Fajar Terkini

SUMBAR

Kota Padang

Generasi Muda Bergesar Jauh dari Nilai Budaya

Diposkan oleh On Desember 16, 2018

>

 

Wagub Nasrul Abit bersama Saka Widya Budaya Bakti Sumbar
 
Pariaman, fajarsumbar.com - Generasi hari ini terlalu jauh bergeser dari nilai-nilai budaya. Tidak ada lagi nilai penghormatan, jati diri, dan karakter yang mencerminkan watak masyarakat yang berbudaya. Kondisi ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan dan mereka yang peduli dengan budaya.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit ketika mengukuhkan Pengurus Pimpinan Daerah Saka Widya Budaya Bakti Sumatera Barat periode 2018-2023, Sabtu (15/12) di Pariaman. Wagub mengukuhkan pengurus yang baru dalam kapasitas sebagai Ketua Kwartir Daerah 03 Gerakan Pramuka Sumbar.

Tergerusnya jati diri generasi hari ini menurut Wagub bisa dilihat dengan ketiadaan penghargaan anak-anak muda terhadap nilai budaya. Mereka tak lagi bangga, dan malah berlaku kepada sesuatu yang bertentangan dengan karakter budayanya. “Generasi muda terlalu jauh bergeser. Mereka tak lagi bangga dengan nilai budayanya,” ujar Wagub.

Pergeseran nilai budaya ini menyebabkan terjadi krisis jati diri di kalangan generasi hari ini. Krisis jati diri ini menurut Wagub tak bisa dipandang sepele. Hal itu karena, tanpa jati diri, maka generasi bangsa akan mudah terjerumus kepada hal negatif. Tantangan berat generasi hari ini adalah narkoba dan LGBT.

Wagub menekankan arti penting peran semua pihak untuk mengatasi krisis jati diri. Termasuk peran pramuka. “Pramuka tak hanya menjembatasi anak dengan sekolah, tak hanya membangun kecakapan hidup, tapi juga berperan dalam membentuk karakter generasi yang berbudaya,” jelas Wagub.
Wagub Nasrul Abit berharap, Saka Widya Budaya Bakti Sumbar bisa berperan maksimal dalam membentuk karakter generasi bangsa. Dengan kapasitas yang dimiliki pengurus, Wagub yakin akan mampu melakukan lompatan besar dalam membesarkan kepramukaan.

Saka Widya Budaya Bakti Sumbar merupakan wadah pramuka yang secara khusus berperan meningkatkan pengertahuan dan keterampilan praktis di bidang pendidikan dan kebudayaan. Secara khusus, wadah ini menyasar pendidikan usia dini, pendidikan non-formal, informal, seni, film, tradisi, sejarah, nilai budaya, cagar budaya dan museum. Pengurus Saka Widya Budaya Bakti Sumbar diketuai oleh Afrizal Muchtar, Kepala BP PAUD dan Dikmas, dibantu wakil ketua, Nasir dari Kwarda Sumbar dan Nurmartias, Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya Sumbar. (arizal)

Ribuan Warga Tanah Datar Saksikan Malewakan Hasil Muzakarah Sumpah Satie Bukik Marapalam

Diposkan oleh On Desember 16, 2018

>


Tanah Datar, fajarsumbar.com - Ribuan masyarakat Tanah Datar hadiri palewaan hasil muzakarah Sumpah Satie Bukik Marapalam yang merupakan rangkaian terakhir dari  begitu banyak rangkaian acara Pengukuhan Kembali Sumpah Satie Bukik Marapalam di Istano Basa Pagaruyung, Batusangkar, Minggu (16/12).

Rangkaian acara dimulai 15-16 Desember 2018 tersebut terdiri dari Muzakarah di Hotel Emersia, Pengukuhan Sumpah Satie Marapalam di Puncak Pato, Malam Resepsi Milad Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat di Gedung Indo Jolito dan subuh berjamaah di Masjid Nurul Huda Simpuruik.

Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, bahwa pengukuhan kembali Sumpah Satie Bukik Marapalam bertujuan untuk menguatkan kembali falsalafah adat Minangkabau yaitu Adaik Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, Syarak Mangato, Adaik Mamakai (ABS SBK SM AM).

Bupati Tanah Datar diwakili Sekda Hardiman mengucapkan selamat datang kepada jamaah yang hadir dari seluruh pelosok daerah Sumatera Barat, “Apa yang dilakukan pada hari ini tentu didasari dari niat yang ihklas, mudah-mudahan kegiatan kita hari ini dinilai ibadah oleh Allah Swt,” ujarnya.

Dikesempatan itu juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat Buya Gusrizal Gazahar menghimbau seluruh komponen Masyarakat kembali menyemarakan ABS SBK warisan nenek moyang Minangkabau yang terlebih dahulu diterapkan dan dikuatkan kembali pada saat ini.

“Ini langkah awal untuk menginplementasikan ABS SBK di bumi Minangkabau secara utuh. Intinya, umat harus disadarkan dengan apa yang dapat merusak  tatanan tersebut. Untuk selanjutnya, MUI akan terus berkoordinasi dengan Alim Ulama, Niniak Mamak, Cadiak Pandai dan Bundo Kanduang bagaimana ini bisa terus digalakan. Jelas, MUI tidak akan berpangku tangan,” ujarnya.

Ia menambahkan kesatuan umat pun terlihat jelas dari acara berlangsung selama dua hari ini, “Insya allah, ribuan masyarakat bersatu dalam acara ini, dari itu kita dapat simpulkan bahwa langkah ini disambut baik oleh seluruh komponen Masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Koordinasi Kerapatan Adat Nagari Sumatera Barat Basrizal Dt. Panghulu Basa mengapresiasi  pengukuhan kembali sumpah satie bukik marapalam dianggapnya penting bagi masayarakat Minangkabau yang menjadi tugas bersama untuk meneruskannya ke generasi selanjutnya.

“Sebagai masayarakat Minangkabau tidak ada pilihan lain bagi kita, bukan sekedar menyusun adat syarak, karena adat syarak telah tersusun dengan sempurna, tugas kita bersama melanjutkan sejarah masa depan Minangkabau dengan menerapkan ajaran yang telah ditinggalkan orang tua kita terdahulu. Insya Allah, bumi sanang, padi majadi dengan adaik basandi syarak, syarak basandi kitabullah, sayarak mangato, adaik mamakai,”  ujarnya.

Dikesempatan berbeda Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat Puti Reno Raudah Jannah Thaib Dipertuankan Gadih Pagaruyung mengatakan femomena terjadi pada saat ini menjadi peristiwa penting bagi masyarakat Minangkabau yang menjadi penguat bagi jati diri mereka.

“Bundo Kanduang Limpapeh Rumah Nan Gadang adalah mandarasah pertama bagi anak-anaknya, maka didiklah anak-anak dengan menerapkan ABS SBK ditengah-tengah keluarga. Sehingga nanti tercipta pemimpin berahklak yang akan membawa kaumnya ke jalan diridhoi Allah Swt,” ujarnya.

Hadir pada saat itu Niniak Mamak, Alim ulama, Cadiak pandai, BKMT se Sumatera Barat, tokoh masyarakat Minangkabau, Organisasi Masyarakat  dan tamu undangan lainnya. (rhd)

Sepakbola Kolosal Minangkabau Cup Dimulai, Kapolda Sumbar Lakukan Tendangan Pertama

Diposkan oleh On Desember 16, 2018

>

Kapolda Sumbar, Irjen Fakhrizal melakukan tendangan pertama tanda dimulainya sepakbola kolosal Minangkabau Cup II, Sabtu (15/12).

Padang, fajarsumbar.com - Sepakbola Kolosal Minangkabau Cup II resmi digelar. Tendangan pertama dilakukan Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal, bertempat di GOR Agus Salim, Padang, Sabtu (15/12).

Kesebelasan pembuka turnamen pada kejuaraan itu, Kecamatan Harau versus Kecamatan Payakumbuh (Zona Limapuluh Kota).

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal menuturkan turnamen kolosal Minangkabau Cup itu digelar untuk mencari bibit-bibit unggul sehingga nantinya bisa berkiprah ditingkat nasional.

Turnamen Minangkabau Cup II digelar Spartan Enterprise, selaku operator turnamen sepakbola kolosal antar kecamatan se-Sumbar. Pada pembukaan menghadirkan berbagai hiburan menarik, dengan mendatangkan artis minang.

Sebelum acara puncak, dilakukan pertandingan trofeo antara Minang Selection FC, Semen Padang All Stars dan PSPS Pekanbaru All Stars.

Acara yang menarik tampilnya seni bela diri silek tuo Minang dan penampilan IPe Band plus.

Menurut panitia pelaksana, Nofi Sastra, pada turnamen itu juga menghadirkan
pemain Timnas Indonesia U-16 asli “urang awak” asal Padang Pariaman, Sutan Diego Armando Zico.

Dia hadir untuk memacu spirit para pemain yang berlaga di Minangkabau Cup II-2018/2019.

"Mudah-mudahan akan lahir banyak Sutan Zico-Sutan Zico baru dari Ranah Minang," kata Nofi.

