Tiga Emas Perpani Sawahlunto Guncang Semen Padang -->

Iklan Atas

Tiga Emas Perpani Sawahlunto Guncang Semen Padang

Jumat, 02 Oktober 2026
Tim dan pengurus cabor panahan (Perpani) Kota Sawahlunto foto bersama usai berhasil mengemas tiga medali emas pada ajang Porprov XVI Sumatera Barat di Lapangan Panahan Semen Padang, Jumat (2/10/2026). (foto: humas koni sawahlunto)


Oleh: Anton Saputra (Wartawan Madya Sertifikasi Dewan Pers)


​GEMURUH hujan deras yang membasahi Lapangan Panahan Semen Padang pada Jumat sore, 2 Oktober 2026, menjadi panggung pertarungan hidup dan mati bagi kontingen Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Sawahlunto pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat. 


Di tengah gempuran cuaca ekstrem dan jarak pandang yang meredup diselimuti tirai air, atmosfer kompetisi tidak sedikit pun menyurutkan bara api di dada para atlet Kota Arang. Tempat tersebut menjadi saksi bisu bagaimana ketabahan mental dan presisi jemari para ksatria panah putra Sawahlunto memukul mundur tekanan alam serta dominasi para lawan dari seluruh penjuru Sumatera Barat.


​Langkah spektakuler ini diawali oleh aksi mengagumkan sang ksatria panah andalan, Muhammad Adis Abiyu. Berdiri kokoh tanpa gentar sedikit pun, Adis membuka keran medali emas pertama bagi Sawahlunto melalui dominasinya yang perkasa pada nomor kualifikasi Divisi Nasional Putra. 


Ketepatannya membaca arah angin dan ketenangan geraknya menempatkan Sawahlunto di posisi teratas sejak awal perlombaan. Keberhasilan awal ini bukan sekadar raihan angka di papan skor, melainkan fondasi kokoh yang memicu kepercayaan diri seluruh anggota tim untuk melangkah lebih jauh di tengah arena yang kian membara.


​Tekanan kian memuncak saat kompetisi beralih ke nomor eliminasi perorangan putra, sebuah babak yang menguji batas maksimal fisik dan mental. Ketika sengatan angin kencang dan gemericik air hujan terus berusaha meruntuhkan konsentrasi, Adis kembali menunjukkan ketahanan mental kelas dunia. 


Dengan jemari yang mantap dan fokus sekelam baja, ia menggenggam busurnya, menarik tali hingga batas maksimal, lalu melepaskan anak panah yang menembus hujan deras hingga menancap tepat di titik tengah sasaran. Setiap tembakannya menjadi bukti superioritas dan ketenangan luar biasa di tengah tekanan hebat kompetisi.


​Sengatan semangat tersebut berlanjut dan mencapai puncaknya pada nomor eliminasi beregu tim putra. Gelombang kebangkitan Sawahlunto kian tak terbendung ketika Muhammad Adis Abiyu bahu-membahu bersama dua rekannya, Habib Adelo dan Lucky Zahran Risdian. 


Ketiganya tampil bagai satu kesatuan yang utuh, saling melengkapi dan menguatkan di tiap putaran tembakan. Kekompakan irama tarikan busur serta komunikasi yang dingin di bawah tekanan air hujan membuat kombinasi trio ksatria ini tampil sangat dominan dan sulit ditandingi oleh tim-tim daerah lain.


​Sapuan anak panah dari Habib, Adis, dan Lucky di babak final beregu secara resmi mengunci medali emas ketiga bagi cabang olahraga panahan Kota Sawahlunto pada gelaran Jumat (2/10/2026) tersebut. Keberhasilan melengkapi trigatra emas di sektor putra ini tidak hanya mengukuhkan keperkasaan Perpani Sawahlunto di kancah Porprov XVI Sumatera Barat, tetapi juga membuktikan bahwa tradisi juara Kota Arang lahir dari pembinaan yang matang dan kebersamaan yang solid. 


Tiga emas yang telah dikemas kini menjadi bahan bakar moral yang membakar semangat seluruh kontingen Sawahlunto untuk terus berjuang memboyong kejayaan berikutnya ke tanah kelahiran. (***)