Oleh: Anton Saputra (Wartawan Madya Sertifikasi Dewan Pers)
GELANGGANG olahraga tidak pernah hanya sekadar tempat bertemunya fisik dan strategi, melainkan arena tempat menetesnya keringat, air mata, dan pertaruhan harga diri suatu daerah. Di balik kibaran bendera dan lantunan sorak penonton yang bergemuruh, ada perjuangan sunyi para atlet yang berlatih hingga batas kemampuan mereka.
Memahami betapa besarnya pengorbanan tersebut, dua sosok tokoh Kota Sawahlunto memilih hadir bukan sekadar memberikan buaian janji manis, melainkan melangkah nyata membawa kepedulian yang membakar semangat para pejuang olahraga. H. Idris dan H. Jhon Reflita menjadi benteng pendukung di balik layar yang siap mengawal setiap jengkal perjuangan kontingen Kota Arang dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.
Kedua figur ini memancarkan dedikasi yang utuh bagi kemajuan generasi muda. H. Idris, sosok pengusaha yang selama ini dikenal berjiwa dermawan, memegang teguh keyakinan bahwa investasi terbaik di dunia ini adalah investasi untuk semangat dan masa depan anak muda. Bagi beliau, menyokong potensi para atlet adalah bentuk pengabdian yang tak ternilai.
Sementara itu, H. Jhon Reflita yang mengemban amanah sebagai Ketua KONI Sawahlunto hadir dengan karakter yang tegas, loyal, dan senantiasa berada di garis terdepan ketika berbicara tentang kesejahteraan atlet. Dalam pandangannya, setiap bulir keringat yang jatuh di medan laga serta perjuangan membela nama daerah wajib mendapatkan penghargaan yang sangat layak.
Sinergi apik antara H. Idris dan H. Jhon Reflita menjelma menjadi sebuah aksi nyata yang mencakup seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan oleh Kontingen Kota Sawahlunto di Porprov XVI Sumbar. Menariknya, dorongan moral dan finansial ini lahir secara personal langsung dari kantong pribadi mereka berdua. Tanpa membeda-bedakan, mereka menyiapkan bonus apresiasi khusus bagi para pahlawan olahraga yang berhasil menyumbangkan medali.
Nilai penghargaan disiapkan secara terstruktur, yaitu sebesar dua juta rupiah untuk peraih medali emas, satu juta rupiah untuk medali perak, serta lima ratus ribu rupiah untuk medali perunggu. Bagi cabang olahraga beregu, besaran apresiasi akan disesuaikan secara proporsional sesuai kondisi di lapangan. Kepastian reward ini memberikan dorongan energi positif karena berlaku untuk semua atlet di seluruh cabang olahraga tanpa terkecuali, baik nomor perorangan maupun kelompok.
Langkah spektakuler ini sejatinya melampaui perhitungan angka-angka nominal semata. Di balik angka rupiah yang digelontorkan, tersimpan sebuah pesan mendalam yang ingin disampaikan kepada para atlet bahwa perjuangan mereka terlihat, kerja keras mereka dihargai, dan seluruh daerah menanti mereka pulang dengan kepala tegak sebagai juara.
Suntikan motivasi ini secara langsung menyulut optimisme membara di dada 520 atlet, pelatih dan official Kota Sawahlunto yang kini siap tempur seratus persen dengan fisik prima, mental baja, dan persiapan yang matang.
Di samping itu, angin segar juga berembus dari Pemerintah Daerah Kota Sawahlunto yang dikabarkan telah menyiapkan alokasi bonus fantastis sebesar 1,5 miliar rupiah bagi atlet dan pelatih berprestasi, walau pengumuman resminya masih dinantikan dari jajaran Pemerintahan Wali Kota Riyanda Putra dan Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah.
Sentuhan kepedulian tulus tersebut terbukti langsung membuahkan hasil manis di awal kompetisi. Hingga Jumat, 2 Oktober 2026, kontingen Sawahlunto berhasil mencatatkan awal yang gemilang dengan mengemas tiga medali emas dari cabang olahraga panahan (Perpani).
Pemanah andalan Muhammad Adis Abiyu tampil luar biasa menjadi bintang lapangan dengan menyumbangkan emas pertama pada nomor kualifikasi Divisi Nasional Putra, sebelum kemudian melipatgandakan raihannya melalui emas kedua dari nomor eliminasi perorangan putra. Dominasi Perpani Kota Arang semakin lengkap tatkala Muhammad Adis Abiyu bahu-membahu bersama dua rekannya, Habib Adelo dan Lucky Zahran Risdian, untuk merebut emas ketiga dari nomor eliminasi beregu tim putra.
Raihan tiga medali emas di awal laga ini barulah pembuka dari tirai perjuangan yang panjang. Para atlet melangkah ke gelanggang membawa doa, harapan masyarakat, serta kepastian bahwa di belakang mereka ada sosok-sosok pemimpin dan tokoh masyarakat yang siap menyambut serta menghargai setiap perjuangan mereka secara terhormat.
Dukungan tulus yang mengalir deras ini menegaskan satu hal bahwa perjuangan para atlet Kota Sawahlunto bukan hanya berburu medali, melainkan demi menjaga kehormatan dan mengibarkan kebanggaan bersama. (***)
Komentar