Dikatakan, pada pertandingan perdana antara Kesebelasan Harau dengan Payakumbuh berakhir imbang dengan skor 1-1. Kedua kesebelasan sama-sama memetik satu poin dari laga perdana penyisihan zona kabupaten/kota.(gp)

Nagari Aia Gadang, Pasbar Terima Bantuan Pendeteksi Banjir dari Kementerian PDT

Diposkan oleh On Desember 16, 2018

>

Rombongan Kementerian Desa disambut oleh pejabat Pemda Pasbar, Walinagari Aia Gadang, Junaidin, Kepala Puskesmas Aia Gadang, Teddi Kurniwan dalam rangka penyambutan. (andrizal)

Pasbar, fajarsumbar.com - Kabupaten Pasaman Barat salah satu kabupaten yang rawan banjir saat ini. Untuk itu, Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (PDT) memberikan bantuan pendeteksi dini banjir dengan alat Early Warning System' (EWS).

Acara serah terima secara simbolis alat Erly Warning System (EWS) peringatan dini banjir untuk Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dari Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (PDT) tersebut  diwakili Asisten Pemerintahan Edy Murdani SH dan Kepala BPBD Tri Waluyo yang bertempat di kantor Kenagarian Aia Gadang Kecamatan Pasaman pada Sabtu (15/12) lalu.

Pihak Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi diwakili oleh Direktur Jenderal PDTU Ir. Aisyah. MM dan Staf Khusus Menteri Febby Dt. Bangso beserta rombongan.

Dalam pidato Bupati Pasbar Syahiran yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan Edy Murdani  disampaikan bahwa terkadang bencana alam menjadi tolak ukur sebuah pembangunan.

"Bagaimana suatu daerah bisa kembali pulih dan bangkit setelah bencana terjadi. Kemampuan untuk memulihkan diri tentunya bukanlah pekerjaan sesaat. Perlunya kerjasama, koordinasi pengendalian dan juga perencanaan termasuk didalam pengawasan,"ujar Edy Murdani.

Ia menambahkan, bencana apapun menjadi tanggung jawab bersama, bukan saja pemerintah saja. Namun, semua elemen masyarakat.

"Di sini kita pahami bukan menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga swasta ataupun masyarakat serta lembaga terkait lainnya. Sebagai pemerintah tentu kita akan memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat terkait dengan bencana, baik sebelum bencana maupun saat pasca bencana,"ungkapnya.

Selain itu, katanya pentingnya melakukan pencegahan dan kesiapsiagaan bencana, besar manfaatnya sebelum bencana terjadi.

"Kita sudah siap siaga untuk menghadapi dan mengurangi resiko bencana. Seperti pada tanggal 11 Oktober 2018, Pasbar berduka dengan terjadinya bencana banjir dan longsor dengan dampak bencana dengan kerugian materil non materil. Atas nama Pemerintah Daerah Pasbar kami ucapkan terima kasih yang tidak terhingga atas bantuan dan partisipasi pihak kementrian yang peduli akan bencana yang di alami daerah kami,"tuturnya.

Menurut Direktur Jenderal PDTU Ir. Aisyah MM dan Staf Khusus Mentri Febby Dt. Bangso Early Warning System (EWS) atau peringatan dini merupakan sebuah tatanan penyampaian informasi hasil prediksi terhadap sebuah ancaman kepada masyarakat sebelum terjadinya sebuah peristiwa yang dapat menimbulkan resiko.

"EWS bertujuan untuk memberikan peringatan agar penerima informasi segera siap siaga dan bertindak sesuai kondisi, situasi dan waktu yang tepat,"jelas Dirjend PDTU Kemendes Ir Aisyah.

Setelah acara di kantor wali nagari rombongan kementrian tersebut langsung dijamu Bupati Pasbar Syahirsn di rumah dinas untuk agenda bincang-bincang dan makan siang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Pasaman Andre Afandi, Wali Nagari dan  tokoh masyarakat setempat.(andrizal)

Sipora Selatan akan Dikembangkan Jadi Wisata Bahari

Diposkan oleh On Desember 16, 2018

>



Sipora Selatan, fajarsumbar.com - Inovasi di bidang pengembangan pariwisata bahari Kecamatan Sipora Selatan yang dipusatkan di Dusun Katiet akan direalisasikan tahun 2019.

Hal ini dikatakan Camat Sipora Selatan Kardin saat dimintai keterangan Kamis, (13/12). "Kita akan kembangkan Pariwisata di Katiet, itu realisasinya tahun depan," katanya.

Dia menuturkan, kawasan wisata yang akan dikembangkan di Dusun Katiet nantinya akan dikelola langsung oleh masyarakat setempat. Dikarenakan kawasan pengembangan wisata merupakan bekas perkampungan warga yang terdampak bencana tsunami tahun 2010 lalu.

"Kawasan itu langsung dikelola masyarakat, karena kawasan itu milik masyarakat atau bekas pemukiman mereka," tuturnya.

Meski kawasan wisata yang akan  dikembangkan melalui APBN 2019 dikelola langsung oleh masyarakat, namun tidak boleh dijadikan sebagai tempat tinggal tetapi dijadikan sebagai penginapan untuk wisatawan.

Kardin menjelaskan, kawasan dengan luas kurang lebih 7 Ha yang akan dibangun sebagai kawasan wisata itu telah mendapatkan kesepakatan dari masyarakat pemilik lahan.

Ia berharap, dengan dijadikannya Katiet sebagai kawasan wisata unggulan, kedepan mampu menggenjot peningkatan ekonomi masyarakat setempat. (*/ab)

Potensi Unggulan Sipora Selatan, Lahan Pertanian

Diposkan oleh On Desember 16, 2018

>


Sipora, fajarsumbar.com - Kecamatan Sipora Selatan memiliki potensi besar untuk hasil produk pertanian lokal. Dengan  memiliki luas wilayah pertanian sekitar 210 Ha areal pertanian yang ditanami padi, menjadi salah satu  penunjang ketahanan pangan khususnya padi.

Hal itu dikatakan Camat Sipora Selatan Kardin saat disambangi di ruang kerjanya Kamis, (13/12). "Yang menjadi andalan kami di sini adalah sawah. Hampir semua desa di kecamatan sipora Selatan ini, masyarakat menanam padi," katanya.

Kardin menuturkan, bahwa dengan besarnya potensi yang dimiliki Kecamatan Sipora Selatan pada bidang pertanian khusunya padi dalam beberapa tahun ke depan diyakini produk lokal khususnya beras tak lagi mengandalkan produk dari luar daerah.

Lebih lanjut ia menuturkan, banyaknya lahan persawahan yang digarap dengan baik akan menjadikan penunjang bagi kebutuhan pangan masyarakat Sipora Selatan sebagai petani. Diharapkan masyarakatnya  tetap tekun dan  bekerja keras untuk terus menghasilkan hasil sawah.

Ia menambahkan, jika masyarakat serius dan sungguh-sungguh, pemerintah juga tentu akan siap memberikan bantuan alat modern dengan tujuan peningkatan hasil produk lokal yang dianggap masih sangat minim dan memberatkan masyarakat terutama dalam hal harga pasaran.

Apa bila hasil produk meningkat secara tidak langsung harga pasaran akan dapat ditekan dan mudah dijangkau  masyarakat. (*/ab)


Pemkab Mentawai Bangun Tembok untuk Cegah Abrasi Pantai

Diposkan oleh On Desember 16, 2018

>


Tuapejat, fajarsumbar.com - Pemkab Kepulauan Mentawai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bidang PSDA bangun tembok untuk mencegah abrasi di pesisir pantai Bumi Sikerei.  Upaya tersebut guna mencegah erosi maupun abrasi.  Pengerjaannya dilaksanakan di empat lokasi.

Hal itu di katakan Kepala Bidang PSDA, Dinas PUPR Mentawai, Brandus Donatus Simanjuntak Jumat (14/12). "Daerah Kepulauan dan memiliki musim gelombang pasang yang  terjadi hampir setiap tahunnya. Jadi banyak pemukiman penduduk di pesisir  terancam abrasi. Makanya kami terus upayakan pembangunan abrasi pantai di 4 lokasi, " katanya.

Adapun pembangunan abrasi pantai (PAP) di 4 lokasi pada 2018 . Ke empat lokasi itu Home stay Mapadegat yang dikerjakan PT. Cb Sikoember dengan nilai kontrak   Rp4,2 miliar panjangnya lebih kurang 400 meter di tambah dengan sebagian pelengkapnya seperti 1 unit tangga, counter fat dan beton kubus.

Tujuannya mengurangi abrasi di kawasan home stay yg dibanguna Dinas Pariwisata dan di lokasi tersebut masih membutuhkan dana untuk pembuatan pemecah gelombang. 

PAP Pasakita Taileleu di Kecamatan Siberut Barat Daya dengan nilai kontak lebih kurang Rp3 miliar dikerjakan PT. Asela. Tahun ini membuat 11 unit grouin atau pemecah ombak berupa beton cetak seperti tanda tambah atau di sebut beton plus.

Pembuatan grosir tersebut telah terlaksana. Sementara untuk pembangunan PAP di Pasakiat Taileleu sendiri  masih membutuhkan dana untuk pembangunan lanjutan  revietmen atau talud. Di daerah tersebut termasuk daerah abrasi yang cukup tinggi dan saat ini rumah penduduk dan fasilitas umumnya seperti jalan dan sarana umum lainnya terancam terkena dampak abrasi dan akses memobilisasi material ke lokasi sulit karna tergantung cuaca.(*/ab)

Museum Gudang Ransum Gelar Rangking Satu

Diposkan oleh On Desember 16, 2018

>

Suasana lomba Rangking Satu yang digelar di Museum Gudang Ransum Kota Sawahlunto.

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Memperingati satu abad Museum Gudang Ransum, Dinas Kebudayaan Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman gelar lomba rangking satu yang diikuti oleh pelajar SLTP se Kota Sawahlunto. Acara yang digelar di museum bekas dapur umum kolonial ini (16/12) menjadi momentum bagi museum sebagai wadah edukasi.

