Dharmasraya– Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp5,6 miliar untuk memperkuat fasilitas dan infrastruktur sektor pertanian di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, pada tahun 2026.
Kepala Dinas Pertanian Dharmasraya, Lasmiati, menyampaikan di Pulau Punjung, Senin, bahwa bantuan tersebut berasal dari pengajuan yang dilakukan kelompok tani pada tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan, dana Rp5,6 miliar itu akan dimanfaatkan untuk berbagai program, mulai dari pembukaan lahan sawah baru hingga perbaikan infrastruktur pertanian yang sudah ada.
Secara rinci, program tersebut meliputi pencetakan sawah baru seluas 64 hektare serta optimalisasi lahan sawah sekitar 300 hektare. Selain itu, anggaran juga digunakan untuk pembangunan dan peningkatan sarana pendukung, seperti irigasi perpipaan dan perpompaan, perbaikan jaringan irigasi tersier, serta pembangunan jalan usaha tani.
Lasmiati menambahkan, pencairan anggaran direncanakan dimulai pada Mei 2026 setelah adanya penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) antara kelompok tani dengan pihak Kementerian Pertanian.
Saat ini, proses verifikasi lapangan masih berlangsung untuk memastikan kelayakan usulan yang diajukan. Adapun pekerjaan fisik diperkirakan akan mulai dilaksanakan pada Agustus hingga September 2026.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa sektor pertanian di Dharmasraya masih menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, produksi gabah kering mencapai 8.082 ton.
“Untuk tahun 2026, diperkirakan hasil panen tetap surplus jika melihat kondisi saat ini,” ujarnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan lahan pertanian agar ketahanan pangan tetap terjaga, terutama di tengah tekanan alih fungsi lahan.(des*)
Komentar