![]() |
| Petugas berjibaku membersihkan material longsor. |
Laporan: Syaiful Husein
Salah satu yang terdampak adalah rumah Ika Dian Wahyuni Sari, guru SMKN 2 Gunung Talang. Rumah Ika dilaporkan hancur setelah diterjang material galodo yang datang dari arah hulu Sungai Batang Laso.
Galodo terjadi sekitar pukul 19.45 WIB. Tingginya intensitas hujan memicu longsoran di kawasan hulu sungai. Material berupa kayu, pasir, batu berukuran besar dan lumpur kemudian terbawa derasnya arus hingga menerjang kawasan Arosuka.
Selain rumah Ika, rumah guru lainnya, Armayesi, juga dilaporkan mengalami kerusakan berat. Kedua guru tersebut menjadi bagian dari anggota PGRI Kabupaten Solok yang terdampak bencana malam itu.
Ketua PGRI Kabupaten Solok, Youngkerman, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terhadap anggota PGRI yang menjadi korban galodo. Data sementara yang diterimanya menunjukkan sudah terdapat guru yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
"Sampai saat ini kami masih mendata anggota yang menjadi korban galodo ini," ujar Youngkerman saat dihubungi fajarsumbar.com, melalui telepon seluler, Selasa (22/9/2926) pagi.
Menurutnya, selain rumah warga, galodo juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua. Bencana tersebut belum diketahui apakah menimbulkan korban jiwa, meski jumlah keseluruhan korban dan kerugian masih dalam proses pendataan.
Menurut informasi, terjangan galodo juga meluas hingga kawasan komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Sejumlah kantor, termasuk Kantor Dinas PUPR dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), ikut terdampak material banjir bandang.
Material lumpur, pasir dan batu juga sempat menutup badan jalan utama Solok - Padang di sekitar kawasan Kantor Bupati Solok. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas sempat lumpuh total pada Senin malam.
Petugas dari berbagai instansi kemudian berjibaku sejak malam hingga Selasa (22/9/2026) pagi untuk membersihkan material yang menutup badan jalan. Setelah proses pembersihan dilakukan, jalur Solok-Padang akhirnya kembali dapat dilalui kendaraan.
Namun bagi keluarga guru yang rumahnya hancur dan rusak berat, terbukanya kembali akses jalan bukan berarti bencana telah berakhir. PGRI Kabupaten Solok masih menghimpun data untuk mengetahui jumlah anggota yang terdampak sekaligus memastikan kondisi mereka setelah galodo menerjang Arosuka.(Sh)
Komentar
