkan konsentrasi, Adis menunjukkan ketahanan mental kelas dunia.
Dengan jemari yang mantap dan tatapan mata sekelam baja, ia menggenggam busurnya, menarik tali hingga batas maksimal, lalu melepaskan anak panah yang menembus tirai hujan tajam tepat menancap di titik tengah sasaran. Setiap tembakannya menjadi bukti superioritas dan ketenangan luar biasa di tengah tekanan hebat kompetisi.
Detik-detik menuju Puncak kejayaan menghadirkan suasana dramatis yang megah. Tepat beberapa menit sebelum gema azan Jumat mengangkasa di kompleks Semen Padang, busur terakhir Adis memastikan kemenangan mutlak bagi Sawahlunto. Momentum spiritual ini menyatu dengan jerih payah sang atlet, menciptakan gelombang haru yang membakar dada seluruh pengurus dan tim pelatih yang menyaksikan langsung aksi heroik tersebut di tepi lapangan.
Keberhasilan luar biasa ini melanjutkan dominasi Adis yang sebelumnya tampil perkasa pada nomor Kualifikasi Divisi Nasional. Kemenangan berturut-turut ini mengukuhkan namanya sebagai pahlawan olahraga yang pantang menyerah. Pelatih Panahan Kota Sawahlunto, Ryan Febryonas, tak kuasa menahan air mata kebanggaan menyaksikan anak didik terbaiknya melibas segala rintangan alam dan lawan.
"Alhamdulillah, rasa syukur yang tak terhingga atas raihan medali emas bagi Kota Sawahlunto ini. Ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan latihan intensif yang dijalani Adis selama ini. Terlebih keberhasilan ini diraih di hari yang penuh berkah menjelang waktu salat Jumat dan saat hujan deras mengguyur lokasi pertandingan, tentu menjadi pemicu semangat yang sangat besar bagi kami," ujar Ryan Febryonas dengan nada bergetar penuh haru.
Ryan menegaskan bahwa kobaran api semangat yang dinyalakan oleh Adis di tengah guyuran hujan badai ini harus menjadi bahan bakar moral bagi seluruh kontingen Kota Sawahlunto. Aksi pantang menyerah Muhammad Adis Abiyu kini tidak hanya mencatatkan nama Sawahlunto di puncak podium, tetapi juga menginspirasi seluruh atlet Kota Arang untuk terus bertarung habis-habisan demi memboyong pulang pundi-pundi emas berikutnya. (ton)
Komentar