Di Solsel Narapidana LP Kelas II B Muaralabuh Kabur Berjamaah -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Di Solsel Narapidana LP Kelas II B Muaralabuh Kabur Berjamaah

Jumat, 30 April 2021
Kondisi tembok dam pagar jerujo besi yang dirusak ke delapan napi lewat.


Solsel, fajarsumbar.com - Setidak ada delapan anak binaan atau narapidana kabur dan melarikan diri dari ruang tahanan , merekankabur dengan mebobol dinding ruangan tahanan dan mengergaji besi kawat yang berada diatas pintu angin.


Informasi adanya tahanan yang kabur, disaat petugas yang piket akan melakukan apel malam usai shalat tarwih, Kamis 29/4/2021 sekitar pukul 21.00 Wib.


Informasi yang dikumpulkan awak media dilapangan, para narapidana ini kabur dengan cara menggergaji besi dan kawat berduri yang dipasang pada ventilasi didalam ruangan sel menggunakan gergaji besi. 


Setelah itu, kedelapan orang ini secara bergantian keluar dari dalam sel. Dimana pada sel bagian luar, telah ada tangga kayu. Diduga tangga itu telah diletakkan terlebih dahulu oleh para narapidana yang kabur.


Dimana saat ini, para narapida sedang bekerja membersihkan lingkungan untuk menghadapi lebaran.


Kepala Rutan Muaro Labuah, Sarwono saat didatangi wartawan di Rutan, meminta agar informasi lepasnya tahanan di Rutan untuk sementara tidak di ekpos dulu.


"Kami minta rekan rekan untuk silent berita dan jangan men-share dulu. Kami mohon kerjasama,"ujar Sarwono.


" Saya sudah laporkan hal ini kepada Kanwil Kemenkumham Provinsi dan menunggu hasil penyidikan," ungkapnya lagi. 


Sementara itu Kapolres Solok Selatan AKBP Tedi Purnanto saat dikonfirmasi terkait kaburnya tahanan di Rutan Muaralabuh membenarkan jal ini, untuk proses pencarian para narapidana yang kabur ini, kami menerjunkan lebih dari 10 personil.


"Ada sekitar 10 personil yang diterjunkan, untuk melakukan pencarian. Selain itu kami juga meminta bantuan Polsek terdekat untuk menyekat akses jalan keluar,"katanya.


Dipihak lain, salah seorang petugas Rutan yang minta namanya tidak disebutkan, mengatakan, lepasnya tahanan di rutan bukan dari pintu depan, tapi merusak ventilasi yang ada di dalam sel.


"Untuk keterangan pastinya silahkan tanya Sama Kepala Rutan, itu wewenang beliau," pintanya. (Abg)





adsen