Kepala Dinas KPBP, Drs. Hendri Thalib dalam sambutannya mengatakan lomba rangking satu bertujuan untuk mengasah emosional question bagi pelajar. "Artinya pelajar harus memiliki percaya diri yang tinggi disamping pengetahuan yang tinggi. Rangking satu adalah lomba senda gurau namun memiliki pengetahuan disana" katanya.

Disamping itu, Hendri Thalib juga menekankan kepada peserta untuk tidak melek informasi dan teknologi. Bagaimanapun saat sekarang teknologi berperan utama dalam aktifitas manusia. Bisa saja 5 tahun kedepan tenaga manusia akan disingkirkan oleh teknologi seperti kantor POS dimana saat sekarang teknologi pengiriman surat dengan email menjadi tren yang praktis.

Melihat perkembangan teknologi yang kian maju, Hendri Thalib berpesan kepada peserta lomba untuk tidak melupakan sejarah. "Kota Sawahlunto besar dari sejarah. Untuk itu kepada peserta agar mengenal sejarah Sawahlunto" tambahnya.

Acara rangking satu bertujuan untuk mengenalkan sejarah Kota Sawahlunto kepada pelajar disamping menumbuhkan rasa cinta kepada museum. Saat ini terdapat 7 museum di kota ini, Museum Gudang Ransum, Museum Kereta Api, Museum Tambang, Museum Tari, Museum Musik, Museum Lukis dan Galeri Info Box. (adrial)

Tim Gabungan Bakar Pondok Baremoh di Pantai Nirwana, Padang

Diposkan oleh On Desember 16, 2018

>


Padang, fajarsumbar.com - Untuk sekian kalinya tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang menertibkan dan membangkar pondok-pondok yang berdiri di Pantai Nirwana, Padang yang diduga digunakan muda-mudi untuk berbuat maksiat, Sabtu (15/12) sore.

Pondok kayu diduga sering dilahgunakan bagi muda-mudi yang berpacaran ke pantai objek wisata tersebut, sejumlah warga gerah ulah oknum yang menyediakan fasilitas tempat berpacaran yang banyak disalahgunakan oknum untuk bermuat mesum.

Sedikitnya ada 13 pondok-pondok di lokasi itu dimusnahkan tim gabungan yang dikomandoi Kepala Satpol PP Padang, Yadrizon. Karena di lokasi itu sering digunakan berbuat tak senonoh muda mudi berpacaran.

“Ini merupakan tindak lanjut dari hasil deklarasi yang dicanangkanPemerintah Kota Padang terkait berantas maksiat, LGBT dan penyakit masyarakat di Kota Padang beberapa waktu yang lalu,” ungkap Yadrison kepada wartawan, Minggu (16/12)

Menurutnya Yadrison pada penertibkan itu, ia mengerahkan satu pleton anggotanya dan SK4 Kota Padang untuk membakar tempat maksiat itu untuk meniminalisir perbuatan maksiat. “Kita berharap dibakarnya pondok ini, tidak ada lagi kegiatan atau aktivitas maksiat di lokasi itu,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengawasi dan memberantas lokasi atau tempat-tempat berbuat maksiat di Kota Padang, tidak saja di Pantai Nirwana juga memantau pondok-pondok di Bukit Lampu dan lokasi lain. (*)

Dana Operasional RT, RW, Posyandu dan Guru PAUD Diserahkan, Prestasi Diraih Koto Tangah tak Lepas dari Kebersamaan

Diposkan oleh On Desember 16, 2018

>


Padang, fajarsumbar.com - Camat Koto Tangah, Padang, Syahrul, SP, menyebutkan berbagai prestasi yang diraih Kecamatan Koto Tangah tidak lepas dari dukungan semua pihak. Sebab tanpa dukungan elemen masyarakat, semua program yang dirancang, tidak akan berjalan maksimal.

"Saya selaku camat mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, tanpa bisa saya sebutkan satu persatu, sebab prestasi demi prestasi yang diraih Kecamatan Koto Tangah ini tidak lepas dari dukungan semua pihak. Camat tidak bisa berbuat apa-apa apabila tanpa dukungan dari bapak-bapak dan ibuk-ibuk sekalian," ujar Syahrul dengan jujur.

Hal itu diungkapkan Syahrul di hadapan tokoh masyarakat, pemuda, bundo kanduang, ketua RT/RW, kader posyandu guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kecamatan Koto Tangah. Hadir pada kesempatan itu, Bunda PAUD Kota Padang, Harneli Mahyeldi dan lainnya di aula kantor camat, Sabtu (15/12).

Camat yang banyak meraih prestasi tersebut menyampaikan hal itu saat menyerahkan dana operasional RT, RW triwulan IV, dana operasional guru PAUD, dan dana operasional kader posyandu.

Dana operasional RT dan RW untuk triwulan IV total keseluruhan yang diserahkan Rp680 juta. Terdiri dari dana ketua RT sebesar Rp519 juta dan dana operasional RW sebanyak Rp161 juta. Dana yang diserahkan sekali tiga bulan itu masing-masing RT menerima (@Rp250 x 3 dan potong pajak), sedangkan RW menerima (@300 x 3 dan potong pajak). Di Koto Tangah terdapat  692 RT dan 179 RW.

Sedangkan dana PAUD dengan jumlah 18 unit dan guru 69 orang. Untuk satu orang guru PAUD (Rp50 ribu x 2) dan total dananya diserahkan Rp6,9 juta. Sementara dana posyandu terdiri dari 168 unit dan kader 672 orang (@Rp30 ribu x 4) total dananya Rp102,144 juta.

Menurut Syahrul, pertemuan dan sekaligus penyerahan dana operasional RT, RW, kader posyandu dan guru PAUD tersebut sekaligus pertemuan di penghujung tahun 2018 untuk meningkatkan silaturrahim pemerintah kota, kecamatan dengan warga. Hal itu dimaksudkan agar kebersamaan dan kerjasama samanya tetap terjalin, pada 2019 nanti kebersamaan terus terjaga, sehingga semua program dicanangkan di Koto Tangah bisa berjalan maksimal seperti 2018.

Pada kesempatan itu, juga dipaparkan prestasi-prestasi yang diraih Koto Tangah sepanjang 2018, kecamatan tersebut meraih juara umum MTQ Nasioal ke-38. Banyak lagi deretan prestasi yang diraih kecamatan tersebut. Untuk prestasi juara I tingkat Kota Padang, masing-masingnya, lomba kantor bersih, asri dan hijau, lomba pawai takbiran, pawai obor dan telong-telong.

Selain itu lomba TNI KB Kesehatan, lomba masak serba ikan kategori makanan keluarga, lomba pancake, lomba pelayanan terbaik puskesmas (puskesmas KPIK), lomba hatinya PKK, lomba Olimpiade (guru SDN 22 Anak Air), lomba tari kreasi (SDN 32 Bungo Pasang), lomba azan (SD Arrisalah, lomba tahfiz (SD Arrissalah), lomba nasyid (SD Arrisalah) dan lomba Tartil SD Arrisalah

Untuk juara II, lomba pelaksana MTQ terbaik kecamatan se-Kota Padang, lomba MTQ tingkat SD Pesantren Ramadhan, lomba kelurahan berprestasi (Kelurahan Aia Pacah), lomba uppks (Harganas), lomba PIK remaja, lomba dasawisma (Kelurahan Padang Sarai), lomba administrasi PKK  (Kelurahan Bungo Pasang dan juara II lomba nyanyi solo song tingkat Kota Padang diraih oleh SDN 11 Lubuk Buaya.

Sedangkan prestasi juara III diraih tingkat Kota Padang diraih pada lomba, sekolah sehat (SD 02 Lubuk Buaya, lomba kadarkum, lomba PKK KB Kes, lomba MTQ tingkat SMP Pesantren Ramadhan putri, lomba masak serba ikan kategori kudapan, lomba pelayanan MKJP terbanyak puskesmas (Puskesmas Air Dingin), penyuluh pemanfaatan barang limbah oleh Pokja II PKK kecamatan, lomba pidato bundo kanduang, lomba silat tingkat nasional (SDN 58 Lubuk Buaya), juara III lomba asmaul husna tingkat kota Padang ditaraih SD 22 Anak Air.

Pada kesempatan itu, Syahrul mengucapkan terima kasih kepada seluruh RT/RW dan seluruh warga Koto Tangah yang telah banyak membantu program untuk pembangunan kota, khususnya di Koto Tangah. Hal itu juga terlihat pada Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) lalu, dengan dana pancingan hanya Rp140 juta bisa menghasilkan Rp2,6 miliar, karena masyarakat menyerahkan tanahnya untuk pembangunan jalan umum yang nilainya ratusan juta rupiah.


Begitu juga kesadaran warga Batipuah Panjang, untuk pembangunan jalan, warga rela menyumbangkan tanahnya untuk pembukaan jalan baru. Tak tanggung-tanggung 12 ribu meter lebih tanah diberikan tanpa ganti rugi. Pembukaan jalan sepanjang 800 meter dengan lebar 15 meter tersebut dimulai simpang by pass sebelah timur simpang by pass menuju SMA 7 Padang. Jalan tersebut kemudian tembus ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Anak Aia.

