Tiga Program Zakat Kembali Disalurkan Baznas Padang Panjang -->

IKLAN ATAS

Tiga Program Zakat Kembali Disalurkan Baznas Padang Panjang

Rabu, 28 Juli 2021
Penerima zakat yang disalurkan Baznas Padang Panjan.


Padang Panjang - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang Panjang kembali mendistribusikan tiga program zakat, yakni Padang Panjang Cerdas, Padang Panjang Sehat dan Padang Panjang Peduli di kantor Baznas, Rabu (28/7).


Total dana zakat yang didistribusikan Rp136.325.000. Dengan rincian program Padang Panjang Cerdas sebesar Rp123.750.000 untuk 57 mustahiq, lalu Padang Panjang Sehat Rp7.900.000 untuk tiga mustahiq, dan Padang Panjang Peduli Rp4.675.000 untuk dua mustahiq.


Distribusi zakat tersebut dibagi menjadi dua gelombang, mengingat jumlah mustahiq yang banyak dan sedang diberlakukannya PPKM Level 3 untuk Padang Panjang. 

Secara simbolis zakat diserahkan Ketua Baznas Syamsuarni didampingi Wakil Ketua I, Zulhendri, dan Wakil Ketua IV, H. Jasriman.


Syamsuarni mengingatkan mustahiq tentang siapa yang berhak menerima zakat, agar sadar dengan kemampuan ekonomi masing-masing dan tujuan muzakki berzakat sampai ke orang yang tepat.


"Dalam penyaluran ini terdapat calon mustahiq yang ditolak proposalnya dan ada yang diterima, berdasarkan hasil kajian kita di lapangan, baru dapat dipertimbangkan. Nah, bagi bapak dan ibu yang disetujui proposalnya tapi tergolong mampu, jangan ambil dana ini. Beri kesempatan bagi yang sangat membutuhkan. Jadikan uang muzaki yang menitipkan hartanya di Baznas ini menjadi berkah baginya dan keluarganya," pesannya. 


"Alhamdulillah saya sangat terbantu Program Padang Panjang Cerdas ini untuk membayar uang masuk kuliah anak saya di Universitas Riau. Kalau tidak ada bantuan ini, mungkin saya kebingungan mencari dana membayar uang masuk. Terima kasih banyak untuk para muzakki di  Padang Panjang," kata seorang mustahiq penerima bantuan Program Padang Panjang Cerdas.


Dalam kesempatan itu, Jasriman mendata para mustahiq yang terlibat utang dengan rentenir dan bersedia mencari jalan keluar untuk masyarakat yang terlilit utang.


"Bapak dan ibu, saya ingin yang hadir di sini untuk dapat mengisi data siapa saja yang terlibat utang dengan rentenir. Tuliskan berapa utangnya. Insya Allah kita akan carikan jalan keluar. Untuk itu mari belajar mengelola uang  di masa yang serba susah seperti ini, bagaimana jangan sampai berutang dengan rentenir," katanya mengingatkan. (syam)