![]() |
| Penanaman bibit pohon program KPHP Solsel di ikuti juga oleh bupati di wakili staf ahli bupati. (Abg) |
Solsel, fajarsumbar.com - KPHP Solok Selatan mendukung pelaksanaan Gerakan Penanaman Serentak dalam rangka Public Awareness Pemulihan Hutan dan Lahan serta rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026.
Di Kabupaten Solok Selatan, kegiatan diawali dengan acara seremonial di SMA Negeri 9 Solok Selatan dan dilanjutkan dengan penanaman di lokasi Kelompok Tani Hutan (KTH) Macang Badadu.
Secara keseluruhan, Gerakan Penanaman Serentak di Provinsi Sumatera Barat dilaksanakan pada 11 lokasi di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), dengan melibatkan sekitar 700 peserta dan penanaman sebanyak 11.050 bibit. Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pemulihan hutan dan lahan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam kegiatan seremonial tersebut, Kepala UPTD KPHP Solok Selatan, Hasan, S.Hut., membacakan laporan kegiatan mewakili Ketua Panitia, yaitu Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat. Sementara itu, Bupati Solok Selatan diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Ir. Indra Zuardi, yang membacakan sambutan Gubernur Sumatera Barat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur pimpinan daerah dan perangkat daerah Kabupaten Solok Selatan, Ketua DPRD, Kapolres, perwakilan ATR/BPN dan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), unsur Forkopimcam Pauh Duo, pimpinan instansi terkait, pihak sekolah, kelompok tani hutan, LPHN Kapau Sejahtera, lembaga mitra, pendamping, serta masyarakat setempat.
Penanaman 1.000 bibit di dua lokasi,sebagai bagian dari kegiatan seremonial, dilakukan penanaman sebanyak 50 batang bibit di lingkungan SMA Negeri 9 Solok Selatan. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya di kalangan generasi muda, agar berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan alam.
Selanjutnya, sebanyak 950 batang bibit ditanam di lokasi KTH Macang Badadu, Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo.
Penanaman ini melibatkan kelompok tani hutan dan masyarakat sebagai bagian dari upaya pemulihan lahan sekaligus pengembangan tanaman produktif yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
Adapun 1.000 batang bibit yang ditanam di Kabupaten Solok Selatan terdiri atas: 200 batang alpukat sambung bersertifikat; 200 batang durian sambung bersertifikat; 200 batang manggis bersertifikat; 100 batang surian; dan 300 batang kayu manis.
Pemilihan jenis tanaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan tutupan vegetasi, mendukung pemulihan fungsi lahan, serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Untuk memastikan keberhasilan penanaman, diperlukan komitmen bersama dalam melakukan pemeliharaan tanaman secara berkala, termasuk penyulaman terhadap tanaman yang mati.
Mendukung pemulihan hutan dan lahan, Gerakan Penanaman Serentak ini merupakan bagian dari upaya mendukung rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di Provinsi Sumatera Barat. Pada tahun 2026, kegiatan RHL di Sumatera Barat mencakup luas 1.890 hektare, termasuk 75 hektare di Kabupaten Solok Selatan.
Pemulihan hutan dan lahan menjadi semakin penting dalam menghadapi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, galodo, dan tanah longsor.
Penguatan tutupan vegetasi melalui penanaman yang disertai pemeliharaan secara berkelanjutan diharapkan dapat mendukung fungsi ekologis lahan serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.
Pelaksanaan Gerakan Penanaman Serentak di wilayah kerja KPHP Solok Selatan ini didukung melalui sumber pembiayaan RBP REDD+ GCF Output 2 Tahun Anggaran 2026. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemulihan hutan dan lahan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan, serta mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kolaborasi untuk Hutan yang Lestari
Melalui kegiatan ini, UPTD KPHP Solok Selatan berharap gerakan penanaman tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan tanaman dan pengelolaan lahan secara berkelanjutan. Penanaman di lingkungan sekolah diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini, sedangkan penanaman di lokasi KTH Macang Badadu diharapkan memberikan manfaat ekologis sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan tanaman produktif.
Sejalan dengan falsafah Minangkabau, “Alam takambang jadi guru,” alam mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dan mewariskan sumber daya alam yang lestari kepada generasi mendatang.
UPTD KPHP Solok Selatan mengajak seluruh unsur pemerintah, kelompok tani hutan, lembaga mitra, dunia pendidikan, dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian hutan, memulihkan lahan, serta mewujudkan lingkungan yang lestari dan masyarakat yang sejahtera.(Abg)
Komentar