Pada kesempatan itu, Syahrul juga mengajak warga untuk selalu menjaga kamtibmas, dan diminta selalu mewaspadai lingkungan dari orang-orang yang dicurigai. "Saya berharap kepada warga, jika ada penghuni rumah yang mencurigakan datang pagi, pulang malam, rumah selalu ditutup, kurang sosialisasi dengan masyarakat, tolong laporkan ke pihak berwajib, atau kepada camat. Hal itu untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Syahrul juga mengajak warga untuk selalu menjaga kamtibmas, dan diminta selalu mewaspadai lingkungan dari orang-orang yang dicurigai. "Saya berharap kepada warga, jika ada penghuni rumah yang mencurigakan datang pagi, pulang malam, rumah selalu ditutup, kurang sosialisasi dengan masyarakat, tolong laporkan ke pihak berwajib, atau kepada camat. Hal itu untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan," tambahnya.

Maunya masyarakat menyumbangkan tanahnya untuk kepentingan umum tersebut tidak lepas dari kegigihan camat melakukan pendekatan dengan warga, sehingga tokoh masyarakat mau menyumbangkan tanahnya tanpa ganti rugi untuk pembangunan jalan. "Ini luar biasa, saya harap pemimpin memang harus dekat dengan masyarakat, sehingga apa pun program yang disosialisasikan untuk pembangunan, warga dengan senang hati bisa menerimanya dan sekaligus ikut berpartisipasi dengan menyumbangkan lahan untuk pembangunan," ujar salah seorang warga.(andri)

Menguatkan Nilai-Nilai ABS-SBK, Sumpah Sati Bukik Marapalam Dikukuhkan Kembali

Diposkan oleh On Desember 16, 2018

>

Bupati tanah datar didampingi Ketua MUI Sumbar, Ketua Bundo Kanduang Sumbar serta tokoh masyarakat lainnya selepas melewakan kembali Sumpah Satie Marapalam

Tanah Datar, fajarsumbar.com - Sumpah Sati Bukik Marapalam yang melahirkan filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK), syara’ mangato adat mamakai sebagai identitas masyarakat Minangkabau dikukuhkan kembali di Puncak Pato, Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (15/12/2018).

Unsur tigo tungku sajarangan yaitu ninik mamak, alim ulama dan cadiak pandai serta bundo kanduang di depan unsur masyarakat Minangkabau yang hadir, bersepakat untuk menjaga amanah sumpah sati Bukik Marapalam. “Tagak kami indak bakisa, duduak indak baraliah, kok hiduik ka dipakai,  mati kaditumpang, kami pacik arek ganggam taguah, nan tabuhua takabek arek dalam pituah Adat Basandi Syara’, Syara Basandi Kitabullah, Adaik Bapaneh, Syara’ Balinduang, Syara’ Mangato Adaik Mamakai”.

Isi Sumpah Sati Bukik Marapalam dibacakan oleh A. Dt Mangkhudum serta penandatangannya dilakukan unsur ninik mamak yang diwakili Ketua LKAAM Tanah Datar Hafzi Dt. Batuah, unsur alim ulama diwakili Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar, unsur Cadiak Pandai diwakili Akademisi Prof. Mestika Zed, unsur Bundo Kanduang diwakili Prof. Rauda Thaib serta disaksikan Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi dan Dr. Yunizal Yunus dari Bakor KAN Sumbar

Kegiatan yang merupakan rangkaian Milad ke 50 MUI Sumbar didahului dengan Muzakarah atau Seminar yang mengangkat tema “Menguatkan kembali  Sumpah Sati Bukik Marapalam sebagai Prinsip Hidup Orang Minangkabau." Bertindak selaku narasumber Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa, Ketua Bundo Kanduang Sumbar Prof. Raudha Thaib, Sejarahwan UNP Prof. Mestika Zed, Dr. Yulizar Yunus dan Asbir Dt. Rajo Mangkuto di Hotel Emersia Batusangkar.

Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi dalam sambutannya mengungkapkan pemerintah Kabupaten Tanah Datar sangat mendukung kegiatan ini. “Berawal dari diskusi sederhana saya dengan Buya Gusrizal tentang ABS-SBK, kegiatan ini untuk menjabarkan nilai-nilai ABS-SBK dan untuk memastikan apakah Sumpah Sati Bukik Marapalam itu benar-benar ada atau hanya cerita saja, mengingat ada berbagai pendapat tentang ini,“ terang bupati.

 Lebih lanjut bupati katakan kalau hal ini berlangsung terus dikhawatirkan generasi muda nanti tidak paham tentang ABS-SBK, sejarah tempatnya di mana sumpah sati ini dicetuskan, karena ada yang mengatakan tidak di sana (Pato-red), kemudian tahun berapa terjadinya, dan sebagainya.

“Dalam seminar hal ini bisa kita kupas bersama-sama, kemudian bisa dilahirkan rekomendasi-rekomendasi tentang  sejarah Sumpah Sati Bukik Marapalam, kalau masih ada ragu, silahkan lakukan lagi penelitannya,” saran bupati lagi.

Bupati sampaikan walaupun ada perdebatan tentang kegiatan ini, tetapi ini merupakan niat baik untuk meluruskan sejarah dan mewarisi kepada generasi muda.

Dijelaskan untuk kawasan Puncak Pato, saat ini sedang dilakukan pemugaran dengan anggaran provinsi, kabupaten dan dana nagari. “Dengan harapan tempat tersebut benar-benar menjadi objek wisata sejarah dan sebagai bukti-bukti kebesaran ajaran Islam,” pungkasnya.

Sementara Buya Gusrizal Gazahar menyampaikan menyikapi perkembangan terakhir masyarakat Sumatera Barat yang merupakan daerah asal Minangkabau, rasa khawatir dan cemas tidaklah cukup.

Kemaksiatan yang menjadi-jadi seperti perzinahan, perbuatan kaum sodom (LGBT), narkoba, perjudian dan lainnya, sudah sepatutnya memaksa masyarakat Minangkabau untuk melakukan muhasabah atau evaluasi terhadap kondisi dan langkah-langkah masa lalu.

“Muhasabah ini diharapkan bisa menjadi titik tolak lahirnya langkah-langkah ke depan untuk Ranah Minang yang ideal dalam cerminan ABS-SBK, Adat Mangato Syara’ Mamakai, yang selama ini diagung-agungkan,” sampai Buya Gusrizal.

Terkait Sumpah Sati Marapalam, Buya katakan walaupun pakar sejarah tidak sepakat tentang kapan terjadinya peristiwa itu, namun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya telah menjadi bai’at bersama masyarakat Minangkabau dalam mengimplementasikan tuntunan syariat dan menjalankan kehidupan sehari-hari.

Untuk itu sampai Buya perlu diulang-ulang komitmen yang sudah disepakati bersama. “Mengambil petunjuk dakwah dari para Nabi yang membawa ajaran tauhid dari semenjak nabi Adam AS sampai Muhammad SAW, ternyata mengukuhkan nilai-nilai kebaikan yang menjadi prinsip hidup merupakan keharusan,” sebut Buya mengutip ayat Alquran Surat Annisa : 163 dan hadist Rasulullah SAW.

“Mengingat komitmen ini telah goyah, harus kita kuatkan kembali, pilihannya adalah membiarkan atau menguatkan kembali, maka MUI Sumbar memilih menguatkan dan perlu dukungan ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kandung, dan pemerintah,” tegas Buya.

Terkait dengan sejarah Sumpah Sati Bukik Marapalam masih ada perbedaan. Menurut Sejarahwan Prof. Mestika Zed, secara metodologi ilmu sejarah konvensial memang belum ditemukan dokumen yang menyatakan peristiwa ini benar-benar terjadi. “Walaupun belum ada dokumen pasti, tapi saya menyakini peristiwa ini benar-benar ada karena ada metodologi sejarah alternatif yang menyebutkan bukan sejarah sebagai teks tetapi sejarah sebagai fakta sosial,” sebut Mestika.

“Telah terbukti ada sintesis adat dan Islam dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, tumbuh, berkembang, dipakai dan mengakar sebagai identitas masyarakat Minagkabau,” tegasnya lagi yang juga mengungkapkan akan terus menggali sejarah ini.

Sementara Asbir Dt Rajo Mangkuto menceritakan memiliki buku yang bertuliskan Arab Melayu tentang sejarah Bukik Sati Marapalam, yang diperoleh saat menjadi walinagari Baso tahun 1958 dan juga dimiliki 4 walinagari lain saat mengikuti suatu acara.

“Peristiwa Sumpah Sati Bukik Marapalam tahun 1403 M, merupakan bentuk peralihan kerajaan Minangkabau menjadi Kesultanan Minangkabau serta menginformasikan agar masyarakat Minangkabau harus waspada tentang perang Salib,” ucap Asbi.

Asbi Dt. Rajo Mangkuto juga mengatakan isi Sumpah Sati Bukik Marapalam terdiri dari 15 pasal 90 ayat di mana pada pasal 15 menyebutkan ada kewajiban untuk menyampaikan isi bai’at ini ke seluruh masyarakat Minangkabau.

Yulizar Yunus menyampaikan tigo tungku sajarangan harus bisa menjalankan fungsinya dengan baik dan saling mendukung.

 “Ninik mamak sebelum mengeluarkan titah ber”mufti” ke ulama terlebih dahulu, ulama menyampaikan fatwanya serta cadiak pandai berfungsi meneliti siapa yang diuntungkan dan dirugikan dengan melihat kearifan alam,” sebutnya.

Sementara Prof. Rauda Thaib menyebutkan peran bundo kanduang harus diberdayakan dalam penguatan ABS-SBK berbasis kaum.

