![]() |
| Jalanan Kota Sawahlunto kini memang semakin mulus dan terang benderang. Namun, jangan sampai kenyamanan ini berujung duka. (foto: ilustrasi) |
Oleh: Anton Saputra (Wartawan Madya Sertifikasi Dewan Pers)
WAJAH Kota Sawahlunto kini tampak begitu memikat dengan bentangan aspal mulus dan penerangan jalan yang terang benderang. Sejak dimulainya kepemimpinan Era Baru Sawahlunto Maju di bawah kepemimpinan Riyanda Putra dan Jeffry Hibatullah yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu, pembangunan infrastruktur jalan mengalami lompatan besar.
Namun, kenyamanan dan kemegahan jalanan kota ini membawa peringatan keras bagi para orang tua yang tanpa sadar melonggarkan pengawasan terhadap buah hati mereka.
Kelalaian orang tua dalam membiarkan anak-anak di bawah umur bebas mengendarai sepeda motor maupun mobil di atas aspal mulus telah membawa petaka besar. Hasrat bereksplorasi yang belum diimbangi kematangan emosi dan kepiawaian berkendara kerap membuat anak-anak lepas kontrol di jalan raya.
Tak sedikit dari mereka yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas parah, bahkan harus kehilangan nyawa di usia yang sangat muda. Keputusan orang tua untuk memberikan izin atau kunci kendaraan sering kali dibungkus atas nama wujud kasih sayang atau kepraktisan, padahal tindakan tersebut justru menjerumuskan anak ke dalam ancaman maut.
Kenyataan pahit ini wajib menjadi bahan evaluasi besar dan peringatan serius bagi seluruh orang tua di Kota Sawahlunto. Keselamatan anak-anak tidak berawal dari pos polisi atau ketatnya aturan jalan raya, melainkan dari ketegasan dan kepedulian di dalam rumah tangga. Orang tua harus berani mengambil peran pelindung dengan berkata tidak saat anak meminta izin berkendara sebelum waktunya.
Hanya melalui kesadaran dan kontrol ketat dari orang tua, tragedi kecelakaan anak di bawah umur dapat dicegah, sehingga mulusnya pembangunan Sawahlunto dapat dirasakan sebagai berkah, bukan penyesalan sepanjang hayat. (***)
Komentar