![]() |
| Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra berjabat tangan dengan warga saat meninjau lokasi panen cabai keriting BUMDesa Karya Muda Mandiri di Desa Salak, Kecamatan Talawi. (foto: yudha ahada) |
Sawahlunto, fajarsumbar.com - Pengembangan potensi pertanian lokal di Kota Sawahlunto mencatatkan capaian penting melalui keberhasilan sektor usaha berbasis masyarakat desa. Badan Usaha Milik Desa Karya Muda Mandiri Salak yang bertempat di Desa Salak, Kecamatan Talawi, resmi memulai pemetikan hasil panen dari unit usaha penanaman cabai keriting pada Senin, 26 Oktober 2026.
Langkah ini menjadi wujud konkret pergerakan ekonomi desa sekaligus sinergi strategis antara lembaga pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan daerah.
Usaha penanaman cabai keriting tersebut dikelola melalui pola kemitraan yang menempatkan BUMDesa Karya Muda Mandiri Salak sebagai penyedia modal usaha, pengelola administrasi, serta pelaksana fungsi pemantauan dan evaluasi berkala. Di sisi lain, para petani mitra yang terlibat bertanggung jawab secara teknis di lapangan, mulai dari penyediaan lahan pertanian, perawatan rutin tanaman, hingga pelaksanaan panen dan proses pemasaran hasil produksi. Kerja sama ini dirancang untuk menciptakan hubungan kerja yang berkeadilan serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif di Desa Salak.
Secara teknis dan keekonomian, perencanaan usaha ini menargetkan penanaman sebanyak 3.000 batang cabai keriting. Proyeksi total produksi dari luasan tersebut diperkirakan mencapai 1,5 ton atau setara dengan 1.500 kilogram dalam satu siklus masa tanam. Dengan asumsi estimasi harga jual sebesar Rp30.000 per kilogram di pasaran, potensi omzet penjualan diproyeksikan dapat menyentuh angka Rp45 juta per periode tanam. Angka tersebut menjadi tolok ukur acuan, di mana realisasi akhirnya akan sangat dipengaruhi oleh jumlah bobot panen aktual, dinamika harga pasar, serta efisiensi biaya operasional yang dikeluarkan selama produksi.
![]() |
| Direktur BUMDesa Karya Muda Mandiri Salak, Arni Yunita, memantau langsung proses pemetikan hasil panen cabai keriting di area perkebunan Desa Salak. (foto: istimewa) |
Sistem bagi hasil dalam kemitraan ini diatur secara transparan setelah seluruh biaya operasional usaha diperhitungkan. Porsi keuntungan bersih dialokasikan sebesar 70 persen untuk petani mitra dan 30 persen untuk BUMDesa. Pembagian pendapatan yang diterima BUMDesa Karya Muda Mandiri Salak selanjutnya diproyeksikan untuk menyokong Pendapatan Asli Desa, permodalan pengembangan usaha lanjutan, serta penunjang kebutuhan operasional kelembagaan.
Direktur BUMDesa Karya Muda Mandiri Salak, Arni Yunita, S.Pd., menegaskan komitmen penguatan tata kelola usaha desa ini agar berdaya saing dan memberikan efek domino bagi kesejahteraan warga.
"Mulainya produksi dari unit usaha ini menjadi langkah penting dalam pengembangan usaha ekonomi desa berbasis potensi lokal. Ke depan, pengelolaan usaha akan terus diarahkan agar berjalan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan, dengan memperhatikan kualitas produksi, perawatan tanaman, serta strategi pemasaran," ujar Arni Yunita.
Keberhasilan penanaman hingga masa panen ini turut mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Sawahlunto. Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra S.IP, hadir secara langsung di lokasi untuk meninjau tahapan optimalisasi lahan pangan dan hortikultura di Desa Salak yang menerapkan teknologi pertanian modern serta penguatan kerja sama lintas sektor.
Dalam peninjauan lapangan tersebut, Wali Kota Riyanda ikut serta dalam pemetikan panen cabai yang dikembangkan atas kolaborasi Kelompok Tani Taye dan BUMDesa Salak. Keberhasilan pertanaman ini disokong oleh fasilitas sistem pemompaan air dan irigasi perpipaan dari Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian guna memastikan kecukupan pasokan air lahan.
![]() |
| Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra antusias menunjukkan kualitas hasil panen cabai keriting kolaborasi BUMDesa Karya Muda Mandiri Salak dan petani setempat. (foto: yudha ahada) |
Selain meninjau panen cabai, Wali Kota juga menyaksikan penanaman padi menggunakan alat drum seeder serta peragaan penggunaan traktor roda dua untuk pengolahan tanah yang lebih cepat dan efisien.
Pengembangan sektor pertanian di wilayah ini juga diperkuat melalui sinergi dengan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat yang menerapkan Advanced Agriculture System, serta dukungan dana Corporate Social Responsibility dari PT PLN IP UBP Ombilin Sijantang berupa bantuan pupuk berbahan fly ash and bottom ash, unit traktor roda dua, dan benih tanaman.
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan terhadap pelaksanaan program pertanian di tingkat desa agar memberikan dampak produktif yang luas bagi masyarakat.
"Saya meminta seluruh pihak yang terlibat untuk mendalaminya melalui evaluasi capaian program, mengidentifikasi setiap kendala di lapangan, serta menyiapkan solusi tepat guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan. Evaluasi ini penting sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan lanjutan serta memperluas manfaat program bagi produktivitas pertanian masyarakat," tegas Wali Kota Riyanda Putra.
Memasuki masa panen ini, kolaborasi antara BUMDesa Karya Muda Mandiri Salak, kelompok tani, pemerintah daerah, dan mitra korporasi diharapkan menjadi momentum pendorong bagi lahirnya berbagai unit usaha produktif baru. Inisiatif ini diproyeksikan terus memperkuat kemandirian pangan daerah sekaligus meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. (ton)
Komentar

