![]() |
| Tim SAR melakukan proses evakuasi korban banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. (Ist) |
Padang, fajarsumbar.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/10/2026), kembali memicu banjir di sejumlah kawasan. Lubuk Minturun menjadi salah satu daerah yang dilaporkan terdampak, sehingga Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang bergerak melakukan penanganan di lapangan.
Laporan banjir diterima Kantor SAR Padang dari seorang warga Lubuk Minturun bernama Diki, sekitar pukul 14.30 WIB. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel untuk menuju lokasi kejadian.
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan tim diberangkatkan dengan membawa perlengkapan pendukung operasi pencarian, pertolongan, dan evakuasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kondisi darurat akibat meningkatnya genangan air setelah hujan dengan intensitas tinggi.
Lokasi yang dilaporkan berjarak sekitar 8,6 kilometer dari Kantor SAR Padang melalui jalur darat. Dengan perkiraan waktu tempuh sekitar 20 menit, petugas disiapkan agar dapat segera menjangkau kawasan terdampak.
Sejumlah peralatan turut dibawa, di antaranya kendaraan penyelamat jenis double cabin, perahu karet atau LCR dengan motor tempel, perlengkapan SAR air, peralatan evakuasi, peralatan medis, serta sarana komunikasi. Peralatan tersebut disiapkan untuk menunjang tindakan penyelamatan apabila dibutuhkan di lokasi banjir.
Abdul Malik menyebutkan, pendataan mengenai kondisi warga dan perkembangan situasi masih dilakukan. Informasi mengenai dampak banjir, termasuk kemungkinan adanya korban yang membutuhkan pertolongan, menunggu hasil pemantauan langsung petugas di lapangan.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat hujan deras berpotensi menyebabkan debit sungai meningkat secara mendadak. Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai maupun kawasan rawan banjir diimbau segera menjauhi lokasi berbahaya dan mengamankan diri ke tempat yang lebih tinggi apabila kondisi mulai mengancam keselamatan.
Banjir yang kembali melanda sejumlah kawasan Padang menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan perubahan kondisi cuaca dan kenaikan permukaan air. Kewaspadaan warga serta respons cepat petugas menjadi penting untuk mengantisipasi kemungkinan dampak yang lebih luas.(Ab)
Komentar