![]() |
| . |
Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Lingkungan Hidup Turki, serta menghadirkan pembicara dari berbagai negara seperti Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Swiss, Perancis, Pakistan, dan Turki. Diskusi yang berlangsung menyoroti berbagai isu global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah terhadap keberlanjutan pendidikan tinggi lintas kawasan.
Delegasi UNP dipimpin oleh Deski Beri selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Internasional, mewakili Rektor. Ia didampingi oleh Ganefri dan Rusnardi Rahmat Putra.
Dalam ajang tersebut, UNP aktif mempromosikan berbagai capaian institusi sebagai salah satu perguruan tinggi berkembang di Asia Tenggara. Partisipasi ini mendapat respons positif, dengan banyak mitra internasional menunjukkan ketertarikan pada program double degree, dual degree, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga kolaborasi konferensi internasional.
Menurut Prof. Ganefri, kehadiran UNP di forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi di tingkat global. “Tingginya minat pengunjung terhadap stand UNP mencerminkan meningkatnya kepercayaan internasional terhadap kualitas institusi tersebut”, ujarnya.
Tak hanya itu, minat calon mahasiswa asing terhadap UNP juga terus meningkat, khususnya dari kawasan Turki, Siprus, Bulgaria, Irak, Iran, dan Rumania. Faktor kedekatan budaya serta reputasi UNP di media sosial dan pemeringkatan global menjadi pendorong utama.
UNP menandatangani lima nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perguruan tinggi internasional, yaitu Istanbul Aydin University, Piri Reis University, Superior University, Istanbul Esenyurt University, serta The University of Faisalabad.
Selain itu, UNP juga tengah menjajaki tiga kerja sama baru dengan Sakarya University, Universiteti Ismail Qemali Vlore, dan Erasmus+ Association Romania yang difokuskan pada pengembangan program double degree, dual degree, serta pertukaran mahasiswa dan staf.
Langkah ini menegaskan komitmen UNP dalam meningkatkan daya saing global melalui penguatan jejaring internasional di bidang pendidikan dan riset. (*)
Komentar