Gandeng TP-PKK, Dinkes Sosialisasikan 5 Pilar STBM -->

IKLAN ATAS

Gandeng TP-PKK, Dinkes Sosialisasikan 5 Pilar STBM

Jumat, 10 September 2021

 

Sosialisasi 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Padang Panjang, Jumat (10/9/21).

Padang Panjang, fajarsumbar.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Panjang menggandeng TP-PKK sebagai ujung tombak penggerak pencapaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). 


Kegiatan ini menyusul pada November 2020 lalu, Padang Panjang menerima penghargaan STBM Award dari Kementerian Kesehatan RI .


Penghargaan STBM Award terkait keberhasilan Padang Panjang mewujudkan akses 100% terhadap jamban sehat, dengan mewujudkan pilar pertama dari STBM. 


Dengan demikian tidak ada lagi masyarakat yang membuang tinja sembarangan seperti di ladang, hutan, semak-semak, area terbuka lainnya dan dibiarkan menyebar mengontaminasi lingkungan, tanah, udara. 


Agar STBM Award ini tetap bertahan, digelar acara Sosialisasi 5 Pilar STBM sebagai tindak lanjut Open Defecation Free (ODF), Jumat (10/9/21), di salah satu hotel di Guguk Malintang.


 Acara yang diikuti Tim Penggerak PKK Kota, Kecamatan dan Kelurahan ini, menghadirkan narasumber, drg. Ahmad Mardanus dari Dinas Kesehatan Sumbar dan Devera Nurdin, SKM yang merupakan tenaga ahli STBM Sumatra Barat.


Devera mengatakan, sanitasi merupakan urusan wajib suatu daerah. 


"STBM dapat terwujud apabila masyarakat memahaminya. STBM merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. 


Sedangkan Pilar STBM adalah perilaku higienis dan saniter yang digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan STBM," jelasnya


Dinkes sebagai pemicu perilaku masyarakat, agar lebih mengutamakan proses pemicuan dalam pemahaman, karena tingkat pemicuan lebih banyak diingat masyarakat sebesar 90 %, dibanding memberikan penyuluhan. 


“Karena pada pemicuan ada simulasi dan masyarakat dijadikan guru dalam penyampaian informasi," jelasnya.


Sementara Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes, Rahmaisa, SKM menyampaikan, walaupun Padang Panjang masyarakatnya sudah 100 % akses jamban sehat, namun angka kepemilikan jamban sehat masih 65 %. 


“Kita berharap angka ini semakin naik seiring dengan pemahaman kepada masyarakat," harapnya.


Sosialisasi ini berlangsung selama dua hari untuk dua kecamatan yang ada di Padang Panjang. (syam)