Hattrick Farhan dan Dominasi 6 Gol: Amukan Talawi Putra di Liga TopSkor -->

AdSense New

Hattrick Farhan dan Dominasi 6 Gol: Amukan Talawi Putra di Liga TopSkor

Senin, 13 April 2026
Talawi Putra Dominasi Pekan Pertama Pascavakum Liga TopSkor. Empat momen krusial yang merangkum kebangkitan tim muda Sawahlunto. U-14 yang menang 6-0 atas Bintang Timur dalam laga bersejarah dengan 'striker-kiper' dadakan, U-16 yang 'pecah telor' dengan kemenangan 7-2, dan U-12 yang terus mengasah kemampuan sebagai tim masa depan. (foto/istimewa)


Sawahlunto, fajarsumbar.com - Setelah satu bulan lamanya meredup akibat jeda Ramadan dan Idulfitri, gairah sepak bola usia dini di Ranah Minang kembali menyala. Liga TopSkor (LTS) Zona Payakumbuh Regional Sumatera Barat kembali bergulir pada akhir pekan kedua April 2026, menyajikan dinamika luar biasa bagi kontingen Talawi Putra Sawahlunto. Tim yang membawa tiga kelompok umur ini melewati akhir pekan yang penuh dengan drama medis, strategi darurat yang brilian, hingga catatan impresif di papan klasemen.


​Panggung utama pada Sabtu, 11 April 2026, sebenarnya dijadwalkan menjadi laga pembuka yang sengit bagi Talawi Putra U-14 melawan Kamaru Sijunjung. Namun, pertandingan ini berakhir sebelum peluit pertama ditiupkan karena ketidakhadiran tim lawan. Sesuai regulasi, Talawi Putra dinyatakan menang Walk Out (WO) dengan skor 3-0, sebuah hasil yang secara matematis menguntungkan namun menyisakan dahaga kompetisi bagi para pemain yang sudah rindu merumput.


​Ketegangan yang sesungguhnya baru memuncak menjelang laga kedua saat armada asuhan Coach Maiyulis, yang akrab disapa Cilih, bersiap menghadapi Bintang Timur Payakumbuh. Skuad U-14 dilanda krisis lini belakang yang tak terduga. Akbar, satu-satunya penjaga gawang yang didaftarkan untuk pekan tersebut, mendadak tumbang akibat demam tinggi dan menggigil tepat sebelum laga dimulai. Tanpa kiper cadangan yang tersedia di daftar susunan pemain, Coach Cilih dipaksa memutar otak dalam waktu singkat.


​Pilihan berani akhirnya jatuh kepada Muhammad Daffa Al Raziq, seorang striker tajam asal Kolok yang merupakan siswa SMP 3 Talawi. Daffa yang terbiasa mengoyak jala lawan kini harus berdiri di bawah mistar untuk mengawal gawangnya sendiri. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan matang demi menutupi celah akibat absennya Akbar dan Fikri, rekan setim mereka yang juga harus menepi akibat cedera patah tangan saat bermain sepak bola di sekolah.


​Motivasi untuk berjuang demi rekan-rekan yang sakit ternyata menjadi bahan bakar yang luar biasa. Meski bermain dengan kiper darurat, Talawi Putra U-14 justru tampil menggila. Mereka melibas Bintang Timur Payakumbuh dengan skor telak 6-0. Pesta gol dibuka oleh Nizam, disusul satu gol dari Benzema, brace atau dua gol dari Farel, serta masing-masing satu gol pelengkap dari Kenzy dan Bagas. Kemenangan ini memastikan posisi mereka tetap kokoh dan tak tergoyahkan di puncak klasemen sementara dengan poin sempurna, 15 poin dari lima pertandingan yang telah dijalani.


​Keberhasilan ini menular ke kelompok umur U-16 di bawah asuhan Coach Fikri yang akrab disapa Aciak. Setelah sekian lama berjuang, mereka akhirnya berhasil "pecah telur" dengan meraih 3 poin pertama musim ini. Menghadapi tuan rumah PSKB Kubang Payakumbuh, pertandingan sempat berlangsung alot dengan aksi jual beli serangan pada 15 menit pertama. Namun, kebuntuan pecah di menit ke-17 yang menjadi titik balik dominasi total Talawi Putra. Laga berakhir dengan skor mencolok 7-2, di mana Farhan menjadi bintang lapangan lewat torehan hattrick. Fadlan Z menyumbang dua gol, sementara Fadlan S dan Revan masing-masing menyarangkan satu gol ke gawang lawan.


​Nasib berbeda dialami oleh skuad Talawi Putra U-12 pada Minggu, 12 April 2026, di Lapangan Persada. Bertemu dengan King Padang Panjang, mereka harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-5. Satu-satunya gol balasan dari Talawi diciptakan oleh Fahmi Suryadi di babak pertama. Tren negatif ini berlanjut pada laga kedua saat mereka ditekuk 0-2 oleh Liberty 50 Kota. Kendati demikian, hasil ini dipandang dengan perspektif positif oleh jajaran manajemen tim.


​Mayoritas pemain di skuad U-12 saat ini sebenarnya masih berusia 11 tahun, bahkan ada satu pemain yang baru menginjak usia 10 tahun. Hal ini merupakan bagian dari strategi pembinaan jangka panjang agar para pemain muda ini memiliki kematangan mental dan teknis saat mereka mencapai usia puncak di kategori tersebut tahun depan.


​Menanggapi dinamika akhir pekan yang penuh warna tersebut, jajaran tim pelatih Talawi Putra menyampaikan rasa bangganya atas determinasi anak asuhnya.


​"Kami tetap bangga dengan penampilan anak-anak sejauh ini. Sudah banyak perkembangan dan mereka jauh lebih berani dari penampilan sebelumnya. Ini merupakan pembinaan jangka panjang untuk tumbuhnya generasi sepak bola di Talawi Sawahlunto. Semoga kami bisa terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi daerah ini," ujar Cilih perwakilan tim pelatih Talawi Putra. (ton)