Mahkota Pemain Terbaik Porprov XVI Sumbar, Bukti Kualitas dan Kedewasaan Ferdian di Lapangan -->

Iklan Atas

Mahkota Pemain Terbaik Porprov XVI Sumbar, Bukti Kualitas dan Kedewasaan Ferdian di Lapangan

Minggu, 18 Oktober 2026
Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Asprov PSSI Sumbar, H. Indra Datuak Rajo Lelo, memberikan selamat secara langsung kepada Ferdian atas keberhasilannya meraih gelar Pemain Terbaik cabang olahraga sepak bola pada Porprov XVI Sumbar 2026 di Stadion Utama Sumbar seusai laga final. (foto: 217 sport photography)


Oleh: Anton Saputra (Wartawan Madya Sertifikasi Dewan Pers)


​SORAK-sorai dan riuh rendah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat yang berlangsung sejak 2 hingga 14 Oktober 2026 kini telah usai. Panggung kompetisi sengit antarwilayah tersebut meninggalkan sejuta kenangan, terutama dari cabang olahraga sepak bola yang menjadi mahkota olahraga karena daya pikatnya yang senantiasa menyedot perhatian ribuan pasang mata. 


Tim sepak bola Kota Sawahlunto berhasil mengukir prestasi manis dengan membawa pulang medali perak, sebuah pencapaian bergengsi yang melampaui target awal mereka. Namun, di balik keberhasilan dan drama laga puncak, ada satu nama yang menyita perhatian bukan sekadar karena kemahirannya mengolah si kulit bundar, melainkan karena keluhuran budi yang diperlihatkannya di atas rumput hijau.


Nama itu adalah Ferdian, seorang pemuda kelahiran Gantung Ciri, 15 Januari 2007. Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, gelandang bertahan sekaligus pengatur serangan ini tampil sebagai sosok sentral yang tak tergantikan bagi skuad Kota Sawahlunto sepanjang gelaran turnamen. 


Pemuda yang juga sedang meniti jalan profesional melalui seleksi Tim Elite Pro Academy (EPA) Garudayaksa FC ini membuktikan kualitasnya di setiap pertandingan. Ketenangannya menguasai bola, kelincahan dribel saat melewati lawan, hingga visi bermain dengan umpan-umpan matang yang akurat menjadi tontonan memukau yang berulang kali memancing tepuk tangan penonton di pinggir lapangan. 


Atas performa konsisten dan luar biasa tersebut, Ferdian dianugerahi gelar sebagai Pemain Terbaik cabor sepak bola Porprov XVI Sumbar.


​Ujian sejati bagi sang jenderal lapangan tengah hadir pada laga pamungkas. Pertandingan final yang mempertemukan Kota Sawahlunto dengan Kota Payakumbuh berlangsung sengit dan dipenuhi dinamika tinggi. Sebagai cabang yang menjadi mahkota olahraga, setiap detik di arena sepak bola membawa emosi yang sangat kuat. 


Laga intens tersebut berujung pada kemenangan Payakumbuh dengan skor tipis 1-2. Ketegangan pertandingan tak jarang memicu friksi, hingga atmosfer lapangan sempat memanas oleh kericuhan antarpemain di tengah laga. Di kala emosi meluap dan tensi memuncak, kedewasaan Ferdian justru terpancar paling terang.


​Di saat sebagian pemain larut dalam kekecewaan dan emosi instan, Ferdian tetap berdiri dingin dan berkepala dingin. Ia menolak untuk bertindak gegabah atau ikut terprovokasi. Tanpa ragu, pemuda 19 tahun itu melangkah ke tengah pusaran perselisihan, menenangkan rekan-rekannya, serta melerai pemain dari kedua belah pihak yang sedang beradu argumen. 


Gestur sederhana namun bermakna mendalam ini menunjukkan kualitas kepemimpinan dan jiwa sportifitas yang melampaui usianya.


​Kekalahan di partai final mungkin menyisakan rasa haus akan juara, tetapi teladan yang ditunjukkan Ferdian adalah kemenangan moral yang jauh lebih bernilai. Jiwa kesatria, ketenangan dalam tekanan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai olahraga yang ditunjukkannya menjadi cerminan karakter yang patut diwarisi oleh seluruh generasi penerus pesepak bola Kota Arang kedepannya. 


Ferdian telah membuktikan bahwa sepak bola layak menjadi mahkota olahraga bukan hanya karena olah bola yang indah, melainkan karena dari situlah lahir insan-insan berjiwa besar yang mampu menjaga kedamaian dan kehormatan permainan di saat yang paling krusial. (***)