Cegah Stunting, Tim Unand Promosikan PMT untuk Ibu Hamil dan Menyusui -->

Cegah Stunting, Tim Unand Promosikan PMT untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Rabu, 19 Oktober 2022
Tim Program Matching Fund Unand ketika sosialisasi pengembangan mini plant pangan lokal dadih bagi ibu hamil dan menyusui di Padang Panjang.


Padang Panjang, fajarsumbar.com  - Tim Program Matching Fund Universitas Andalas (Unand) mesosialisasikan pengembangan mini plant pangan lokal dadih menjadi olahan makanan. 


Kegiatan yang diikuti ibu hamil dan menyusui ini, berlangsung di  Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPKBPPPA) Padang Panjang, Selasa (18/10).


Kabid Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (PPKB) Padang Panjang, Netti Herawati S.H, mengatakan, kegiatan ini merupakan sosialisasi sekaligus promosi pemberian makanan tambahan (PMT) kepada ibu hamil dan balita dalam bentuk roti yang bernilai gizi tinggi.


"Kita berharap dengan adanya promosi PMT dari ahli gizi Unand ini, dapat membantu masyarakat mengetahui apa itu stunting. Sehingga kasus stunting di Kota Padang Panjang lebih cepat turun,” harapnya.


Dikatakan Netti,  25 Oktober mendatang pihaknya juga akan memberikan audit kasus pembedahan pada ibu hamil dan menyusui.


Sementara itu, Dr. Helmizar, SKM, M.Biomed selaku Ketua Tim Program Matching Fund Unand yang juga ditunjuk Pemko Padang Panjang untuk menjadi tim ahli audit penurunan stunting Kota Padang Panjang menyampaikan, pihaknya mengidentifikasi ada beberapa bahan makanan yang bisa diolah menjadi makanan tambahan dari dadih ini. 


"Hal ini juga sesuai dengan instruksi presiden, di mana dalam penurunan stunting harus memanfaatkan makanan lokal,” jelasnya.


Ditambahkan Helmizar, Tim Program Matching Fund Unand berperan untuk memberikan resep sesuai hasil penelitian para ahli gizi yang bekerja sama dengan Industri Bina Bakti untuk memproduksi olahan makanan tambahan berskala besar yang nantinya akan disebarkan ke seluruh kabupaten/kota khusus untuk penurunan kasus stunting.


“Untuk saat ini kita baru menyuplai tiga macam produk. Di antaranya roti, fla dan juga biskuit. Roti fungsional yang diolah dari tepung jagung, kacang merah dan kacang kedelai sebagai sumber proteinnya. Roti ini nantinya dapat di konsumsi bersamaan dengan fla yang diolah dari dadih. Selain itu juga ada biskuit yang dibuat dari olahan ikan bada yang tinggi gizi, kalsium dan protein," terangnya.


Helmizar berharap semua ibu hamil dan menyusui bisa mendapatkan makanan tambahan tanpa memandang status sosial. Karena untuk menciptakan generasi mendatang yang berkualitas harus diberikan perhatian yang besar. (syam)