Bundo kanduang punya peran sangat penting dalam kaum, bundo kandung dalam arti adat adalah sebagai soko mande di kaum harus menjadi sosok terdepan mengimplementasikan ABS-SBK termasuk memperkuat kualitas kaumnya. “Sampai-sampai bundo kanduang untuk melahirkan seorang pangulu harus dipersiapkan, cara makannya diatur, pakaian apa yang pantas dipakai, dan lainnya,” tuturnya. 

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam sambutan pada kegiatan seminar, menyambut baik memberi apresiasi. “Pemerintah provinisi memberi apresiasi dan mendukung kegiatan penguatan kembali nilai-nilai ABS-SBK,” sampai Irwan.

“Tiap hari kita boleh ber’bait untuk menguatkan semangat, karena pengaruh buruk terus masuk, jadi perlu pemerintah, ulama dan unsur lain perlu bahu membahu,” ucapnya lagi.

Gubernur katakan juga, masyarakat Minangkabau patut bersyukur karena memiliki bingkai hidup ABS-SBK, sementara ada daerah lain, pemerintah daerahnya kesulitan mengatur masyarakatnya ketika adat, budaya atau seni berbenturan dengan ajaran agama Islam. (rhd)

Seluruh Pimred Ibukota Ucapkan Selamat HUT Singgalang

Diposkan oleh On Desember 15, 2018

>


Jakarta, fajarsumbar.com - Pimpinan Redaksi seluruh media cetak, online dan TV di ibukota, mengucapkan selamat ulang tahun emas untuk Singgalang, koran nasional dari Ranah Minang.

"Uda KJ, selamat hari jadi ke-50 Harian Singgalang. Semoga terus berkembang makin kokoh, dan memberikan lebih banyak lagi manfaat bagi masyarakat dan semua stake holders. Rancak dan santiang bana," kata Kemal Gani, Ketua Forum Pimred Indonesia.

Pimred Detik.com Ahmad Ridwan Dalimunte, juga mengucapkan hal yang sama. "Kami sampaikan juga Dirgahayu ke-50 Singgalang. Sukses selalu utk untuk Uda KJ," kata Pimred Detik.

Setali tiga uang, Pimres TV One Karni Ilyas, juga mengucapkan selamat HUT Singgalang yang ke 50.

Karni mengusulkan, ada baiknya, Singgalang kembali memuat cerita bersambung karangan Nazif Basir, pendiri Singgalang dimuat kembali. "Ada dulu Cerbung Pandeka Panglimo Alang Bangkeh," tulis Karni Ilyas.

Kemudian, ucapan selamat disampaikan Pimred Pos Kota, Pimred Majalah CR, Pimred Neraca, Pimred Kontan, Pimred Femina, Pimred Republika, Direktur Bisnis Indonesia, Pimred Net TV, Suara Karya, Antara, Uni Lubis dan Direktur Pemberitaan Metro TV.

Selain itu, ucapan selamat disampaikan langsung kepada Pimred Singgalang Khairul Jasmi, oleh Pimred
Warta Ekonomi, Berita 1, Observer, Pimred Trans TV, Pimred CNN, Pimred Rakyat Merdeka, Tempo, Pimred Kumparan, Pimred Detik.com dan Pimred Trans 7.

"Terimakasih untuk Pak Toir,
Bang IB, pak Firdaus, Bung Adrian, Mba Fetty, Irfan,  ABS, Dede, Uncle, Claudius, Oe Bang Asro, Ink, Kang Nur,
Pak Kemal dan Uni Lubis," tulis KJ.

Khairul Jasmi yang juga Komisaris Semen Padang ini menyampaikan terimakasih pula, untuk beberapa nama nama Pimred di atas. "Terimakasih Mas Tommy, Pak Kiki, Pak Don.  Salam hangat untuk semua. Terima kasih atas ucapannya untuk Bro Ihsan, Ratna, Arifin. Pak Primus, Pak Sem, Bang KI, semuanya salam dari kru Singgalang," kata Khairul Jasmi.

HUT ke-50 Singgalang tersebut dimeriahkan jalan sehat dengan hadiah utamanya umrah. Kegiatan tersebut ditutup dengan main kim memperebutkan puluhan hadiah menarik. (*)

Padang Panjang Peringati HUT DWP ke-19

Diposkan oleh On Desember 15, 2018

>


Padang Panjang, fajarsumbar.com -Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Padang Panjang menggelar Peringatan HUT DWP ke-19 Tahun 2018 di Hall Lt. III Balaikota, Sabtu (15/12).

Peribgatan ini bertemakan "Optimalisasi Potensi DWP Untuk Suksesnya Pembangunan Nasional".

HUT DWP berlangsung meriah dengan penampilan tari persembahan dari TK Pertiwi.

Kegiatan dibuka  Walikota Padang Panjang diwakili oleh Pejabat Sekda Martoni. Turut hadir Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Emir Emil Elmaulid, Penasehat DWP Padang Panjang dr. Dian Puspita Fadly Amran, Ketua DWP  Lona Ferona Martoni, Ketua Bhayangkari, Persit, serta perwakilan organisasi wanita  di Padang Panjang.

Tujuan peringatan HUT DWP untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan organisasi, menjadikan perempuan yang kreatif sehingga bisa menggali potensi dan menumbuhkan daya kreatifitas serta mempererat silaturrahmi dan motivasi bagi gerakan DWP.

Martoni mengatakan, DWP merupakan wadah berkumpulnya istri ASN.
Selai menjadi istri, DWP juga membantu dalam pembangunan di pemerintahan.

"Jangan karena sibuk dengan aktivitas persatuan, lupa akan peran sebagai istri," jelas Martoni.

Martoni mengucapkan selamat HUT DWP, semoga DWP semakin jaya dan bagus serta dapat mendukung kerja suami.

Sementara Ny. Dian Puspita mengatakan DWP menjadi bagian dalam pemba ngunan bidang ekonomi serta mendorong para anggota untuk kreatif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Untuk itu, peran DWP dalam memperkokoh kebersamaan dan saling membantu pembentukan ekonomi dalam keluarga serta pemberdayaan terhadap kaum perempuan ke hal yang positif," ujar Dian Puspita.

HUT DWP ditutup  penampilan seni dari anggota organisasi DWP, pemotongan tumpeng serta pemberian hadiah kepada pemenang lomba yang dilaksanakan dalam meriahkan HUT DWP.

Lomba memasak randang juara I diraih DWP RSUD. Juara II DWP Camat Padang Panjang Barat, dan Juara III DWP Setdako Padang Panjang, sementara untuk kategori lomba merangkai buah dan sayur. Juara I diraih DWP Dinas Perhubungan, Juara II DWP Dinas Perdakop UKM, Juara III DWP Dinas Kominfo.

Untuk Lomba Baju Kurung Basiba Kreasi, Juara I diraih DWP Dinas Perindakkop UKM, Juara II DWP RSUD, dan Juara III Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.(syam)

Smart City Padang Panjang  Masuk 10 Besar

Diposkan oleh On Desember 15, 2018

>


Padang Panjang, fajarsumbar.com - Kabar menggembirakan, tahapan pelaksanaan Gerakan Nasional Menuju 100 Smart City 2019 untuk tahun 2018 resmi berakhir. 

Menteri Komunikasi dan Informatika  didampingi oleh Deputi pada Kantor Staf Kepresidenan, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Bappenas dan Ketua APEKSI yang juga Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany secara resmi menutup rangkaian pelaksanaan kegiatan dengan secara simbolis menandatangani Buku Menuju 100 Smart City yang akan segera di rilis Kompas Media Group dalam beberapa waktu kedepan.

Dalam sambutannya Rudiantara menyampaikan bahwa dengan berakhirnya tahapan penyusunan Masterplan Smart City bukan berarti kabupaten/kota telah selesai dalam mewujudkan Smart City di daerahnya masing-masing, sebaliknya hari ini adalah langkah pertama dalam upaya mengimplementasikan seluruh ide, gagasan, kreasi dan inovasi yang selama lima bulan terakhir diramu bersama seluruh stakeholder yang terlibat dalam penyusunan dokumen masterplan dibawah bimbingan tim pendamping nasional.

“Hari ini bukan berarti tugas bapak/ibu selesai, kami menantikan pelaksanaan dari seluruh rencana aksi yang telah Bapak/ Ibu susun dalam dokumen Masterplan Smart City Kabupten/ Kota masing-masing, untuk itu komitmen seluruh stakeholder di daerah sangat berperan untuk mewujudkannya, melihat antusias Kepala Daerah dalam rangkaian kegiatan ini kami yakin daerah akan berhasil.” ujarnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

 Rudi melanjutkan bahwa pada tahun 2019 yang akan datang, implementasi dari roadmap Smart City pada setiap daerah akan dimonitor oleh tim evaluator Gerakan Nasional Menuju 100 Smart City untuk memastikan agar setiap rencana bisa berjalan dengan baik dan tepat sasaran dalam upaya menyelesaikan persoalan pokok atau memaksimalkan potensi daerah.

“Tahun depan tim evaluator akan melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi roadmap tersebut. Harapan kita tentu semua yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat seluruh daerah.” tutupnya.

Sementara itu, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dalam kapasitasnya sebagai ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia menyampaikan terima kasih yang tidak terkira atas upaya pembimbingan yang telah diberikan oleh Pemerintah Pusat melalui inisiasi Smart City ini. Kegiatan ini menurut Airin sangat membantu daerah dalam penyusunan Roadmap Smart City, karena success story di suatu daerah dapat dengan mudah direplikasi oleh daerah lain dengan tetap memberikan penekanan bahwa konsep yang direncanakan itu harus disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing sebagaimana dibahas dalam sesi bimbingan teknis.

