Tak Semua Guru Otomatis Anggota PGRI, Ini Penegasan Ketua PGRI Sijunjung di Forum Konsolidasi -->

AdSense New

Tak Semua Guru Otomatis Anggota PGRI, Ini Penegasan Ketua PGRI Sijunjung di Forum Konsolidasi

Kamis, 16 April 2026
Terlihat Ketua PGRI, Bunda Guru, Kapolsek dan Ketua Cabang, saat berada di ruangan Konsolidas. (ist)


Sijunjung, fajarsumbar.com - Fakta menarik terungkap dalam kegiatan konsolidasi organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Sijunjung. Tidak semua guru secara otomatis menjadi anggota PGRI. Keanggotaan hanya berlaku bagi mereka yang memenuhi ketentuan sesuai Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT) organisasi.


Penegasan ini disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Sijunjung, Syaiful Husein, saat membuka kegiatan Konsolidasi Organisasi yang digelar di Balairung Kantor Bupati Sijunjung, Rabu (15/4/2026).


Di hadapan lebih dari 200 guru dari berbagai jenjang pendidikan, Syaiful menekankan pentingnya pemahaman yang utuh terhadap peran dan fungsi organisasi. Ia mengingatkan bahwa PGRI bukan sekadar wadah formal, melainkan organisasi perjuangan yang memiliki aturan dan tanggung jawab yang harus dijalankan bersama.


“Kita ingin seluruh anggota benar-benar memahami tujuan organisasi. Jangan hanya menjadi anggota secara administratif, tetapi juga aktif berkontribusi,” tegasnya.


Kegiatan konsolidasi ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung, unsur Forkopimca, serta Bunda Guru Kabupaten Sijunjung. Suasana forum berlangsung dinamis dengan semangat kebersamaan yang kuat di antara para peserta.


Syaiful yang telah dua periode memimpin PGRI Sijunjung juga menegaskan bahwa organisasi terus berbenah dan melakukan berbagai terobosan. Salah satunya adalah memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah guna memperjuangkan hak-hak guru.


Menurutnya, isu perlindungan guru dalam proses pembelajaran menjadi perhatian serius. Selain itu, peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme guru juga menjadi agenda utama yang tidak pernah berhenti diperjuangkan.


“Jangan bertanya apa yang kita dapat, tapi pikirkan apa yang bisa kita berikan untuk organisasi dan dunia pendidikan,” ujarnya penuh semangat.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sijunjung, Puji Basuki, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran aktif PGRI. Ia menilai organisasi ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun dunia pendidikan.


“PGRI bukan hanya tempat berkumpul, tapi juga ruang diskusi, koordinasi, bahkan perdebatan yang sehat untuk mencari solusi terbaik,” ungkapnya.


Ia juga menyebut hubungan antara dinas dan PGRI selama ini berjalan sangat harmonis. Kolaborasi tersebut dinilai mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.


Di sisi lain, Bunda Guru Kabupaten Sijunjung, Nedia Fitri Benny Dwifa, menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung perjuangan para guru. Ia menilai peran guru sangat vital dalam membangun masa depan bangsa.


“Tanpa guru, kita tidak akan menjadi seperti sekarang. Semua berawal dari peran besar seorang guru,” ucapnya.


Sebelumnya, Ketua PGRI Cabang Sijunjung, Andi Furnandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti perwakilan guru dari seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, baik negeri maupun swasta.


Ia berharap, melalui konsolidasi ini, seluruh anggota memiliki kesamaan visi dan tidak lagi terjebak dalam perbedaan pandangan. Soliditas organisasi dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita besar PGRI di Kabupaten Sijunjung.(*)