Percasi Sumbar Berlaga Mandiri di Kejurnas Catur Ke-51 Tanpa Sokongan Dana KONI Provinsi -->

Iklan Atas

Percasi Sumbar Berlaga Mandiri di Kejurnas Catur Ke-51 Tanpa Sokongan Dana KONI Provinsi

Minggu, 25 Oktober 2026
Kontingen Pengprov Percasi Sumatera Barat berfoto bersama di lokasi Kejuaraan Nasional Catur ke-51 dan Rakernas Percasi ke-46 di Convention Hall UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Kota Serang, Banten, Minggu (25/10/2026). Meskipun berangkat secara mandiri tanpa bantuan dana dari KONI Provinsi, sebanyak 14 atlet catur Sumbar siap bersaing dan unjuk kebolehan di ajang nasional tersebut. (foto: istimewa)


Banten, fajarsumbar.com - Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Sumatera Barat menunjukkan komitmen dan tekad kuat untuk terus mengukir prestasi di kancah nasional. Meski terpaksa mengandalkan biaya mandiri akibat absennya bantuan dana dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat, sebanyak 14 atlet catur terbaik Ranah Minang tetap diberangkatkan untuk berlaga pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51 yang berlangsung di Serang, Banten, pada 23 hingga 29 Oktober 2026.


​Keikutsertaan para pecatur ini bukan sekadar partisipasi biasa, melainkan agenda strategis jangka panjang. Seluruh atlet yang dikirim merupakan para jawara yang sukses mengamankan medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat di Painan baru-baru ini. Kejurnas ini diplot sebagai kawah candradimuka sekaligus sarana pemusatan latihan dan persiapan awal sebelum mereka bertarung pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) 2027 mendatang. 


Pada ajang tingkat nasional ini, Percasi Sumbar membawahi kontingen yang bertanding di berbagai kategori, mulai dari kelompok Veteran, Senior Putra, Senior Putri, hingga kelompok Junior D, F, dan G putra-putri. Tidak hanya itu, rombongan Percasi Sumbar juga memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dengan mengikutsertakan peserta pelatihan pelatih dan wasit, serta menugaskan dua pengurus untuk menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar serentak dengan Kejurnas.


​Kondisi finansial yang membayangi keberangkatan kontingen ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum Pengprov Percasi Sumbar, Boy Purbadi, SH., WNP. PNP. Ketika dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp pada Minggu (25/10/2026), pria yang berprofesi sebagai advokat dan pengacara tersebut menegaskan bahwa dana operasional kontingen murni berasal dari kantong para atlet, kepedulian orang tua, serta gotong royong Pengurus Cabang (Pengcab) Percasi se-Sumatera Barat yang berkoordinasi erat dengan Pengprov.


​Dalam penjelasannya lebih lanjut, Boy Purbadi mengungkapkan bahwa pihak pengurus sebenarnya telah melakukan serangkaian upaya dan koordinasi dengan KONI Sumatera Barat untuk memohon dukungan anggaran keberangkatan. Mengingat para atlet membawa panji dan nama besar daerah di tingkat nasional, sudah menjadi ekspektasi wajar jika KONI turut bertanggung jawab atas pendanaan tersebut. Namun, hasil komunikasi langsung dengan Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, S.Fil. M.Si., beberapa hari sebelum jadwal keberangkatan justru berbuah penolakan halus berlandaskan regulasi dan keterbatasan anggaran.


​Berdasarkan penuturan Boy, Ketua Umum KONI Sumatera Barat menyampaikan bahwa sesuai aturan yang berlaku, penyaluran dana hibah untuk kegiatan Kejurnas ditujukan secara terbatas dengan mendahulukan cabang olahraga yang masuk skala prioritas dan berprestasi agar dana tepat sasaran. 


Di samping itu, KONI Sumatera Barat juga tidak mampu mengalokasikan bantuan untuk agenda Rakernas akibat tidak adanya kucuran dana hibah APBD Perubahan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. KONI sempat memberi saran agar Percasi Sumbar mencoba menggalang bantuan dari pihak ketiga, akan tetapi mepetnya tenggat waktu membuat Boy Purbadi mengambil keputusan cepat untuk menggalang dana swadaya.


​Keputusan tersebut diambil Boy dengan segera mengonsolidasikan seluruh Ketua Pengcab Percasi se-Sumatera Barat. Melalui komunikasi yang intens, ia menegaskan pentingnya menjaga asa para atlet agar Sumatera Barat tidak absen dari kalender kejuaraan nasional. Respons positif dan kepedulian tinggi dari seluruh pengurus cabang serta orang tua atlet akhirnya membuahkan hasil, sehingga pemberangkatan kontingen dapat terwujud walau tanpa serupiah pun bantuan dari KONI Provinsi.


​Keberhasilan memberangkatkan atlet di tengah himpitan dana ini dipandang Boy Purbadi sebagai bukti nyata kokohnya soliditas dan semangat kebersamaan di tubuh organisasi catur Sumatera Barat. Rasa saling percaya antar pengurus dan kepedulian terhadap masa depan atlet mampu mengalahkan keterbatasan finansial yang ada. Pihaknya sangat mengapresiasi dedikasi orang tua, atlet, dan jajaran Pengcab yang tak gentar berkorban demi nama daerah.


​Saat melepas kontingen, Boy memberikan arahan mendalam khususnya kepada para pecatur junior agar tidak berkecil hati dengan situasi minim sarana ini. Ia meminta seluruh atlet tetap fokus pada papan catur, menjaga sportivitas, serta menjaga nama baik Sumatera Barat di arena nasional. Boy meyakini bahwa ujian ini justru akan menempa mental bertanding para atlet menjadi lebih tangguh.


​"Prestasi justru akan lahir dalam keadaan dan kondisi yang sulit," tegas Boy Purbadi penuh optimisme saat membakar semangat para atletnya sebelum bertanding. (ton)