Ade Rizki Pratama Bersama BPOM Lakukan Edukasi Bagi Warga Agam -->

IKLAN ATAS

Ade Rizki Pratama Bersama BPOM Lakukan Edukasi Bagi Warga Agam

Kamis, 14 Oktober 2021

 

Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rizki Pratama, diharapkan masyarakat bijak dan cerdas dalam memilih produk yang digunakan, untuk menghindari resiko dan kerugian.

Lubuk Basung, fajarsumbar. com -Anggota Komisi IX DPR RI bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia mengedukasi masyarakat Kabupaten Agam tentang produk makanan dan kosmetik yang aman, di GOR Rang Agam, Padang Baru, Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatra Barat Kamis (14/10)


Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rizki Pratama mengatakan,“ Saat ini begitu banyak produk kosmetik bebas beredar di pasaran, sehingga masyarakat dengan mudah memperoleh untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.


Menyikapi banyaknya produk yang beredar dipasaran, baik yang memiliki izin atau tidak. diharapkan masyarakat bijak dan cerdas dalam memilih produk yang digunakan, Sehingga pengetahuan tentang produk kosmetik yang memenuhi syarat menjadi sangat penting untuk menghindari resiko dan kerugian.


“Berdasarkan temuan BPOM yang ada di Sumatra Barat waktu melakukan pengeledahan, banyak ditemukan penumpukkan dan kosmetik ilegal, termasuk di Lubuk Basung. Ini tentunya menjadi ancaman bagi masyarakat kita," ujarnya


Mungkin dalam waktu pendek tidak terasa, tapi dalam waktu panjang. 


ini merupakan kerugian bagi konsumen dan pemerintah. Untuk memilih produk kosmetik yang memenuhi syarat bisa dilihat dari izin BPOM dan Dinas Kesehatan,” sebutnya.


Lebih lanjut diutarakan, masyarakat harus cerdas menggunakan kosmetik yang aman. Pasalnya, bahaya yang ditimbulkan kosmetik yang tidak memenuhi syarat cenderung sangat tinggi.


“Kosmetik yang tidak cocok dengan kulit akan menyebabkan gatal-gatal bahkan bisa menyebabkan kerusakan kulit,” jelasnya.


Dalam kesempatan itu Ade Rizki Pratama juga menyinggung rendahnya capaian vaksinasi di Kabupaten Agam


Kabupaten Agam  masih butuh tantangan dan perjuangan untuk capai pemberian imunisasi dan vaksin, Karena hanya dengan vaksin kekebalan tubuh bisa terbangun dalam melawan Covid-19." Ujarnya.


Ia menambahkan, capaian vaksinasi berpengaruh terhadap usulan daerah, baik kabupaten atau provinsi untuk bisa diterima atau tidak melalui APBN.


Untuk itu. kami mengajak, mengimbau masyarakat untuk terus membantu diri sendiri, membantu keluarga, membantu  pemerintah mulai dari nagari sampai pemerintah pusat terus bersama - sama bangkit melakukan perlawanan, untuk mencapai herd immunity di tengah-tengah masyarakat. dengan melaksanakan vaksinasi," Ajaknya


Sementara itu, Kepala BPOM Kota Padang, Firdaus Umar mengatakan salah satu fungsi BPOM pada dasarnya adalah untuk mencerdaskan masyarakat tentang penggunaan bahan berbahaya. Khusus memilih kosmetik, pihaknya menyarankan masyarakat untuk melakukan pengecekan KLIK.


Dijelaskan lebih lanjut, KLIK atau Kemasan, Label, Izin edar dan Kedaluwarsa suatu produk harus menjadi perhatian masyarakat saat memutuskan menggunakan produk kosmetik.


“Terkait kemasan, masyarakat harus memastikan produk masih dalam keadaan baik, tidak rusak, lecet, kemudian jangan memilih produk yang kemasannya mengelembung atau penyok, pilih kosmetik dengan penandaan yang baik, sehingga informasi bisa dibaca dengan jelas,” terangnya.


Selanjutnya setiap kosmetik wajib mencantumkan nama kosmetik, komposisi, manfaat atau kegunaan, cara penggunaan, nama dan negara produsen, nama dan alamat lengkap pemohon notifikasi, nomor bets, ukuran isi dan berat bersih serta peringatan atau perhatian yang dipersyaratkan.


“Yang paling penting adalah izin edar, pilihlah kosmetik yang telah memiliki izin edar berupa notifikasi dari Badan POM dimana ditandai dengan kode N diikuti 1 huruf dan 11 digit angka,” sebutnya.


Seterusnya ceklah tanggal kedaluwarsa kosmetik sebelum membeli, secara umum tanggal kedaluwarsa suatu produk ditulis dengan urutan tanggal, bulan dan tahun atau ada juga bulan dan tahun saja,” ujarnya.


Pemerintah Kabupaten Agam, melalui Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Agam, Yunilson didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr. Hendri Rusdian mengapresiasi kegiatan yang digelar. Menurutnya, warga Agam harus memiliki pengetahuan tentang bahan dan obatan yang berbaya.


“Kami berharap, setelah sosialisasi ini masyarakat dapat menyebarluaskan pengetahuan yang didapat, minimal untuk keluarga dan tentang sekitar,” ujarnya.(Yanto)