“Kami di daerah sebetulnya telah mulai mengenal Smart City semenjak 5 atau 6 tahun yang lalu, namun ternyata jika daerah tidak punya konsep yang jelas tentang Smart City ini hampir bisa dipastikan akan gagal dalam implementasi dan atau hanya sekedar menjadi proyek mercusuar saja.” ujar Airin.

“Atas nama rekan-rekan Walikota se Indonesia saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas upaya Kemenkominfo melalui inisiasi Smart City ini, melalui program ini daerah bisa mereplikasi success story daerah lain dengan mudah namun dengan telah dibekali konsepsi yang jelas tentang Smart City dalam setiap bimbingan teknis daerah akan bisa menambahkan unsur muatan lokal dalam setiap dokumen masterplan yang disusun, sehingga dokumen yang dihasilkan akan menjadi unik dan sesuai karakter masing-masing daerah.” Lanjutnya.

Padang Panjang Raih 10 Besar 2018

Dalam acara penutupan rangkaian kegiatan Gerakan Nasional Menuju 100 Smart City 2019 untuk tahun ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada seluruh daerah peserta, adapun Kota Padang Panjang termasuk dalam kelompok 10 terbaik pertama bersama Kota Medan, Manado, Denpasar, Cimahi dan Banjarmasin, sementara dua perwakilan Sumatera Barat lainnya yakni Kota Padang serta Kabupaten Solok berada dalam kelompok berikutnya. Penghargaan ini diserahkan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia kepada Walikota Padang Panjang yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang Panjang Marwilis, SH, M,Si.

Pencapaian ini tentu sangat disyukuri oleh Sumatera Barat dan terutama oleh Kota Padang Panjang, Walikota Padang Panjang Fadly Amran mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur atas raihan Sumatera Barat terutama Kota Padang Panjang, namun Fadly mengingatkan bahwa tugas berikutnya adalah bagaimana rencana aksi dapat dilaksanakan sesuai rencana.

“Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini, terima kasih atas dukungan semua pihak yang terlibat, semoga dokumen ini bisa kita laksanakan sesuai rencana dan kelak bermanfaat. Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika sebelumnya bahwa tersusunnya Masterplan Smart City bukanlah akhir tugas, namun adalah langkah awal dalam mewujudkan Smart City di Padang Panjang, kita akan segera integrasikan dokumen ini dalam RPJMD baru Kota Padang Panjang”. ujarnya.

Sebagaimana telah diketahui bahwa Kota Padang Panjang terpilih menjadi salah satu daerah pendampingan dalam Program Gerakan Nasional Menuju 100 Smart City 2019 untuk tahun 2018 pada bulan Mei lalu, dan setelah mengikuti proses pendampingan melalui bimbingan teknis selama kurang lebih lima bulan, penyusunan dokumen teknis Masterplan Smart City berakhir dengan telah dipresentasikannya draft final dokumen tersebut langsung oleh Walikota Padang Panjang Fadly Amran, bersama tim penyusun di hadapan para penguji nasional pada Rabu (12/12). Selanjutnya untuk memastikan terlaksananya rencana aksi Smart City maka dokumen Masterplan ini akan dijadikan salah satu rujukan dalam penyusunan dokumen RPJMD Kota Padang Panjang Tahun 2019-2023. (syam)

Tolak Acara Bakain di Medsos, Wako Payakumbuh Dikecam Netizen

Diposkan oleh On Desember 15, 2018

>


Payakumbuh, fajarsumbar.com - Salah satu postingan Walikota Payakumbuh Riza Falepi di media sosial pribadinya menuai kontroversi, kali ini terkait ketidaksetujuannya dengan salah satu iven yang akan digelar di Kota Payakumbuh.

Tepat pada Kamis, pukul 15.16 WIB tanggal 13 Desember 2018, Riza secara terang-terangan mengatakan bahwa klaim dirinya yang mendukung acara BAKAIN (Bakaba Kain) yang akan digelar pada 16, 17, dan 18 Desember 2018 adalah tidak benar.

Dalam postingan Riza Falepi yang sudah dikomentari sebanyak 86 kali dan dibagikan sebanyak 41 kali itu, Walikota dua periode ini menyebut terkait dengan info yang beredar di berbagai media sosial tentang klaim dukungannya selaku walikota Payakumbuh terhadap acara BAKAIN, perlu dijelaskan bahwa klaim tersebut tidak benar.

“Awalnya, acara BAKAIN dalam pemahaman saya saat didatangi panitia acara adalah semacam acara yang mengedepankan nilai-nilai adat dan budaya minangkabau. Dalam acara tersebut akan ditampilkan baju adat seperti baju kurung basiba dan lain lain. Tentu hal ini sangat perlu kita dukung untuk melestarikan adat istiadat kita. Tidak mungkin selaku walikota saya tidak mendukung kegiatan semacam ini,” tulis Riza.

Namun, informasi yang diterima Riza terkait acara ini nampaknya membuat dirinya selaku walikota Payakumbuh dengan bijak menolak acara ini, karena menurutnya ada unsur di dalam acara ini yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai adat dan budaya minangkabau.

“Akan tetapi belakangan saya mendapatkan informasi bahwa kegiatan ini ditunggangi pula dengan acara yang bentuknya berlawanan dengan nilai-nilai adat dan budaya kita. Ada acara Basijontik lah, ada keterlibatan komunitas LGBT lah dan nafas lain yang membuat acara BAKAIN tersebut lari dari Konsepsi awal yang ada dalam pemahaman saya,” terangnya.

Riza menyebut kalau ada unsur dalam acara tersebut akan bertolakbelakang dengan komitmen Kota Payakumbuh yang sedang gencar menolak keberadaan Pekat Di Kota yang kita cintai ini.

“Oleh karena itu, saya menyatakan bahwa saya tidak pernah akan mendukung kegiatan yang didalamnya ada unsur pelanggaran norma adat istiadat kita. Jangan ada klaim sepihak bahwa Walikota mendukung acara BAKAIN dengan model seperti itu. Dan saya pastikan tidak ada anggaran daerah yang terpakai untuk mendukung acara tersebut. Demikian penjelasan saya untuk dapat dimaklumi,” tutup Riza.

Bertubi-tubi komentar netizen dalam postingan itu sangat beragam, contohnya saja dalam kolom komentar, Devriindra Syahrul Dakamotor menulis, “Secara Pribadi Kami Mendukung Pemerintah Kota Memerangi PEKAT, cuma kami mau menanyakan apakah benar dan akurat informasi yang di dapat, Tentang adanya indikasi Kegiatan LGBT,  apakah Pemerintah Daerah sudah menanyakan langsung ke panitianya, Jangan nanti Informasi tersebut tidak akurat, nantinya akan membuat kerugian banyak pihak, jadi maaf sebelumnya lebih baik sebelum bapak memastikan Informasi tersebut benar-benar akurat , bapak jangan bikin status seperti ini, maaf saya sebelumnya, kalau saya lancang, terima kasih,” tulisnya.

Sementara itu salah seorang netizen yang mengaku sebagai Ketua Panitia acara tersebut Popie Koto mengatakan kalau acara ini sudah di koordinasikan dengan stakeholders terkait, “sangat saya sesalkan acara ini dihakimi sebagai ditunggangi LGBT hanya berdasarkan informasi saja,” ujarnya.

Disisi lain ada beberapa netizen yang memuji tindakan walikota yang menolak acara ini, banyak dari mereka yang ingin mempertahankan komitmen Kota Payakumbuh dalam memerangi Pekat. Sampai saat ini postingan Riza masih terus dibagikan oleh Netizen di media-media sosial lainnya. (amp)

Pemerintah Nagari Binjai Desak Pemkab Pessel Upayakan Normalisasi Batang Tapan

Diposkan oleh On Desember 14, 2018

>


Pessel, fajarsumbar.com - Pemerintahan Nagari Binjai, Kecamatan Ranah IV Hulu Tapan, Pesisir Selatan mendesak pemerintah kabupaten segera menormalisasi Batang Tapan.

Sebab, kondisinya sangat kritis. Tanggul darurat yang ada tak mampu menahan debit air. Akibatnya, Nagari Binjai Tapan menjadi rawan banjir saat curah tinggi.

"Masyarakat tidak nyaman jika terjadi curah hujan tinggi. Tanggul darurat itu tidak memadai lagi," ungkap Sekretaris Nagari Binjai Tapan, Almirzon kepada fajarsumbar.com, Jumat (14/12).

Banjir kembali merendam pemukiman penduduk di Nagari Binjai Tapan pada Jumat 14 Desember 2018 akibat curah hujan yang sangat deras sejak dua hari terakhir.

Tanggul sementara yang dibuat Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) sepanjang 100 meter itu roboh karena tak mampu lagi menahan debit air yang tinggi.

Robohnya tanggul darurat itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Padahal, lanjut Almirzon, tanggul baru saja dibangun beberapa bulan yang lalu, namun sudah jebol kembali.

"Jika normalisasi Batang Tapan tidak segera dilakukan, otomatis berdampak buruk pada masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Batang Tapan,"tuturnya.

Karena, menurutnya, banjir tidak hanya merendam pemikiman penduduk. Akan tetapi juga merendam area pertanian warga, sehingga dikhawatirkan terjadi gagal panen.

