Wakaf 4.200 Meter Persegi ke Muhammadiyah, Dua Bersaudara Percayakan Aset untuk Umat

Iklan Atas

Wakaf 4.200 Meter Persegi ke Muhammadiyah, Dua Bersaudara Percayakan Aset untuk Umat

Sabtu, 31 Oktober 2026
Dua bersaudara Bahari dan Bakhtiar Ali serahkan aset tanah bersama bangunan untuk organisasi Muhammadiyah, di Korong Bayua, Nagari Campago Barat, V Koto Kampung Dalam Sabtu 31 Oktober 2026 (foto.saco) 

Bayua Campago, fajarsumbar.com - Kepercayaan terhadap pengelolaan wakaf Muhammadiyah dibuktikan dua bersaudara, Ir. H. Bachtiar Ali dan Ir. Bahari. Keduanya mewakafkan tanah seluas 4.200 meter persegi beserta sejumlah bangunan di atasnya kepada Persyarikatan Muhammadiyah sebagai nazir kelembagaan yang terdaftar di Badan Wakaf Indonesia (BWI) dengan nomor registrasi 3.3.00006.


Penyerahan wakaf dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 32 tersebut berlangsung Sabtu (31/10/2026), di sela Tabligh Akbar di Korong Bayua, Nagari Campago Barat, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Padang Pariaman.


Di atas lahan itu telah berdiri masjid seluas 324 meter persegi, bangunan ruang kelas dua lantai, serta rumah singgah. Aset tersebut diserahkan langsung kepada Ketua PDM Padang Pariaman, Dasril.


Penyerahan ini juga disaksikan oleh Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) PP Muhammadiyah, Dr.H.Amirsyah Tambunan, M.Ag, dan Pengurus PP Muhammadiyah Prof.Dr.Armai Arief, M.Ag.


Bachtiar Ali yang didampingi Bahari Alimuddin mengungkapkan, keputusan menyerahkan aset kepada Muhammadiyah didasari kepercayaan terhadap profesionalisme organisasi tersebut dalam mengelola harta wakaf.


Menurut mereka, administrasi yang tertib, transparansi, dan ketepatan penggunaan aset menjadi alasan utama memilih Muhammadiyah sebagai pengelola amanah umat.


"Administrasinya bagus dan transparan. Dari umat kembali untuk umat. Manajemen mengelola harta wakaf tepat guna sesuai peruntukannya. Pengurus di Muhammadiyah orang-orang hebat semua," ungkap Bahari.


Ia berharap aset yang telah diwakafkan dapat dikelola sebaik-baiknya oleh Muhammadiyah untuk kepentingan masyarakat luas.


Dengan suara bergetar, Bahari juga menyampaikan harapan agar wakaf tersebut menjadi amal jariyah bagi dirinya, keluarga, serta para leluhur yang telah mendahului.


"Semoga kami bersama keluarga dan nenek moyang terdahulu menjadi amal ibadah di bawah rida dan kasih sayang Allah SWT," tuturnya.


Ketua PDM Padang Pariaman, Dasril, mengaku terharu sekaligus menyampaikan apresiasi atas kepercayaan kedua wakif.


Kompleks wakaf tersebut ke depan nantinya akan diberi nama Kompleks Fatimah Al Furqon, mengikuti nama yang telah digunakan pada bangunan masjid dan pendidikan tahfiz.


Dasril berharap kawasan ini berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.


Ia juga mengajak seluruh warga Muhammadiyah Padang Pariaman, termasuk dukungan Pimpinan Pusat dan jajaran Muhammadiyah Sumatera Barat, untuk bersama-sama mengembangkan kawasan tersebut.


Tabligh Akbar dan penyerahan wakaf ini turut dihadiri perwakilan Bupati Padang Pariaman, 


Kepala DPMPTSP Rianto, Kepala Dinas Perikanan Alfian, serta unsur pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, OPD, camat, wali nagari, ninik mamak, organisasi otonom Muhammadiyah, dan Aisyiyah.


Dasril menyampaikan terima kasih kepada panitia, donatur, serta seluruh pihak yang menyukseskan kegiatan tersebut.


Wakaf 4.200 meter persegi ini bukan sekadar penyerahan aset, melainkan amanah besar yang kini berada di tangan Muhammadiyah untuk dijaga, dikembangkan, dan dikembalikan manfaatnya kepada umat.(saco)