Rekor Produksi Ikan Budidaya Terjadi di Agam, Sumatera Barat, Capai 30.660,68 ton pada 2023 -->

Iklan Atas

Rekor Produksi Ikan Budidaya Terjadi di Agam, Sumatera Barat, Capai 30.660,68 ton pada 2023

Jumat, 09 Februari 2024

Nelayan di Danau Maninjau sedang mempacking ikan yang telah di panen.


Lubuk Basung - Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan bahwa produksi ikan budidaya di wilayah tersebut mencapai 30.660,68 ton selama tahun 2023, dengan keramba jaring apung di Danau Maninjau menjadi kontributor terbesar mencapai 10.822,37 ton.


Menurut Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Tanaman Pangam Agam, Doni Afdison, produksi ikan berasal dari delapan jenis media, termasuk kolam air tenang, kolam air deras, kolam terpan, budidaya ikan di saluran, keramba irigasi, keramba jaring apung, minapadi, dan tambak.


Doni Afdison menjelaskan bahwa produksi ikan terbesar berasal dari keramba jaring apung sebesar 10.822,37 ton, diikuti oleh kolam air deras sebanyak 9.190,04 ton. Sementara itu, kolam air tenang mencapai 8.204,36 ton, tambak 1.431,08 ton, keramba irigasi 483,53 ton, kolam terpal 401,68 ton, minapadi 111,99 ton, dan budidaya ikan di saluran 15,64 ton.


Adapun jenis ikan yang dihasilkan meliputi ikan nila sebanyak 23.060,03 ton, ikan mas 4.772,66 ton, ikan lele 1.053,97 ton, ikan gurami 341,15 ton, ikan nilem 1,80 ton, dan udang vaname 1.431,08 ton. Produk ini didistribusikan ke pasar tradisional di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Utara, dan wilayah lainnya.


Doni Afdison menyatakan bahwa Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam menargetkan produksi budidaya ikan sebanyak 30.913 ton pada tahun mendatang. Untuk mencapai target tersebut, strategi yang akan diterapkan melibatkan peningkatan usaha budidaya ikan yang memiliki produktivitas tinggi, khususnya pada komoditi bernilai ekonomis tinggi.


Upaya juga akan difokuskan pada peningkatan produktivitas lahan, terutama melalui intensifikasi pada kolam air tenang dan minapadi. Selanjutnya, diversifikasi lahan non-perikanan akan dilakukan dengan menerapkan tumpang sari dan penyela, termasuk minapadi, baganangan, dan minaholti. Peningkatan pembinaan dan penyuluhan ke lapangan juga akan menjadi bagian dari strategi ini.


Doni Afdison berharap bahwa langkah-langkah ini akan membawa hasil positif dan mencapai target produksi yang ditetapkan.(des)