Selain itu, jika terus dibiarkan, banjir juga dapat merusak sejumlah fasilitas umum seperti sekolah-sekolah dan area kantor kecamatan. (tsf)

Pasar Pusat Padang Panjang Ditempati Jumat Pekan Depan

Diposkan oleh On Desember 14, 2018

>


Padang Panjang, fajarsumbar.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kesatuan Bangsa dan Politik (BPBD Kesbangpol) Kota Padang Panjang menggelar Forum Koordinasi dan Diskusi Stabilitas Daerah di Ruang VIP Balaikota, Jumat(14/12).

Dengan tema "Optimalisasi Pengelolaan Pasar Pusat Padang Panjang", Forum dibuka Pejabat Sekda Martoni didampingi Walikota Padang Panjang Fadly Amran, Ketua DPRD, Dr. Novi Hendri dan seluruh stakeholder di lingkungan Pemko Padang Panjang.

Forum tersebut membahas materi mengenai pemindahan pedagang dan pembagian forkoning pedagang.

Pemindahan pedagang akan dilaksanakan Jumat (21/12). Sebelum pedagang dipindahkan, pedagang akan dilotting terlebih dahulu yang akan dilaksankan pada Senin-Kamis (17-20/12) dan pedagang juga akan  melaksanakan penandatangan perjanjian sewa.

Walikota mengaskan pedagang secepatnya dipindahkan, semua fasilitas untuk  pedagang pindah nanti difasilitasi. Mulai dari lampu sorot serta becak untuk pindah.

"Saya ingin sebelum pedagang pindah, semua stakeholder turun ke lapangan, kita cek segala sesuatunya. Mulai dari bangunan hingga ke jalan," ujar walikota.

Walikota Fadly berharap pemindahan pedagang dari penampungan ke pasar pusat dapat berjalan dengan lancar dan baik tanpa kendala.

"Untuk itu pastikan semua keperluan pemindahan betul-betul dipersiapkan dengan sebaik mungkin dan kepada pihak terkait tolong ini menjadi perhatian," tambahnya.

Ketua DPRD Novi Hendri menambahkan pemindahan, pedagang dari penampungan ke pasar pusat dilakukan secepatnya, benar-benar transparan dan teratur.

"Saat pemindahan nanti, kita terang-terangan saja kepada pedagang. Jika ada kekurangan kita sampaikan apa adanya, biar tidak timbul masalah baru," tutupnya.(syam)

Sekolah Terbaik di Adzkia

Diposkan oleh On Desember 14, 2018

>

Murid Adzkia belajar di pustaka di bawah bimbingan ustazah. (ist)
Padang, fajarsumbar.co - Pembentukan generasi berkarakter islami menjadi ciri pendidikan yang dilaksanakan Adzkia. Hebat secara akademis, berahklak mulia merupakan basis pendidikan Adzkia. Tak mengherankan, Adzkia melahirkan banyak lulusan yang berprestasi secara akademis sekaligus memiliki karakter islami yang kuat.

Kiprah Adzkia yang lebih seperempat abad menjadikan sekolah ini incaran mereka yang ingin melanjutkan pendidikan. Kabar baik bagi orang tua dan calon siswa, tahun ajaran 2019-2020, Adzkia membuka pendaftaran peserta didik baru.

Pendaftaran peserta didik baru dimulai tanggal 2 Januari 2019. Ketua Panitia Pendaftaran Peserta Didik Baru Yayasan Adzkia, Kamis (13/12) menyebutkan, pendaftaran peserta didik baru dibuka untuk seluruh unit Adzkia, mulai dari TPA, PAUD/TKIT Adzkia, SDIT, SMPIT, SMK, dan STKIP Adzkia.

Untuk tahun ajaran 2019-2020, Adzkia menerima pendaftarn  calon peserta didik secara online. "Ini untuk memudahkan walimurid untuk bisa mendaftar tanpa harus datang ke sekolah," ujar Ronika.

Orang tua dan calon peserta didik bisa memilih unit Adzkia yang tersebar di berbagai tempat. Ada di Kota Padang, Payakumbuh, dan Bukittinggi. Untuk Tempat Pembinaan Anak ( TPA) beralamat di Komplek Taruko 2 Korong Gadang. Untuk TKIT Adzkia memiliki 6 lokasi di Kota Padang yaitu di Lokasi Jati, Pasir Putih, Kuranji, Purus, Palimo Pauh dan Belanti. Selain di Padang, TKIT Adzkia juga ada dibukittinggi (Jl. Prof.Hamka) dan Payakumbuh di Jalan Hasanuddiin Kelurahan Ibuh.

Untuk tingkat SDIT Adzkia untuk Padang dengan 2 lokasi yaitu Lokasi 1 Di Taratak Paneh Kuranji ( SDIT Adzkia 1 dan 2), dan SDIT Adzkia 3 beralamat di Jalan Belanti Raya Khatib Sulaiman). Dan Tahun ini SDIT Adzkia Bukittinggi akan menerima Peserta Didik Baru dengan kuota 2 kelas yang beralamat di Jalan Prof. Hamka Bukittinggi.

Sementara untuk SMPIT Adzkia akan menerima peserta didik untuk 4 kelas (2 kelas putra dan 2 kelas putri) yang berlamat di Kuranji. Untuk Tingkat Sekolah Lanjutan Atas SMK akan segera melakukan penerimaan peserta didik baru. Sednagkan untuk STKIp Adzkia akan menerima mahasiswa baru beberapa bulan ke depan.

Ronika Putra juga menambah, di samping jalur reguler, Adzkia menerima calon peserta didik melalui Jalur Tahfizh dan Jalur Prestasi. Bagi calon peserta didik yang memiliki Hafalan Qur’an yang bagus dan calon peserta didik yang memiliki prestasi di bidang akademik diterima tanpa tes dan diskon pendaftaran dan biaya pendidikan. Bagi bapak/ibu yang ingin mandafatar putra dan putinya silahkan hubungi handphone 081364541717 atau hubungi website: ppdb.adzkiasumbar.or.id.(arizal)

Bupati Pasbar, Syahiran Tegaskan 2019,  Satu OPD Harus Satu Inovasi

Diposkan oleh On Desember 14, 2018

>

Bupati Syahiran menyerahkan cendramata kepada Kepala Litbang Inovasi Daerah Drs Safrizal ZA MSi setelah kegiatan sosialisasi inovasi daerah. (andrizal)

Pasbar, fajarsumbar.com - Bupati Kabupaten Pasaman Barat Drs. Syahiran MM menekankan kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bahwa satu OPD satu inovasi. Pasalnya, pelayanan kepada masyarakat setiap tahun memiliki peningkatan dalam standar pelayanan.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Syahiran kemarin (14/12), di aula kantor bupati setempat dalam kegiatan sosialisasi inovasi daerah yang dihadiri oleh Drs. Safrizal ZA MSi Kepala Pusat Litbang inovasi daerah, pj Sekda, Staf Ahli serta para asisten, kepala OPD, Kabag, camat serta pendamping desa.

Sesuai dengan UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah pada pasal 386 bahwa untuk peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah, maka pemerintah daerah dapat melakukan inovasi.

"Saat ini kita sadari banyak aktifitas Pemerintah dalam rangka penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan membutuhkan prosedur dan birokrasi yang panjang. Membutuhkan SDM yang banyak ataupun butuh waktu penyelesaian yang lebih lama. Hal ini harus kita perbaiki, kita harus merubah mindset dan berupaya lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan tugas pemerintah dalam pelayanan publik,"terang Syahiran.

Ia menambahkan, secara sederhana inovasi daerah diartikan bagaimana pekerjaan ataupun pelayanan yang kita lakukan agar lebih baik, lebih cepat, lebih mudah dan lebih mudah. Melakukan sebuah inovasi tidak perlu menuntut biaya yang tinggi ataupun butuh peralatan yang canggih. Akan tetapi, bagaimana berupaya dengan sumberdaya yang tersedia, namun memberikan kinerja yang maksimal.

"Berinovasi diawali dengan perubahan pola atau skema kerja yang lebih simpel, menggunakan SOP yang jelas dan tetap. Menggunakan waktu yang singkat, sumberdaya yang tidak banyak  dan dapat menggunakan media berbasis elektronik serta mampu memberikan hasil yang efektif dan efesien,"jelas Syahiran.

Beberapa inovasi pelayanan publik telah dilakukan oleh OPD seperti pelayanan administrasi kependudukan berbasis elektronik, perizinan online, layanan pengadaan, e-damkar, perpustakaan digital, aplikasi pelayanan kesehatan dan aplikasi penataan aset dan pengelolaan keuangan.

"Inovasi ini perlu ditingkatkan dan perlu kita dan perlu kita lahirkan inovasi -inovasi lainnya sehingga pelayanan publik berkualitas dapat dirasakan oleh masyarakat,"harap Syahiran.

Ke depan tambah Syahiran, inovasi daerah yang perlu dikembangkan yakni pelayanan kesehatan dan rumah sakit, inovasi bidang pendidikan, penilaian kinerja berbasis elektronik, inovasi bidang pertanian, aplikasi perencanaan terintegrasi, inovasi pelayanan nagari.

"Inovasi daerah ini kita harapkan juga ditularkan kepada pemerintah nagari, dan masyarakat. Sesuai dengan amanat peraturan menteri desa. Pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi tentang pembentukan tim penyelenggaraan inovasi desa. Masing -masing Kecamatan dan nagari diharapkan juga untuk memberikan hal-hal baru untuk pelayanan publik nagari berkualitas, inovasi berbasis masyarakat perlu dikembangkan,"tandas Syahiran.

Sementara itu, Kepala Bappeda Pasbar Joni Hendri memaparkan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan  agar setiap instansi di Pasbar memiliki pelayanan yang maksimal. Paling tidak berusaha mengikuti zaman milenial dalam memberikan pelayanan. (andrizal)

Payakumbuh Peringati PHI ke-90, Ini Pesan Sekda

Diposkan oleh On Desember 14, 2018

>


Payakumbuh, fajarsumbar.com - Peringatan Hari Ibu (PHI) ke 90 tahun 2018 diperingati Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2 KB) Kota Payakumbuh, yang berlangsung di Gedung Serba Guna GOR M. Yamin Kubu Gadang kota Payakumbuh, Kamis (13/12). Dan PHI ke 90 ini juga turut bersamaan dengan dilaksanakan HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke 19 kota Payakumbuh. Tema yang di usung pada PHI ke 90 ini, bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa.

"Hakekat nya peringatan hari ibu ini setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna hari ibu sebagai sebuah memontum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yg tidak dipisahkan dari sejarah perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa indonesia", ungkap Sekda Amriul, dalam sambutan Menteri Perlindungan Perempuan dan Pemberdayaan Anak.

Hari Ibu Indonesia lahir dari pergerakan bangsa indonesia, dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan indonesia menjadi bagian yg tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan panjang bangsa ini untuk meraih kemerdekaannya. Keterlibatan perempuan dibuktikan melalui kongres perempuan pertama 22 desember 1928 di Yogyakarta yg telah mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan indonesia. Untuk itu sebagai apresiasi atas gerakan yg bersejarah itu, PHI ditetapkan setiap tanggal 22 desember sebagai hari Nasional bukan hari libur.

"Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya diselenggarakan untuk mengingatkan kita semua untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan, dan PHI ini juga dimaksudkan untuk mempertebal semangat semua komponen masyarakat mencapai kemajuan di berbagai bidang pembangunan", ungkap ketua panitia pelaksana sekaligus ketua GOW kota Payakumbuh,  Machdalena erwin yunaz.

Dan dengan mengusung tema meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa, maka diharapkan dapat mendorong peningkatan peran serta kemitraan antara perempuan dg laki-laki dalam melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa untuk mengisi dan melanjutkan perjuangan kemerdekaan.

"Jika kita lihat bersama sekarang, tuntutan seorang ibu itu semakin lama semakin berat, dan dari perkembangan dunia dan masyarakat yg semakin global sehingga membuat tantangan juga semakin banyak, terutama dalam faktor-faktor atau pengaruh yg berlomba-lomba dalam mempengaruhi kita sebagai ibu dalam membesarkan anak, sebagimana dalam pengaruh seperti narkoba, judi, pergaulan bebas dan banyak lagi penyakit masyarakat lainnya", ungkap penasehat organisasi wanita Henny Zubir.

Perhatian seorang ibu terhadap anak nya sangat di butuhkan sekali di jaman yg sudah sangat berkembang seperti saat ini, dan peran seorang ibu bukan cuma hanya peran ala kadar nya, yg hanya melahirkan dan merawat hingga sang anak dewasa. Peran ibu yg sebenarnya ialah melihat dan menjaga kembang tumbuh anak agar terhindar dari hal negatif yg pada jaman globalisasi ini sungguh sangat banyak sekali rintangan nya. Dan bukan cuma hanya ibu saja yg memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak, sang ayah pun harus ikut berperan dalam menjaga tumbuh kembang anak agar kelak dapat tumbuh menjadi anak yg terhindar dari hal-hal negatif, karna itu ibu dan ayah harus selalu bergandeng tangan dalam merawat tumbuh kembang anak sampai dia tumbuh besar.

Untuk PHI ke 90 tahun 2018 ini, turut diberikan penghargaan kepada 2 orang perempuan inspiratif kota Payakumbuh yg ikut berperan serta dalam bidang ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya, dg pengabdian yg tinggi dan ikhlas tanpa mengharapkan balas jasa, dan juga mampu memberdayakan perempuan sekitarnya sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi perempuan itu. Penghargaan itu diberikan kepada Rahmi, S. Pt, MP yg berasal dari kelurahan Talang, kecamatan Payakumbuh Barat, bergerak di bidang samoro food sehingga dapat memberdayakan kelompok dasawisma dan pkk di sekitar (amp)

Usai E-SPPD, Payakumbuh Kembali Berinovasi Lagi dengan SODAP

Diposkan oleh On Desember 14, 2018

>


Payakumbuh, fajarsumbar.com - Pemko Payakumbuh kembali mengeluarkan aplikasi online untuk mendukung kinerja kepegawaian. Setelah  aplikasi E-SPPD untuk mengawasi dan mempermudah ASN soal kegiatan perjalanan dinas, Pemko Payakumbuh kembali mengeluarkan Sistem Online Pengendalian Administrasi Pembangunan (SODAP), Rabu (12/12/2018). Nantinya aplikasi ini akan di efektifkan di lingkungan Pemko Payakumbuh tertanggal 1 Januari 2019 mendatang.

Aplikasi ini adalah Sistem Online Pengendalian Administrasi Pembangunan (SODAP) yang nantinya bekerja untuk memantau kinerja ASN sesuai program yang telah disetujui dalam Musrembang. Peluncuran ini langsung dipimpin oleh inisiator, Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz di eks. Kantor Balaikota Bukit Sibaluik.

Selama diefektifkan, SODAP akan bekerja sesuai sistem yang diberlakukan. Bidang kepegawaian selaku admin di masing-masing OPD dan kesekretariatan Pemko Payakumbuh akan memasukkan program bulanan sampai tahunan mereka kedalam SODAP. Kemudian, program ini akan masuk ke dalam catatan kepala daerah.

Setiap program OPD dan sekretariatan akan mudah terbaca oleh kepala daerah, sampai mana kinerja ASN untuk menyelesaikan program tersebut. Jadi, sifat aplikasi SODAP ini bisa membaca lebih spesifik bagaimana program bulanan ini berjalan. Artinya, SODAP akan  memperjelas program kerja dan meminimalisir adanya kecurangan laporan kegiatan palsu kepada pimpinan oleh ASN.

Untuk penyampaian laporan, ASN hanya membutuhkan PC/laptop yang didukung koneksi internet dan browser untuk menyampaikan laporan.

Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz mengatakan aplikasi SODAP ini merupakan terobosan terbaru Pemko Payakumbuh untuk meningkatkan kinerja ASN agar komitmen dengan progran yang telah disetujui dalam Musrembang. Disamping itu, SODAP akan mengontrol bagaimana perkembangan program ini dari awal hingga selesai. Jadinya, sifat program ini tidak lain untuk peningkatan kualitas ASN untuk melayani kesejahteraan masyarakat.

"Ini terobosan terbaru kami untuk melayani masyarakat dan salah satu bukti  Pemko Payakumbuh melayani berbasis IT agar gampang mengukur kinerja secara terukur, terarah dan fokus," kata Wakil Walikota, Erwin Yunaz, Kamis (13/12/2018).

Untuk merealisasikan SODAP di lingkungan Pemko Payakumbuh, Wakil Walikota melalui Bidang E-Goverment dinas Kominfo Payakumbuh melakukan training kepada setiap ASN bidang kepegawaian di masing-masing OPD dan Sekretariatan di aula lantai 3 Eks. Kantor Balaikota Payakumbuh, Bukik Sibaluik, Rabu-Kamis (12-13/12/2018).

"Efektifnya dihitung mulai tanggal 1 Januari 2019. Sekarang ini ASN dari Bidang Kepegawaian setiap OPD akan dilatih cara menggunakan SODAP selama dua hari. Nanti mereka yang menjadi admin di OPD-nya," kata Erwin.

Sementara itu Kabid E-Goverment, Armein Busra mengatakan aplikasi ini buah dari gagasan Wakil Walikota yang ingin seluruh administrasi dan pelaporan kerja para ASN bisa beralih dari manual ke digital. Jadi untuk pemantauan jauh lebih gampang dan tidak perlu memakan waktu lama dalam mengurus birokrasi.

"SODAP ini dimotori langsung oleh pak Wawako. Beliau yang aktif dan turun langsung untuk merancang sistem SODAP ini bekerja. Kami dari E-Goverment hanya membuat aplikasi," kata Armein.

Mengenai kesamaan dan perbedaan SODAP dengan E-SPPD, Armein menuturkan kedua aplikasi ini sejalan. Namun, memiliki tupoksi yang berbeda. Dalam artian, SODAP akan berkonsentrasi pada pelaporan program pembangunan sedangkan E-SPPD berfokus pada sistem perizinan perjalanan dinas.

"Kalau SODAP ini lebih bersifat umum dan global. Jadi seluruh program baik terkait perjalanan dinas atau yang lainnya terbaca oleh pimpinan. Itu mencakup seluruh program harian, bulanan maupun tahunan. Kalau E-SPPD hanya untuk perjalanan dinas," katanya.

Armein menuturkan aplikasi ini akan memposisikan pejabat sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing - masing, tentunya ini tidak menggunakan tenaga operator lagi. Sesuai dengan konsep kita di dalam pengembangan aplikasi,  bahwa kedepan tidak ada lagi istilah single user dengan satu aplikasi satu operator,  karena pada dasar nya aplikasi dirancang sesuai dengan tugas dan fungsi, jadi dalam penilaian dan evaluasi akan gampang dilakukan kepala daerah kepada setiap OPD dan sekretariat karena setiap data telah terekam dengan baik. (amp)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *